JurnalPost.com – Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Kabuaten Sragen merupakan desa dengan potensi pertanian sebagai sektor utama yang ditekuni sebagian besar masyarakatnya. Sukorejo memiliki potensi pertanian dengan hasil utama berupa padi organik. Pada tahun 2022 padi yang diproduksi mencapai 1,6 ton/ha dengan luas lahan mencapai 132 ha. Disamping banyaknya hasil pertanian yang melimpah terdapat limbah pertanian yang melimpah pula. Namun, masyarakat belum optimal mengelola potensi yang ada sehingga diperlukan pemberdayaan masyarakat yang strategis dan berkelanjutan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Berkaitan dengan hal tersebut, sebagai bagian dari implementasi Zero Waste Integrated Farming System mahasiswa KKN Tematik Undip melakukan pelatihan pemanfaatan sekam padi sebagai bahan media tanam. Kelompok Wanita Tani Dewi Shinta RT 06 Desa Sukorejo berpartisipasi dalam pelatihan pembuatan media tanam. Dimana penyampaian materi dan praktik pembuatan media tanam dilakukan di pekarangan rumah ketua Kelompok Wanita Tani (KWT). Sementara itu, akan dilakukan monitoring dan evaluasi rutin setiap bulan terhadap tata cara pembuatan media tanam. Kegiatan pelatihan ini merupakan realisasi dari program IDBU-KKN Tematik Universitas Diponegoro dengan ketua pelaksana Dr. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan pada hari Senin, 21 Agustus 2023. Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan monitoring hingga akhir Desember 2023. “Desa Sukorejo memang terkenal dengan pertaniannya, menghasilkan banyak limbah pertanian, sehingga banyak sekam padi yang tidak terpakai. Adanya pelatihan ini membantu kami mengatasi limbah pertanian yang melimpah,” ungkap Ibu Nanik selaku peserta pelatihan.
Sekam padi merupakan bahan yang cocok untuk media tanam seperti cabai, tomat, dan terong karena kandungan bahan organiknya yang tinggi dan memiliki kemampuan yang baik dalam menahan air. Selain itu, komponen silikat yang terdapat pada sekam padi juga terbukti tahan terhadap serangan hama.

Pembuatan media tanam dari sekam padi pun mudah dan sederhana. Ibu Ibu kelompok tani dapat membuatnya sendiri di rumah. Pertama cukup dengan ratakan sekam padi yang telah dibakar menjadi arang, kompos, dan tanah di atas terpal secara merata dengan perbandingan 1:1:2. Kemudian, campurkan dan masukkan ke dalam polybag berukuran 35×35 cm. Setelahnya media tanam dapat langsung digunakan. Untuk sekam 12,5 kg menghasilkan 20 polybag media tanam.
Diharapkan dengan diberikannya pelatihan ini, ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) akan terinspirasi untuk mengolah limbah dan menghasilkan produk yang berdaya saing. Kelompok Wanita Tani (KWT) mampu membuat media tanam yang kaya akan unsur hara dan nutrisi. Hal ini guna membentuk masyarakat yang kreatif dan mandiri.
Penulis
Anis Fida Septiana Dewi
Fakultas Kesehatan Masyarakat