
JurnalPost.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan kegiatan sosialisasi dan praktik pengolahan limbah sampah organik di SD Aisyiyah Jatinom Blitar sebagai upaya meningkatkan kesadaran lingkungan dan mendukung penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan. Kegiatan ini mengusung tema “Sosialisasi dan Praktik Pengolahan Limbah Sampah Organik” yang selaras dengan beberapa indikator SDGs, yaitu Pelestarian Ekosistem Darat, Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan, serta Pendidikan Berkualitas.
Kegiatan melibatkan sejumlah pemateri dan instruktur, antara lain Roby Bayu Priyatama dan Moh. Salman Farhan Mubin sebagai narasumber, serta Novan Daffa Zhafrani dan Setio Nurdiansyah sebagai instruktur praktik. Proses dokumentasi kegiatan ditangani oleh Nayla Mahyarani.
Lingkungan Sekolah dan Permasalahan Sampah Organik
Berdasarkan hasil observasi awal bersama pihak sekolah, ditemukan bahwa SD Aisyiyah Jatinom Blitar memiliki lingkungan yang asri dengan banyak pepohonan. Namun kondisi tersebut memunculkan permasalahan baru, yakni menumpuknya daun kering sebagai sampah organik yang belum termanfaatkan dengan optimal. Guguran daun serta sisa makanan warga sekolah menjadi limbah yang bila dibiarkan dapat menimbulkan masalah kebersihan.
Sekolah yang berdiri sejak 2005 ini berlokasi di Jl. Maluku, Kuningan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Dengan luas lahan sekitar 1.135 m² dan fasilitas pendidikan yang lengkap, sekolah ini memiliki 153 siswa serta tenaga pendidik yang memadai. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk menerapkan sistem pengolahan limbah organik yang terstruktur dan berkelanjutan.
Strategi Pengelolaan Sampah Organik
Untuk menjawab permasalahan yang ada, tim pengabdian menyusun beberapa strategi, antara lain:
- Revitalisasi Program Pengolahan Limbah
Tim membuat alat komposter sebagai sarana penguraian sampah organik. Selain itu, disusun SOP pengolahan limbah mulai dari pemilahan sampah, pengumpulan, pengolahan menjadi kompos, hingga pemanfaatan hasil kompos. - Keterlibatan Komunitas dan Orang Tua
Sekolah didorong melibatkan orang tua dan komunitas melalui seminar atau workshop agar program kebersihan lingkungan dapat berjalan lebih efektif. - Sosialisasi dan Edukasi
Program Friday Go Green direkomendasikan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kebersihan dan pengelolaan sampah. - Monitoring dan Evaluasi
Pembentukan tim monitoring yang terdiri dari guru, siswa, dan orang tua dinilai penting untuk mengevaluasi jalannya program secara berkala.

Tahapan Pelaksanaan Pengabdian
Kegiatan pengabdian dibagi dalam tiga tahap, yakni:
- Persiapan
Meliputi studi literatur dan survei lapangan yang dilakukan untuk memahami jumlah, jenis, dan pola pengelolaan sampah di sekolah. - Pelaksanaan
Tahap ini meliputi pembuatan komposter sederhana yang dapat menghasilkan pupuk cair dan pupuk padat. Selain itu dilakukan sosialisasi mengenai jenis sampah, prinsip 3R, pengolahan sampah organik, dan manfaat kompos.
Peserta kemudian mengikuti demonstrasi dan praktik langsung yang mencakup pengumpulan sampah, pemisahan, persiapan tempat komposting, pembuatan larutan EM4, pengadukan, pemadatan, hingga proses penguraian. - Monitoring dan Evaluasi
Tim memberikan arahan perawatan kompos serta melakukan monitoring berkala untuk memeriksa proses penguraian selama 2–5 minggu.
Hasil Kegiatan
Hasil survei pada 28 Oktober 2025 menunjukkan bahwa sekolah sebelumnya belum memiliki sistem pengolahan kompos. Sampah organik kerap menumpuk tanpa pemilahan, sehingga program ini menjadi langkah awal menuju pengelolaan limbah yang lebih baik.

Tim kemudian melakukan perakitan komposter lengkap dengan saringan internal, keran untuk pupuk cair, dan tutup pengambilan kompos padat. Komposter diuji coba sebelum digunakan dalam kegiatan praktik di sekolah.
Pada puncak kegiatan tanggal 4 November 2025, siswa dan siswi SD Aisyiyah Jatinom mengikuti sosialisasi dan praktik pembuatan kompos. Mereka diajak memahami konsep pengelolaan sampah serta mempraktikkan langkah-langkah pengomposan secara langsung.
Kesimpulan
Kegiatan pengabdian ini berhasil memberikan pemahaman praktis kepada siswa dan guru mengenai pengolahan limbah organik melalui media komposter. Program ini tidak hanya menumbuhkan kesadaran pengelolaan sampah sejak dini, tetapi juga mendukung sekolah dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Ke depan, tim akan melanjutkan monitoring dan evaluasi untuk memastikan sistem komposter berjalan efektif dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Oleh: KELOMPOK I
1. Roby Bayu Priyatama (240521603995)
2. Moh. Salman Farhan Mubin (240521603746)
3. Novan Daffa Zhafrani (240521606122)
4. Setio Nurdiansyah (240521601546)
5. Nayla Mahyarani (240521604320)