Penulis:
1. Velisa – Mahasiswi Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Darussalam Gontor
2. Mega Rara Rasendrya – Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Darussalam Gontor
3. Rana Rohadatul Aisy – Mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Darussalam Gontor
JurnalPost.com – Memasuki pekan ketiga pelaksanaan KKN Tematik 38, mahasiswa Universitas Darussalam Gontor Kampus Putri yang bertugas di Dusun Manjungsari, Desa Wakah, melaksanakan rangkaian kegiatan akhir yang berfokus pada pemberdayaan mitra, evaluasi program, hingga penutupan resmi kegiatan pengabdian.
1. Pendampingan Pengolahan Tepung Lawu Mocaf

Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian pada pekan terakhir adalah keterlibatan langsung mahasiswa dalam membantu proses produksi Tepung Lawu Mocaf sebagai mitra UMKM lokal. Mahasiswa turut terlibat dalam setiap tahapan produksi, mulai dari proses pengupasan singkong, pencucian, pemotongan, hingga penjemuran bahan baku.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan usaha lokal, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai proses produksi pangan berbasis potensi desa. Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa memahami bahwa pengembangan UMKM tidak hanya berbicara tentang pemasaran dan branding, tetapi juga tentang ketelitian, kebersihan, serta konsistensi dalam proses produksi. Keterlibatan aktif mahasiswa diharapkan mampu memberikan motivasi tambahan bagi pelaku usaha untuk terus mengembangkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pemasaran.
2. Monitoring dan Evaluasi Kelompok 30 Dusun Manjungsari

Sebelum rangkaian penutupan dilaksanakan, Kelompok 30 Dusun Manjungsari mengadakan kegiatan monitoring dan evaluasi sebagai bentuk refleksi akhir atas program kerja yang telah dijalankan selama kurang lebih satu bulan. Dalam sesi tersebut, masing-masing anggota kelompok memaparkan capaian program, hambatan yang dihadapi di lapangan, serta dampak yang dirasakan masyarakat. Evaluasi dilakukan secara terbuka guna menilai efektivitas program serta kemungkinan keberlanjutan kegiatan setelah masa KKN berakhir.
Monitoring dan evaluasi ini menjadi momen penting karena tidak hanya berfungsi sebagai laporan akademik, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran bersama. Mahasiswa menyadari bahwa keberhasilan program bukan semata pada terlaksananya kegiatan, melainkan pada sejauh mana program tersebut mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat Dusun Manjungsari.
3. Penutupan KKN Tematik 38 dan Buka Bersama Perangkat Desa

Rangkaian penutupan KKN Tematik 38 dilaksanakan pada pukul 17.00 WIB di Balai Desa Wakah dan dirangkaikan dengan kegiatan buka bersama perangkat desa serta mitra program. Acara diawali dengan sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan dan Kepala Desa Wakah sebelum pelaksanaan sholat Maghrib berjamaah. Dalam sambutannya, pihak desa menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Dusun Manjungsari, Masekan Dan Gergunung. Sementara itu, perwakilan mahasiswa mengungkapkan rasa terima kasih atas penerimaan, dukungan, dan kerja sama yang telah diberikan oleh pemerintah desa serta masyarakat setempat disetai pembacaan hasil usaha selama mengabdi kurang lebih 1 bulan.
Setelah sambutan, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil program kerja yang telah dilaksanakan selama satu bulan. Presentasi tersebut mencakup program pemberdayaan UMKM, pendampingan masyarakat, serta kegiatan sosial yang telah dilakukan. Acara kemudian dilanjutkan dengan penayangan video profil Desa Wakah yang memuat potensi desa serta dokumentasi kegiatan mahasiswa selama masa KKN. Menjelang waktu berbuka, seluruh hadirin melaksanakan sholat Maghrib berjamaah di Balai Desa, kemudian dilanjutkan dengan buka bersama dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan.
Sebagai simbol berakhirnya KKN Tematik 38, dilakukan prosesi penyerahan sertifikat oleh perwakilan mahasiswa kepada masing-masing mitra program sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin. Selain itu, sertifikat penghargaan juga diserahkan kepada Pemerintah Desa Wakah sebagai mitra utama dalam pelaksanaan kegiatan KKN.
Pekan ketiga ini menjadi penutup perjalanan pengabdian yang penuh makna. Melalui serangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga belajar tentang kerja sama, tanggung jawab sosial, serta pentingnya membangun hubungan yang berkelanjutan antara kampus dan masyarakat.