Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Maggot Sebagai Solusi Dalam Pengolahan Sampah Organik Yang Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi ke Rumah Kompos Dusun Gunungsari Desa Ngesrepbalong

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 22 November 2023

JurnalPost.com – Mahasiswa UNNES GIAT 6 Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal melaksanakan salah satu program kerja wajib mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yaitu dengan melalui kegiatan Sosialisasi dan Penyerahan Maggot. Kegiatan tersebut merupakan solusi dalam memecahkan permasalahan mengenai pengelolaan sampah organik, juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Sosialisasi dan Penyerahan Maggot dilaksanakan pada hari Jumat, 17 November 2023 di Rumah Kompos yang terletak di salah satu Dusun di Desa Ngesrepbalong, tepatnya di Dusun Gunungsari. Sosialisasi dilakukan terhadap warga masyarakat Dusun Gunungsari dan Penyerahan Maggot diwakili oleh Ketua Karang Taruna Dusun Gunungsari yang nantinya akan menjadi tokoh utama dalam mengkoordinir pengolahan sampah organik rumah tangga masyarakat di Dusun Gunungsari.

Foto bersama UNNES GIAT 6 dengan perwakilan karang taruna (Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2023)

Maggot adalah organisme yang berasal dari telur lalat Black Soldier Fly (BSF). Maggot BSF memiliki kandungan protein sekitar 32,31%-60,2%. Maggot dapat menguraikan sampah organik secara cepat dan tepat. Selain itu larva ini juga memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit bakteri dan jamur jika dijadikan pakan ikan dan pakan unggas yang dikonversi alternatif dengan pengelolaan sampah organik.

Oleh karena itu, Maggot BSF diharapkan dapat memberikan alternatif pakan yang murah dan mudah dalam proses budidaya sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan dapat menjadi solusi pengelolaan sampah organik di Dusun Gunungsari, Desa Ngesrepbalong, Kendal. Dalam pelaksanaannya, yang pertama dilakukan dengan mempersiapkan bibit maggot dan perlengkapan yang diperlukan, seperti tempat perawatan serta jaring kandang. Selanjutnya dilakukan perawatan, yaitu penggantian wadah, pemberian pakan, dan penjagaan lingkungan hidup Maggot. Kemudian dilakukan penyerahan diwakili oleh Ketua Karang Taruna Dusun Gunungsari.

Kegiatan penyerahan maggot meliputi pemberian leaflet dan juga pemberian buku panduan pemeliharaan Maggot (BSF) yang diserahkan kepada Ketua Karang Taruna di Dusun Gunungsari, Desa Ngesrepbalong sebagai perwakilan. Dengan adanya buku panduan ini, diharapkan mampu menambah wawasan dan pengetahuan warga mengenai budidaya dan pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) serta menjadi pondasi awal warga dusun Gunungsari, Desa Ngesrepbalong dalam mendalami dan membangun budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) dalam menunjang kegiatan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam waktu ke depan, diharapkan pula dapat menambah wawasan dan mampu memanfaatkan larva Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi dalam memecahkan permasalahan pengolahan sampah organik di Dusun Gunungsari, Desa Ngesrepbalong serta menjadikannya sebagai produk tepat guna yang bernilai ekonomis sehingga mampu menunjang perekonomian yang ada di Dusun Gunungsari, Desa Ngesrepbalong.

Halaman Cover Buku Panduan Pemeliharaan Maggot (Sumber : Canva.com, 2023)
Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/maggot-sebagai-solusi-dalam-pengolahan-sampah-organik-yang-memiliki-nilai-ekonomis-tinggi-ke-rumah-kompos-dusun-gunungsari-desa-ngesrepbalong/7728/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 18:22.