Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Mahasiswa Praktikum I Kesejahteraan Sosial FISIP USU, Peningkatan Kewirausahaan melalui Buket Bunga pada Perempuan Rawan Sosial Ekonomi di YAFSI

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 11 Juni 2024

JurnalPost.com – Pelaksanaan Praktikum Kerja Lpangan (PKL) I merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa Kesejahteraan Sosial FISIP USU, Metode – Metode yang utama digunakan yaitu Mikro atau individu dalam melaksanakan PKL ini. Dalam melaksanakan kegiatan ini berlangsung selama 2-3 Bulan dari awal maret sampai awal juni dalam melaksanakan kegiatan PKL ini berlangsung.

Rafi Ramadahn Lubis Nim 210902105, mahasiswa semester 6 Kesejahteraan Sosial FISIP USU dengan Supervisor Sekolah Husni Thamrin, S.Sos, MSP dan dosen pengampu mata kuliah PKL I yaitu Fajar Utama Ritonga, S.Sods, M.Kesos, serta yang telah membimbing mahsiswa dalammelaksanakan praktikum di Rumah Pintar YAFSI, yaitu Badriyah, S.Sos, M.SP selaku ketua Lembaha Yayasan Fajar Sejahtera Indonesia (YAFSI).

Pada penelitian ini mengeksplorasi dampak pemberian buket bunga terhadap Perempuan yang berada dalam kondisi rawan sosial ekonomi, pada perkembangan zaman yang begitu pesat yang membuat perubahan seleuruh ruang lingkup pada kehidupan manusia. Dalam pengelolaan limbah yang tidak efektif dapat menyebabkan berbgai masalah lingkungan, termasuk polusi tanah dan air serta dapat menyebabkan pencemaran yang bahaya bagi Masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pendekatan kreatif dalam mendaur ulang sampah plastik dan kertas dengan membuat buket bunga. Pada pembuatan bunga ini bertujuan untuk peningkatan kewirausahaan kepada klien untuk menambah banyak wawasan tentang literasi, selain mengurangi volume pada sampah, pendekatan ini juga meningkatan kesadaran kepada Masyarakat tentang pentingnya daur ulang dan kreativitas dalam pengelolaan sampah bekas. Dalam penelitian ini menyimpulkan bahwa pembuatan buket bunga dari sampah plastik dan kertas tidak hanyak berkontribusi pada pengurangan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi klien melalui industri kreatif .

Adapun Gambaran dari mini project selama melaksanakan PKL, mahasiswa mencoba untuk mengidentifikasi masalah, kebutuhan, dan potensi yang dimiliki oleh klien, seta merancang suatu program Bersama – sama untuk membentuk kepercayaan diri klien. Adapun tahapan – tahapan casework yang dilakukan oleh pekerja sosial selama pendampingan dengan klien, tahapan sebagai berikut:

1. Tahapan Engagement, Intake, Kontrak
Pada tahapan ini penulis melakukan kontrak awal dengan anak – anak dan ibu di Rumah Pintar YAFSI, termasuk dengan klien. Dalam tahapan ini penulis melakukan pendekatan awal dan perkenalan yang menyeluruh dan mulai mengenal karakter satu sama lain, penulis juga melakukan pendampingan kepada klien dengan kontak langsung. Penulis memperkenalkan diri sebagai pekerja sosial yang akan mendampingi klien dan pada tahapan ini penulis melakukan penyadaran akan masalah yang dihadapi oleh klien. Pada tahapan ini penulis dan klien menyepakati aturan yang akan dilaksanakan pada proses berlangsung.

2. Tahapan Assesment
Pada tahapan ini penulis menggali informasi dari klien dan narasumber lainnya, berdasarkan informasi yang didapatkan dari klien merupakan ibu yang berusia tetapi klien sudah di tinggal oleh suaminya kurang lebih 2 bulan. Untuk memenuhi kebutuhan klien, pernah mengajar di TK selama 1 tahun, dan mengajar magrib mengaji dari program pemerintah, dan ibu tersebut memiliki 3 anak yang masih menjalankan pendidikan. Pada tahapan ini klien menjadi tulang punggung keluarga yang harus membiayai pendidikan anak – anaknya, dan klien merupakan ibu rumah tangga.

Dalam tahapan ini penulis menggunkan tools assesment yang memudahkan pekerja sosial dalam menentukan informasi, tools assesment yang akan di gunakan adalah BPSS, yang dimana pada tools ini di gunakan oleh pertanyaan berupa kehidupan soial , body, psikologi dari klien, untuk tahapan ini terdapat pada tools yang digunakan sebagai panduan.

3. Tahapan Planning
Pada tahapan perencenaan ini penulis melakukan kegiatan yang akan dijalankan oleh klien dan penulis, dalam membuat buket bunga dengan bahan daur ulang dari kertas dan karton untuk bahan dari buket tersebut. Dalam tahapan planning, penulis memberikan masukan kepada klien untuk lebih meyakinkan klien untuk memulai usaha buket bunga ini.

4. Tahapan Intervensi
Pada tahapan implementasi ini kegiatan yang sudah di rancang pada tahapan planning, dalam berdasarkan kesepakatan pada penulis dan klien. Membuat buket bunga dari bahan daur ulang seperti kertas, karton, dan plastik bekas adalah kegiatan yang kreatif dan ramah lingkungan. Pertama, siapkan bahan-bahan seperti kertas daur ulang (misalnya kertas bekas koran atau kertas warna-warni yang tidak terpakai), karton bekas (dapat menggunakan kotak bekas), plastik bekas (seperti botol plastik), gunting, lem, cat air dan kuas (opsional), tusuk gigi atau stik es krim, serta gumpaste atau bahan dekorasi lainnya (opsional). Pastikan semua bahan dalam keadaan bersih dan kering.

Potong kertas dan karton menjadi berbagai bentuk dan ukuran untuk membentuk kelopak bunga. Anda bisa mencoba berbagai teknik lipatan untuk menciptakan berbagai macam kelopak, lalu gunakan gunting untuk memberi detail seperti membuat irisan di tepi kertas agar terlihat lebih alami. Jika ingin, tambahkan warna pada kelopak bunga dengan cat air dan kuas.

Selanjutnya, tempelkan kelopak-kelopak tersebut pada bagian atas tangkai plastik bekas menggunakan lem. Susun kelopak secara bertingkat, mulai dari kelopak terluar hingga ke dalam. Anda juga bisa menambahkan dekorasi tambahan seperti bunga palsu atau bahan dekoratif lainnya untuk memperindah buket bunga.

Buat batang bunga dari karton bekas dan tempelkan tangkai plastik yang sudah memiliki kelopak bunga pada batang karton menggunakan lem. Pastikan tangkai dan kelopak bunga terpasang dengan kuat dan stabil. Periksa kembali semua bagian buket bunga untuk memastikan semuanya terpasang dengan baik dan tambahkan lem atau perbaiki posisi kelopak jika perlu.
Setelah buket bunga selesai, tempatkan dalam vas atau wadah yang sesuai dan letakkan di tempat yang terang dan aman agar dapat dipamerkan dengan baik. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat membuat buket bunga yang indah dan ramah lingkungan dari bahan-bahan daur ulang.

5. Tahapan Evalusi
Pada tahapan ini, penulis melakukan pemantauan selama klien melakukan kegiatan PKL (Buket Bunga). Hasil dari pemantuan, penulis tidak ada kendala yang dialami oleh klien selama melaksanakan kegiatan PKL (Buket Bunga). Berdasarkan hasil evalusai yang penulis lakukan terhadap Klien selama melaksanakan kegiatan ini mulai percaya diri terhadap kemampuan nya dalam berbisnis. Namun penulis mendapatkan kelemahan terhadap klien yaitu kurang efisein dalam waktu pembuatan buket bunga.

6. Tahapan Terminasi
Tahapan ini merupakan tahapan terakhir dalam Proses pendampingan kepada klien, berdasarkan hasil beberapa tahapan diatas dalam mendampingi klien selama kegiatan PKL berlangsung. Klien sudah mempunyai rasa percaya diri dalam memulai bisnis yang penulis rekomendasikan kepada klien.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/mahasiswa-praktikum-i-kesejahteraan-sosial-fisip-usu-peningkatan-kewirausahaan-melalui-buket-bunga-pada-perempuan-rawan-sosial-ekonomi-di-yafsi/14941/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 04 November 2026 23:07.