Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Mahasiswa KKN MMK Internasional UIN Walisongo Semarang Bekali Pembelajaran Keagamaan Dengan Peningkatan Public Speaking di Ma’had Tahfidz Darul Falah Selangor

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 22 Juli 2023

JurnalPost.com – Peningkatkan rasa percaya diri sebagai bekal menjadi seorang santri dan akademisi di kemudian hari, KKN MMK Internasioanal UIN Walisongo Semarang yang tergabung dalam satu kelompok berisikan 7 mahasiswa di Kampung Peket 100, Sungai Bernam, Negeri Selangor Malaysia mengadakan kegiatan pembelajaran berbasis peningkatan “ Public Speaking” . Kegiatan yang berlangsung mulai pada tanggal 15 Juli 2023 itu merupakan salah satu program kerja yang diusung oleh mahasiswa KKN International UIN Walisongo.

Pencetus awal ide pelatihan ini berasal dari hasil survey yang dilakukan mahasiswa KKN setelah melakukan wawancara bersama pengurus Ma’had Tahfidz Darul Falah Selangor. Berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Jamali Husein salah satu pengurus Ma’had Tahfidz Darul Falah mengatakan bahwa “ kekurangan santri disini yaitu masih belum mampu dan kurang percaya diri dalam hal public speaking, hal ini tentunya juga merupakan tantangan bagi mereka sendiri kelak di kemudian hari nantinya jika diharuskan berkompetisi dalam dunia Pendidikan jika retorika dan pola public speaking masih belum tertata dan rapi,” ujarnya.

Suci Rahmawati salah satu mahasiswa KKN menyampaikan, “Jumlah mereka yang banyak akan menjadi modal yang bagus. Upaya tim KKN yakni memberi suntikan dalam hal pengembangan soft skills berupa public speaking. Jadi, kami berpikir perlu adanya upaya edukasi terkait hal ini,” ujar Suci.

Pembelajaran diikuti oleh santri yang terdiri dari dua tingkat yakni tingkat MTs/SMP dan SMA/MA. Pengasuh Ma’had Tahfidz Darul Falah mengapresiasi program yang dijalankan oleh tim KKN UIN Walisongo.

Dalam penjelasannya, mahasiswa KKN menyampaikan bahwa untuk memulai belajar public speaking harus diawali dengan dua hal, yang pertama niat dan yang kedua adalah percaya diri. Di samping itu, kuncinya adalah praktik, evaluasi, diskusi, dan eksekusi.

Menariknya, selama kegiatan, ada sesi ketika santri Ma’had Tahfidz Darul Falah diminta praktik berbicara ke depan secara langsung. Selain untuk melatih mentalitas dalam berbicara di depan umum. Para santri merasa sangat senang dan berterima kasih karena telah mendapatkan wawasan baru serta memunculkan minat belajar terkait public speaking.

“Kami bersyukur bisa berbagi ilmu kepada adik-adik di sini, mereka punya cukup modal untuk berdakwah, hanya mereka masih malu-malu, belum percaya diri. Saya lihat tadi beberapa alasan yang mereka sampaikan rata-rata malu, gugup, bingung, tidak percaya diri, dan paling fatal adalah tidak tahu apa yang mau disampaikan,” ujar Azkiya salah satu peserta KKN Internasional UIN Walisongo.

Menurutnya, gagal mempersiapkan sama dengan mempersiapkan kegagalan, jadi untuk menghindari masalah-masalah tadi, diperlukan persiapan yang matang. Ia mengumpamakan public speaking sama seperti ujian sekolah, jika malamnya tidak belajar, maka saat ujian akan kebingungan.

Di akhir sesi pembelajaran tim KKN UIN Walisongo memberikan penguatan verbal untuk santri-santri.

“Jika peluru hanya mampu menembak satu kepala, maka dengan bicaralah kamu mampu menembak jutaan kepala,” ujar Laila salah satu tim KKN Internasional UIN Walisongo.
Reporter: Erfin Rusli

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/mahasiswa-kkn-mmk-internasional-uin-walisongo-semarang-bekali-pembelajaran-keagamaan-dengan-peningkatan-public-speaking-di-mahad-tahfidz-darul-falah-selangor/2799/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 14:17.