
Aceh, JurnaPost.com — Upaya penanganan krisis air bersih pasca banjir terus dilakukan melalui pendekatan edukatif kepada masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dari Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Samudra, yang melaksanakan kegiatan di Desa Tualang Baro, Kecamatan Manyak Payed.
Kegiatan yang berlangsung pada 7 Maret 2026 ini mengusung tema “Edukasi Filter Air dengan Proses Oksidasi Menggunakan Bahan Lokal untuk Mengatasi Krisis Air Bersih Pasca Banjir.” Program ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus solusi praktis kepada masyarakat dalam memperoleh air bersih secara mandiri.
Ketua tim pengabdian, Muhammad Zeki, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pasca banjir, kualitas air seringkali menurun akibat kandungan lumpur, karat, dan zat pencemar lainnya. Oleh karena itu, diperlukan teknologi sederhana yang mudah diterapkan oleh masyarakat.
“Kami mengenalkan sistem filter air berbasis proses oksidasi yang menggunakan bahan-bahan lokal seperti pasir, batu, dan media penyaring lainnya. Selain efektif mengurangi bau dan kandungan besi, sistem ini juga mudah dirawat,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tim tidak hanya memberikan penjelasan teori, tetapi juga melakukan praktik langsung pembuatan dan penggunaan alat penyaring air.
Masyarakat tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari perakitan hingga teknik pembersihan (flushing) agar alat dapat digunakan dalam jangka panjang.
Salah satu warga menyampaikan bahwa program ini sangat membantu, terutama dalam kondisi pasca bencana ketika akses air bersih menjadi terbatas.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Tualang Baro dapat lebih mandiri dalam mengelola air bersih serta memiliki solusi berkelanjutan untuk menghadapi kondisi darurat di masa mendatang.
Program pengabdian ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan solusi langsung bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya dalam bidang lingkungan dan kesehatan.