Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Mahasiswa PKL 2 FISIP USU Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Lakukan Pendampingan Dalam Upaya Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Pada Remaja

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 18 Desember 2023
Gambar 1. Klien dan Praktikan

JurnalPost.com – Santa Claudiya Novita Simanjuntak, mahasiswa PKL 2 Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU mahasiswi bimbingan Bapak Randa Putera Kasea Sinaga S.Sos, M.Kesos selaku Dosen Pembimbing Lapangan dan Bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos, M.Kesos. selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Praktik Kerja Lapangan 2, melaksanakan Praktik Kerja Lapangan selama satu semester di Kantor Kecamatan Siantar Marihat Kota Pematangsiantar yang beralamat di Jalan Melanthon Siregar No. 36. Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan 2.

Menurut World Health Organization (WHO), remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun, menurut Peraturan Kesehatan RI Nomor 25 tahun 2014, remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-18 tahun. Dimana remaja mempunyai rasa keingintahuan yang besar dan sedang mengalami proses perkembangan sebagai persiapan memasuki masa dewasa.
Percaya diri adalah kemampuan dalam menyakinkan diri pada kemampuan yang kita miliki atau kemampuan untuk mengembangkan penilaian positif baik untuk diri sendiri ataupun lingkungan sekitar.

Praktikan memilih beberapa klien yang mersa dirinya kurang percaya diri. Praktikan memilih lokasi di Kelurahan Suka Makmur, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar. Dalam membantu klien, Saya selaku praktikan menggunakan metode umum Tahapan Intervensi Sosial Groupwork yaitu :

1. Tahap Engagement, Intake, Contract

Pada tahap engagement praktikan sebagai pekerja social melakukan perkenalan terlebih dahulu kepada klien dan berbincang-bincang untuk membangun relasi kepada para klien. Dalam tahap intake praktikan memperkenalkan diri pada klien sebagai educator dan menjelaskan apa itu tentang kepercayaan diri. Pada tahap contract, disini praktikan memberikan perjanjian untuk kesepakatan dalam hal pertemuan dalam melaksanakan mini project tentang upaya menumbuhkan kepercayaan diri pada remaja.

2. Tahap Assesment

Pada tahap ini praktikan menggali informasi terkait tentang kepercayaan diri klien. Saat menggali informasi tentang kepercayaan diri tersebut, klien terlihat tertutup atau malu. klien merupakan orang yang rajin dan memiliki minat ataupun bakat akan tetapi klien idak percaya diri akan bakat yang ia miliki. Seperti yang telah dijelaskan di atas, klien ingin mengatasi permasalahan kepercayaan dirinya. Lalu, penulis mulai menyusun rencana intervensi untuk mengatasi permasalahan klien. Intervensi yang dirasa tepat untuk klien adalah menggunakan metode Focus Group Disscussion (FGD) adapun perencanaan yang dilakukan yaitu memberikan informasi/berdiskusi tentang bagaimana cara untuk lebih percaya diri. Dengan melakukan perencanaan ini, diharapkan klien dapat merubah pikiran negative yang membuat jadi tidak percaya diri.

3. Tahap Planning

Pada tahap ini praktikan menyusun beberapa program atau informasi tentang bagaimana membangun rasa percaya diri yang akan dijelaskan pada para klien. Selain itu tahap ini praktikan menggunakan pendekatan direktif, dilakukan berlandaskan asumsi bahwa community worker tahu apa yang dibutuhkan dan apa yang baik untuk masyarakat/klien.

4. Tahap Intervensi

Pada tahap ini klien menjelaskan apa yang menjadi ketidakpercayaan klien pada dirinya dan disini praktikan melatih klien untuk mengubah pola pikirnya yang negative menjadi pikiran positif yang akan berdampak pada perilakunya. Praktikan menjelaskan tentang bagaimana cara untuk lebih percaya diri yaitu :

a. Membangun Pola Pikir yang Positif : Cara meningkatkan percaya diri yang pertama adalah berpikir posiif. Disini praktikan menjelaskan pada klien, jika klien selalu merasa kurang bisa memahami sesuatu klien harus mencoba untuk membentuk pola pikir yang positif dalam diri klien tersebut.

b. Kenali kekurangan dan kelebihan : Klien harus lebih focus pada kelebihan yang dimiliki dan diharapkan mampu mengembangkan kemampuan tersebut.

c. Fokus pada langkah atau perubahan kecil : Disini Praktikan mengatakan pada klien jangan berkecil hati jika keadaan tidak membaik secepat yang dibayangkan, perubahan kecil yang dilakukan sekarang pada akhirnya akan tumbuh menjadi perubahan yang besar dan membuat klien tersebut terus maju dan berkembang.

d. Lakukan hal yang disukai : Cara meningkatkan percaya diri bisa dilakukan dengan cara menghabiskan waktu luang dengan kegiatan-kegiatan yang disukai.

e. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain : Klien diharapkan berhenti membandingkan diri dengan orang lain, baik itu soal penampilan, prestasi, maupun pencapaian yang telah diraih. Dikarenakan bahwa setiap orang memiliki jalannya sendiri dan hidup bukanlah sebuah perlombaan.

f. Bergaul dengan orang-orang yang positif : Bergaul dengan orang-orang yang positif dan suportif dapat membuat klien akan lebih termotivasi menjadi orang yang lebih baik, sehingga dapat berkembang menjadi pribadi yang percaya diri.

5. Tahap Evaluasi

Pada tahap ini klien di monitoring oleh praktikan tentang bagaimana perkembangan atas rasa kepercayaan diri pada klien tersebut. Klien mengatakan bahwa telah ada perubahan sedikit dalam hal klien berhenti membandingkan dirinya dengan orang lain dan lebih membangun pola pikir yang lebih positif.

6. Tahap Terminasi

Tahap ini merupakan tahapan akhir, dimana di tahap ini Praktikan menyelesaikan kontrak dengan klien. Penulis mengucapkan terima kasih kepada klien atas partisipan mereka dalam kegiatan mini project penulis.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/mahasiswa-pkl-2-fisip-usu-program-studi-ilmu-kesejahteraan-sosial-lakukan-pendampingan-dalam-upaya-menumbuhkan-rasa-percaya-diri-pada-remaja/9259/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 14:22.