Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial Fisip Usu Melakukan Kegiatan Pkl 2 Di Kantor Camat Lubuk Pakam Dan Menjalankan Mini Projects Kepada Anak-Anak Korban Bullying Di Kecamatan Lubuk Pakam

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 13 Desember 2023

JurnalPost.com – Siti Safitri (200902008) merupakan Mahasiswa PKL 2 Ilmu Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU) yang melaksanakan Praktikum di Kantor Camat Lubuk Pakam di Jl. Tengku Raja Muda No.32, Petapahan, Kec. Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20518. Praktikum yang dilakukan oleh praktikan berlangsung selama kurang lebih 3 bulan,yang dibimbing oleh Supervisor Sekolah yaitu Bapak Agus Suriadi,S.Sos.,M.Si dan Supervisor Lembaga yaitu Bapak Rinaldi Kesuma S.IP serta Dosen Pengampu Mata Kuliah PKL 2 yaitu Bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos.,M.Kesos.

PKL atau Praktek Kerja Lapangan merupakan kegiatan pembelajaran dan pelatihan yang dilakukan  siswa dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuannya terhadap mata pelajaran dan mata kuliah yang telah diajarkan sebelumnya serta memperoleh pengalaman  langsung dalam kehidupan kerja.

Kantor camat lubuk pakam memiliki beberapa ruangan seperti kantor camat, sekertaris camat,kasi kessos,kasi pemerintahan,Paten (Pelayanan Administrasi Terpadu),kasi PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa),Kasi Trantib,ruangan untuk foto KTP dan bagian keuangan.

Adapun pelayanan-pelayanan yang diberikan oleh kantor lubuk pakam yaitu:

  • Paten (Pelayanan Administrasi Terpadu Lubuk Pakam) : Paten di kecamatan Lubuk Pakam bertugas untuk mengurus KTP, Surat Pindah,Akte kelahiran, disabilitas,Surat Keterangan Tidak Mampu,Surat untuk melengkapi kelengkapan KIS dan PKH.. Pelayanan loket khusus disabilitas (lansia, disabilitas,orang cidera,wanita hamil),Loket 1 (penerbitan kartu keluarga, Penerbitan surat pindah antar desa, penerbitan surat pindah antar kecamatan,penerbitan surat pindah antar provinsi,dan Penerbitan akte kelahiran), Loket 2 (penerbitan surat keterangan miskin,ahli waris/keterangan waris /kuasa waris,dan Legalisasi)
  • Kasi Pemerintahan : Kasi Pemerintahan di kantor kecamatan lubuk pakam mengurus mengenai segala hal yang berkaitan dengan surat tanah
  • Kasi Kessos: Kasi Kessos di kantor kecamatan lubuk pakam mengurus hal-hal yang berkaitan dengan bantuan sosial,ahli waris,pasar murah,pemberian gaji untuk gali kubur dan Bilal,dan juga hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan sosial.
  • Kasi PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) : Kasi PMD di kantor kecamatan lubuk pakam mengurus segala aspek yang berkaitan dengan masyarakat seperti kegiatan PKK.
  • Kasi Trantib: Kasi Trantib di Kantor Kecamatan Lubuk Pakam bertugas untuk menjaga keamanan dan ketertiban yang ada di daerah lubuk pakam.
  • Kasi kebersihan: Kasi Kebersihan di kantor camat lubuk pakam bertugas untuk menjaga kebersihan di daerah Lubuk Pakam terkait mengangkat sampah yang ada di sekitar lubuk pakam dan mennyapu di pinggir jalan.

Kegiatan yang saya lakukan selama saya melakukan Kegiatan PKL 2 yaitu: Menjaga Loket Pelayanan Administrasi (Dalam hal ini,saya ditugaskan untuk menjaga loket pelayanan administrasi seperti mengurus hal-hal yang berkaitan dengan SKTM, Mengurus Surat penerbitan PKH dan KIS,membantu untuk mengisi data-data masyarakat yang ingin mengurus surat pindah kartu keluarga  dan akte kelahiran dan juga mengarahkan kepada masyarakat yang ingin mengurus KTP), Membantu dalam memberikan gaji kepada Gali kubur dan Bilal,Menyusun Surat-surat tanah, Mencatat Nama-nama Masyarakat Penerima Bantuan BAZNAS,Membuat surat, Memberikan Nomor pada kartu Jukir (Juru Parkir) dan fotocopy surat-surat kantor .

Di Kecamatan Lubuk Pakam memiliki berbagai macam Permasalahan Seperti : Kemiskinan, Pengangguran,Pembegalan,perampokan,pencurian, Narkoba,Kekerasan dalam Rumah Tangga, Banyak anak-anak yang masih di bawah umur menjadi korban bullying,anak jalanan,dll.Oleh sebab itu,saya mengambil kasus mengenai kemiskinan dan bullying. Yang dimana ,klien saya merupakan anak-anak yang memiliki permasalahan dalam ekonomi dan mereka merupakan korban bullying di sekolahnya. Sehingga Saya  melakukan mini Projects berupa “Sosialisasi Edukasi Terkait Pencegahan Bullying dalam kegiatan Membangun Jiwa Kreativitas anak dengan membuat kerajinan tangan “ dengan tujuan untuk membantu klien saya dalam menyelesaikan permasalahannya. Dalam Group Work ini klien saya terdiri dari 6 orang yang berusia 8-11 tahun. Mereka memiliki latar belakang permasalahan yang sama yaitu mereka berasal dari keluarga yang memiliki keterbatasan dalam ekonomi ,orang tua mereka ada yang sebagai penerima PKH dan Bansos dan mereka merupakan korban bullying. Dalam membantu menyelesaikan permasalahan klien saya menggunakan metode group work pada level intervensi mezzo. Adapun tahapan yang digunakan merupakan tahapan umum berupa : Engagement, Intake dan Contract, Assessment, Planning, Intervensi, Evaluasi,dan Terminasi .

Tahapan dari Metode Group Work yaitu :

  1. Engagement, Intake, dan Contract : Tahapan ini merupakan tahapan awal dari pekerjaan sosial atau tahapan awal pemberian pertolongan dengan melakukan kontrak awal pekerja sosial dengan klien yang akan berakhir untuk terlibat dalam keseluruhan proses.

Pada tahapan awal saya melakukan pendekatan awal terlebih dahulu dengan klien saya,yang dimana klien saya terdiri dari 6 orang yaitu : Akbar,Fitri,Agung,Raden,Evan dan Ridwan  Mereka berusia 8-11 tahun. Mereka semua masih duduk di bangku sekolah dasar. Kemudian saya melakukan pendekatan awal dengan klien dengan cara memperkenalkan diri,saya pun langsung memberikan penjelasan kepada mereka mengenai maksud dan tujuan saya dalam melakukan kegiatan praktikum. Selain itu,saya juga menjelaskan secara singkat terkait pekerja sosial dan kesejahteraan sosial. Setelah klien saya sudah memahami maksud dan tujuan saya,saya pun memberikan kuis tentang kewarganegaraan dan perhitungan kepada klien saya,dengan tujuan untuk membuat mereka merasa senang dan untuk mengetahui tingkat kemampuan dari mereka. Kemudian pun saya menjelaskan mengenai contacts yang akan dilakukan untuk kedepannya kepada klien.

  1. Assessment : Suatu tahapan untuk mengidentifikasi dari permasalahan klien.

Pada tahapan ini saya mulai menggali masalah atau mengidentifikasi permasalahan yang tengah dihadapi oleh klien saya pada saat ini. Selain itu,saya juga menggali kelebihan dan kekurangan di dalam diri klien beserta hobi yang dimiliki oleh klien.Pada tahapan ini saya menggunakan FGD (Forum Groups Discusion) sebagai landasan wawancara dan saya juga menggunakan tools assessment ecomap. Yang dimana,Setelah saya melakukan kegiatan Assessment saya pun mengetahui permasalahan yang sedang dihadapi oleh beberapa klien saya. Adapun permasalah yang tengah dihadapi oleh beberapa klien saya yaitu :

  • Klien dalam group work ini memiliki latar belakang yang sama yaitu kedua orang tua mereka memiliki keterbatasan dalam ekonomi atau mereka berasal dari keluarga yang serba kekurangan. Adapun pekerjaan kedua orang tua mereka yaitu : tukang becak, pedagang keliling,buruh pabrik,supir truk.
  • Beberapa orang tua dari klien saya sudah bercerai
  • Klien dalam group work ini merupakan korban bullying.
  • Adanya kurang percaya diri di dalam diri klien saya
  1. Planning (Perencanaan) : Tahapan Planning merupakan perencanaan program yang akan dibuat untuk menyelesaikan permasalahan yang telah dialami oleh klien.

Pada tahapan ini saya memiliki sebuah perencanaan untuk memecahkan permasalahan-permasalahan dari beberapa klien saya dan saya memberikan penjelasan kepada klien saya terkait perencanaan yang akan saya lakukan, sebelum saya menjelaskan mengenai perencanaan program saya,saya pun menanyakan terlebih dahulu kepada klien saya,apakah mereka setuju untuk dilakukan perencanaan ini, Adapun perencanaan yang saya lakukan yaitu :

Sosialisasi dan Edukasi Terkait Pencegahan Bullying

Tujuan dari adanya kegiatan sosialisasi dan edukasi yaitu memberikan pengetahuan secara mendalam  terkait pencegahan bullying.Bullying adalah Sebuah kegiatan penindasan yang sering sekali dilakukan secara berkelompok di lingkungan sekolah,kelompok yang melakukan bullying lebih cenderung merasa paling kuasa dan menganggap anak lain adalah lemah dibandingkan mereka. Adapun dampak yang diakibatkan dari perilaku bullying yaitu:

  1. Kurangnya tingkat Kepercayaan diri yang dimiliki oleh Korban Bullying .
  2. Gangguan Mental yang dialami oleh Korban Bullying
  3. Adanya bekas luka di bagian tubuh korban
  4. Meninggal dunia

Tentu saja,dampak dari Bullying ini sangat berbahaya dan Harus diatasi. Meskipun dalam hal ini,klien saya merupakan korban dari bullying saya memberikan pemahaman mereka terkait hal-hal apa saya yang akan dilakukan mereka sebagai korban bullying. Adapun hal-hal yang harus dilakukan mereka sebagai korban bullying yaitu :

  1. Mereka yang termasuk korban bullying harus memberikan perlawanan kepada pelaku korban Bullying,agar pelaku Bullying tidak semena-mena atau tidak sesuka hatinya membully mereka
  2. Melaporkan kepada kedua OrangTua bahwa mereka merupakan korban Bullying. Dengan korban bullying melaporkan kejadian ini kepada kedua orang tua mereka,Orang tua mereka akan lebih menjaga anaknya dengan cara melaporkan perilaku korban bullying kepada orang tua pelaku bullying,guru., apabila kasus bullying sudah parah maka orangtua akan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib. Selain itu,Orang tua juga dapat mengajari anaknya untuk tidak stres dan memikirkan mengenai kejadian yang tengah dialami oleh mereka.
  3. Melaporkan Kepada Guru. Apabila kejadian Bullying dilakukan disekolah maka korban harus melaporkan pelaku kepada guru yang ada di sekolah tersebut,agar guru dengan cepat memberikan pembelajaran dan hukuman kepada pelaku bullying..

Dari Program Sosialisasi dan Edukasi Terkait Pencegahan Bullying, Adapun kegiatan yang dilakukan dari Program ini yaitu :

  • Membangun Jiwa Kreativitas anak-anak dengan kegiatan berupa kerajinan tangan

Kreativitas adalah sebuah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk menghasilkan dan menciptakan suatu hal-hal yang baru seperti: sebuah produk,kerajinan tangan,gagasan atau ide. Kerajinanan tangan yang saya berikan berupa membuat gelang dari benang jahit. Tujuan dari kegiatan ini agar klien saya menjadi orang yang lebih kreatif  dengan adanya sifat kreatif yang dimiliki oleh klien saya,mereka dapat menghasilkan uang dengan karya-karya yang mereka buat.

  1. Intervensi : Tahapan Pelaksanaan Program

Pada Tahapan ini saya mulai melakukan atau melaksanakan program yang telah saya buat. Adapun program tersebut yaitu :

Sosialisasi dan Edukasi Terkait Pencegahan Bullying

Pada kegiatan ini saya menjelaskan kepada klien saya mengenai pemahaman terkait bullying,apa dampak yang ditimbulkan dari bullying dan perlu adanya pencegahan yang dilakukan oleh korban bullying. Selain itu,saya memberikan mereka kuis terkait bullying,dengan tujuan untuk melatih kepercayaan diri mereka dan untuk mengetahui pemahaman mereka terkait bullying. Dalam  Program Sosialisasi dan Edukasi Terkait Pencegahan Bullying, Adapun kegiatan yang dilakukan dari Program ini yaitu :

  • Membangun jiwa kreativitas anak-anak yang berupa kerajinan tangan.

Pada kegiatan ini saya mengajari anak-anak bagaimana caranya membuat gelang dari benang jahit. Hasil dari mereka membuat gelang dari benang jahit dapat membuat anak-anak menjadi Lebih kreatif, meningkatkan jati diri mereka atau mengembangkan kemampuan mereka,lebih percaya diri lagi,dapat menghasilkan uang dengan mereka menghasilkan uang maka mereka tentu saja dapat membantu perekonomian kedua orang tua mereka, meskipun hasil yang didapatkan tidak besar. Selain itu juga,  dapat membuat mereka merasa senang dan tidak stres atau tidak lebih memikirkan permasalahan yang tengah dihadapi oleh mereka.

  1. Evaluasi : merupakan suatu penilaian terhadap sebuah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan dalam sebuah perencanaan.

Pada tahapan ini saya menyuruh mereka untuk bercerita tentang apa saja yang membuat mereka senang atau apa aja yang sedang mereka alami. Dengan tujuan,untuk mengetahui apakah mereka sudah lebih percaya diri. Selain itu,saya bertanya kepada mereka apakah mereka masih dibully lagi atau tidak yang bertujuan untuk mengetahui bahwa tujuan yang telah saya capai sudah berjalan dengan baik,setelah saya menanyakan kepada mereka,mereka pun bilang bahwa mereka sudah tidak di bully lagi. Kemudian,saya melihat adanya perubahan dari diri klien seperti mereka sekarang menjadi lebih mencintai diri mereka sendiri,adanya percaya diri di dalam diri mereka, mereka tidak menjadi korban bullying lagi. Adapun Program yang telah saya lakukan sudah berjalan dengan baik dan berhasil.

  1. Terminasi : Tahapan ini dilakukan apabila tujuan-tujuan yang telah disepakati dari awal telah tercapai dan pengakhiran contract dengan klien.

Pada tahapan ini saya melakukan tahapan pengakhiran contract dengan klien atau pemutusan hubungan dengan klien. Hal ini dikarenakan tujuan yang telah saya berikan sudah berjalan dengan baik.

Oleh : Siti Safitri (200902008), Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/mahasiswa-ilmu-kesejahteraan-sosial-fisip-usu-melakukan-kegiatan-pkl-2-di-kantor-camat-lubuk-pakam-dan-menjalankan-mini-projects-kepada-anak-anak-korban-bullying-di-kecamatan-lubuk-pakam/8613/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 15:44.