Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Mahasiswa KKN R5 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Perkenalkan Inovasi Olahan Ubi di Desa Pacet

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 16 Januari 2026
(Foto Dokumentasi Asli Bersama Ibu Ibu PKK Desa Pacet Kabupaten Mojokerto)

JurnalPost.com – Di Desa Pacet, Kabupaten Mojokerto, ubi menjadi salah satu bahan pertanian yang mudah dijumpai. Selama ini, ubi sering dianggap sebagai makanan pokok yang hanya bisa disajikan dengan cara direbus atau digoreng. Walaupun terlihat simpel, ubi menyimpan potensi besar sebagai bahan baku untuk usaha rumahan yang dapat menghasilkan keuntungan. Menyadari peluang tersebut, mahasiswa Sub Kelompok 7 KKN R 5 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya meluncurkan inovasi dalam pengolahan ubi yang menghasilkan tiga produk baru, yaitu brownies ubi, bola ubi, serta gabin ubi.

Program ini tidak hanya dirancang untuk mengajarkan cara pengolahan makanan, tetapi juga untuk mendorong para ibu PKK agar menjadikan ubi sebagai peluang usaha yang realistis meskipun dengan modal yang minim. Ketiga produk tersebut dipilih karena proses pembuatannya relatif mudah, memanfaatkan peralatan dapur yang sering digunakan, serta bahan baku yang mudah didapat di lingkungan sekitar. Dengan pendekatan ini, para ibu PKK bisa memulai usaha tanpa perlu menyerahkan sejumlah besar investasi.

Namun, hanya meluncurkan produk baru tidaklah cukup. Oleh sebab itu, mahasiswa KKN telah menghadirkan konsep perencanaan bisnis yang sederhana, mudah dipahami, dan dapat segera diterapkan. Ibu-ibu PKK diajak untuk belajar tentang bagaimana merancang usaha, mulai dari menghitung biaya produksi, menentukan harga jual yang wajar, hingga memperkirakan keuntungan yang bisa diperoleh. Contohnya, dalam pembuatan brownies berbahan dasar ubi, biaya bahan bisa diminimalkan karena ubi merupakan hasil pertanian lokal, sehingga harga jual tetap terjangkau tetapi tetap memberikan profit yang baik.

Selain berfokus pada biaya, perencanaan usaha juga mencakup strategi pemasaran. Produk-produk seperti brownies ubi, bola ubi, dan gabin ubi direncanakan untuk dijual terlebih dahulu di komunitas sekitar, seperti dalam kegiatan arisan PKK, acara desa, hingga ditawarkan di warung terdekat. Metode ini dianggap efektif karena tidak membutuhkan anggaran promosi yang besar, namun dapat membangun kepercayaan pelanggan secara bertahap. Kemasan yang simpel namun rapi juga menjadi elemen penting dalam perencanaan bisnis untuk membuat produk tampak menarik dan layak untuk dijual.

Namun, sekadar menciptakan produk baru tidaklah mencukupi. Oleh sebab itu, mahasiswa KKN telah menghadirkan ide perencana bisnis yang sederhana, yang mudah dimengerti dan bisa segera diterapkan. Ibu-ibu PKK diajak untuk memahami bagaimana merencanakan usaha, mulai dari menghitung pengeluaran produksi, menentukan harga jual yang adil, hingga memperkirakan laba yang akan didapat. Contohnya, dalam proses pembuatan brownies dari ubi, biaya bahan dapat ditekan karena ubi merupakan produk lokal, sehingga harga jual tetap bersahabat namun tetap memberikan keuntungan.

Selain fokus pada biaya, perencanaan usaha juga mencakup taktik pemasaran. Produk seperti brownies ubi, bola ubi, dan gabin ubi dirancang untuk dijual pertama-tama di lingkungan sekitar, seperti dalam arisan PKK, acara desa, hingga titip jual di warung terdekat. Pendekatan ini dianggap efektif karena tidak memerlukan anggaran promosi yang besar, tetapi bisa membangun kepercayaan konsumen secara bertahap. Kemasan yang sederhana namun rapi juga berfungsi sebagai bagian penting dalam perencana bisnis agar produk terlihat menarik dan layak untuk dijual.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berkeinginan agar ibu-ibu PKK tidak hanya memperoleh keterampilan baru dalam mengolah ubi, tetapi juga dapat mengembangkan pola pikir kewirausahaan. Usaha kecil yang dimulai dari rumah, jika direncanakan dengan baik, berpotensi menjadi tambahan sumber pendapatan bagi keluarga. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi perempuan di desa serta meningkatkan nilai dari komoditas lokal.

Akhirnya, pengelolaan ubi menjadi brownies ubi, bola ubi, dan gabin ubi bukan hanya sekedar inovasi dalam dunia pangan, tetapi juga langkah kecil menuju usaha yang berkelanjutan. Ketika potensi lokal dikelola dengan kreativitas dan perencanaan bisnis yang tepat, keterbatasan modal bukan lagi rintangan, melainkan tantangan yang bisa diubah menjadi kesempatan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN R5 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya bertujuan agar para ibu anggota PKK tidak hanya mendapatkan keahlian baru dalam pengolahan ubi, tetapi juga untuk dapat mengasah pola pikir kewirausahaan. Bisnis kecil yang dimulai dari rumah dapat, jika dirumuskan dengan matang, berpotensi menambah penghasilan keluarga. Selain itu, kegiatan ini diharapkan bisa mendorong kemandirian ekonomi perempuan di desa dan meningkatkan nilai dari produk lokal.

Pada akhirnya, pengolahan ubi menjadi brownies ubi, bola ubi, dan gabin ubi bukan hanya sekadar inovasi dalam sektor pangan, tetapi juga langkah awal menuju usaha yang berkelanjutan. Ketika potensi lokal dikelola dengan inovasi dan strategi bisnis yang efektif, kekurangan modal tidak lagi menjadi kendala, melainkan tantangan yang bisa diubah menjadi peluang.

Ditulis oleh Mahasiswa KKN R5 Desa Pacet Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya :
1. Muhammad Fauzi Saputra- 1122300065 Ilmu Adminitrasi Negara
2. Marshanda Sekarningrum- 1152200077 Ilmu Komunikasi
3. Haris Septian- 1422200091 Teknik Mesin
4. Vera Rambu Nggongi- 1222200162 Akutansi
5. Nur Hayati Agustina- 1412200237 Teknik Industri

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/mahasiswa-kkn-r5-universitas-17-agustus-1945-surabaya-perkenalkan-inovasi-olahan-ubi-di-desa-pacet/23484/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 22:20.