Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

MAHASISWA KESEJAHTERAAN SOSIAL FISIP USU TANAMKAN RASA PERCAYA DIRI BERMENTAL BAJA PADA ANAK BINAAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS I MEDAN

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 19 Desember 2023

JurnalPost.com – Adapun Salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat. Pengabdian Masyarakat ini didukung dengan melalui mata kuliah Praktek Kerja Lapangan (PKL). Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini merupakan sebuah wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan teori – teori yang diterima pada saat proses pembelajaran di bangku kuliah dan memberi dampak positif bagi masyarakat. Melalui praktek kerja ini mahasiswa akan dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh dibangku perkuliahan kedalam lingkungan kerja yang sebenarnya serta mendapat kesempatan untuk mengembangkan cara berfikir, menambah ide yang berguna dan menambah pengetahuan mahasiswa terhadap apa yang ditugaskan kepadanya.

Kegiatan Praktik Kerja Lapangan atau yang lebih dikenal dengan PKL merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa/I Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. Sebagai Mahasiswa Semester 7 Tasya Novriyanti dengan NIM 200902011 mahasiswi melakukan kegiatan PKL 2 di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Medan yang beralamat di Jl. Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan. Kegiatan Praktikum ini berlangsung kurang lebih selama 3 bulan yang dimulai sejak 11 September 2023 hingga 8 Desember 2023 yang dilakukan lima hari seminggu yaitu dari hari senin hingga jumat. Pada kegiatan Praktikum ini dibimbing oleh Bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos, M.Kesos selaku Supervisor Sekolah.
Metode yang digunakan pada Praktek Kerja Lapangan II ini merupakan level intervensi mezzo dalam metode intervensi groupwork. Pada kegiatan Praktikum II juga diwajibkan membuat mini project yang berguna untuk membantu klien menyelesaikan permasalahannya dengan metode intervensi groupwork.

Groupwork atau kelompok kecil adalah kelompok yang terdiri dari 2 orang atau lebih dan mereka saling berinteraksi satu sama lain secara langsung, dimana mereka menyadari bahwasannya mereka adalah teman sekelompok yang saling bergantung untuk mencapai tujuan Bersama.

Selama masa Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tasya ditempatkan pada seksi pembinaan yang memiliki banyak kegiatan untuk anak binaan, Tasya juga ikut serta dalam kegiatan yang telah dibuat oleh LPKA seperti Sekolah Moralitas pada hari Selasa dan Kamis, Sekolah Nonformal pada hari Senin, Selasa dan Rabu, selain itu ada juga kegiatan kebaktian yang dilaksanakan setiap hari, berlatih bermain alat musik, kelas Bahasa inggris dan menggambar, pelatihan futsal dan masih banyak lagi.

Sebelum melakukan mini project, Tasya melakukan pendekatan dan perkenalan di bulan pertama, hal dilakukan agar proses yang akan dilaksanakan kedepannya dapat berjalan secara lancar. Pada masa awal melakukan praktikum ini, Tasya melakukan pendekatan dengan ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan anak binaan seperti kegiatan sekolah, bermain musik, dan berbagai kegiatan lainnya. Selain itu pada bulan pertama Praktikum ini, Tasya juga memberikan materi dan poster mengenai “Tampil Percaya Diri Bermental Baja” yang bertujuan untuk meningkatkan Kembali rasa percaya diri mereka serta percaya diri dengan kemampuan yang mereka miliki. Selain itu Tasya juga ikut serta dalam kegiatan yang dilaksanakan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak ini seperti mengawas sekolah moralitas, sekolah paket A, B dan C serta kegiatan lainnya.

Setelah melakukan beberapa pendekatan, Tasya melakukan mini project di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Medan dan mendapati sebuah permasalahan yaitu 8 orang anak yang menjadi klien Tasya merasa bosan dengan kegiatan yang dilakukan selama menjalani pembinaan di LPKA serta rasa rindu keluarga yang semakin besar. Untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi anak-anak binaan, Tasya menggunakan metode Groupwork dengan tahapan berikut:

1. Tahap Assesment: merupakan tahapan yang diawali dengan melakukan pendekatan kelompok yang dimulai dari perkenalan diri satu sama lain. Pada tahapan ini juga praktikan memulai untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi pada kelompok tersebut. Sembari melakukan sharing, Tasya juga melakukan penggaian masalah dengan menggunakan tools FGD ( Focus Group Discussion). Di tahap awal ini, Tasya mulai mengidentifikasi masalah serta potensi yang dimiliki oleh kelompok dengan menggunakan metode MPA (Methodology Participatory Assesment) dimana Tasya mengajak 8 anak binaan untuk menuliskan masalah-masalah dan potensi yang mereka miliki dalam sticky note kemudian menempelkannya di papan tulis. Klien memberikan pengakuan bahwa mereka merasa sangat bosan dengan kegiatan selama menjalani pembinaan di LPKA, selain itu mereka juga rindu dengan keluarga akan tetapi merasa gengsi untuk menyampaikan perasaan meskipun klien sering dikunjungi oleh keluarga.

2. Perencanaan: Tahap untuk menyusun dan mengembangkan pelayanan yang menyeluruh untuk klien sesuai dengan hasil assesment. Hasil-hasil identifikasi masalah yang didapatkan dari tahap assesmen kemudian disusun menjadi suatu formulasi masalah dan selanjutnya dapat ditetapkan prioritas masalah yang digunakan untuk menyusun perencanaan. Perencanaan merupakan sebagian dari aktivitas yang penting dalam proses penyelesaian masalah. Siporin (1975) dan Skidmore (1997) menganggap strategi atau perencanaan adalah untuk mencari ketepatan, kesesuaian metode, sumber dan prosedur dalam menjalankan pengaruh untuk mencari sumber dan menentapkan tujuan. Pada tahap ini Tasya mengajak anak binaan untuk menentukan alternatif program dengan menggunakan pendekatan Non-direktif (partisipatif) hal ini agar anak binaan ikut berperan aktif dalam menentukan ide-ide alternatif program yang disesuaikan dengan potensi yang dimiliki oleh anak binaan. Setelah itu Tasya merumuskan dan menentukan program-program yang akan dilakukan berdasarkan hasil diskusi interaktif yang telah dilaksanakan. Disini Tasya menjalankan beberapa kegiatan yang dapat mengembangkan kreativitas anak binaan seperti kegiatan bermusik, kertas kreativitas motivasi serta letter for family dimana klien menuliskan dan menyampaikan perasaan kepada keluarganya melalui sebuah surat yang kemudian akan diberikan kepada keluarganya ketika berkunjung. Selain itu Tasya juga memberikan beberapa motivasi kepada anak binaan serta meminta mereka untuk menyampaikan planning mereka kedepannya setelah keluar dari LPKA, hal ini bertujuan agar anak binaan memiliki pemikiran dan pandangan yang positif serta termotivasi dalam menyelesaikan pembinaan.

3. Intervensi: pada tahap ini Tasya sudah menjalankan program yang sudah direncanakan dan terus memantau perkembangan klien. Sejauh ini Tasya sudah melihat ada perubahan pada 8 anak binaan dibandingkan sebelumnya selain itu Tasya juga mengajak klien untuk mengembangkan bakat yang mereka miliki atau mencoba hal yang baru dan bisa dilakukan selama di LPKA. Tasya juga memberikan beberapa motivasi kepada anak binaan serta meminta mereka untuk menyampaikan planning mereka kedepannya setelah keluar dari LPKA, hal ini bertujuan agar anak binaan memiliki pemikiran dan pandangan yang positif serta termotivasi dalam menyelesaikan pembinaan.

4. Evaluasi Program: Dalam tahapan ini Tasya melakukan evaluasi terhadap program yang telah dilakukan dan mengetahui hasil dari program tersebut sudah sesuai dengan tujuan yang diinginkan dan perubahan telah banyak terlihat dari klien. Selama program berlangsung, klien mengaku lebih bisa berpikir positif tentang dirinya sendiri dan semakin bersemangat dalam menjalani proses pembinaan di LPKA Kelas I Medan

5. Terminasi: Pada tahapan ini tujuan yang direncanakan sudah tercapai dan terpenuhi, oleh karena itu Tasya menghentikan hubungan dengan klien dan memberhentikan bantuan kepada klien dikarenakan sudah memiliki banyak perubahan yang baik.

Setelah semua tahapan telah dilaksanakan maka praktikum yang dijalankan selama kurang lebih 3 bulan harus berakhir. Penulis ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada Bapak Tri Wahyudi, Bc, IP., S.H Selaku Kepala LPKA Kelas I Medan, seluruh staf dan pegawai terutama pada Seksi Pembinaan Bapak Johannes Sitepu Sebagai Kepala Seksi Pembinaan LPKA, Bapak Junaidi, Bapak Ahmad Mahmudi, Ibu Evy Sinulingga, Ibu Arum, Ibu Widya, bang reza, bang dedi dan serta bang dani serta Staff Seksi Pembinaan Lainnya yang sudah berkenan menerima Tasya untuk melakukan pratikum serta membuat mini project Bersama klien selama kurang lebih 3 bulan.

(Oleh Tasya Novriyanti, Mahasiswi Kesejahteraan Sosial FISIP USU).

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/mahasiswa-kesejahteraan-sosial-fisip-usu-tanamkan-rasa-percaya-diri-bermental-baja-pada-anak-binaan-di-lembaga-pembinaan-khusus-anak-kelas-i-medan/9272/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 14:22.