Penulis: Sadrina Azzahra
Nim : 0306213214
Kampus: Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
JurnalPost.com – Luka bakar adalah luka yang terjadi akibat sentuhan permukaan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api, bahan kimia, listrik, maupun radiasi) atau zat-zat yang bersifat membakar baik berupa asam kuat dan basa kuat, luka bakar merupakan salah satu insiden yang sering terjadi di masyarakat. kurang lebih 2,5 juta orang mengalami luka bakar di Amerika Serikat setiap tahunnya dari kelompok ini 200.000 pasien memerlukan penanganan rawat jalan dan 100.000 pasien dirawat di rumah sakit, sekitar 12.000 meninggal setiap tahunnya.
Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013, prevalensi luka bakar di Indonesia sebesar 0,7%. prevalensi tertinggi terjadi pada usia 1-4 tahun luka bakar adalah suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimia, listrik, dan radiasi. perawatan dan rehabilitasi luka bakar memerlukan ketekunan, biaya mahal, tenaga terlatih dan terampil. ada banyak obat untuk penata laksanaan dari luka bakar tersebut diantaranya adalah hidrogel, silver sulfadiazine, MEBO dan lain-lain. pengobatan gold standar yaitu silver sulfadiazine merupakan terapi topikal dalam bentuk krim 1% untuk luka bakar memiliki harga yang relatif mahal.
Selain itu, dengan menggunakan antibiotik sebagai obat luka bakar dapat menimbulkan resistensi obat. untuk itu diperlukan alternatif lain untuk mengobati dan mencegah resistensi yang memiliki potensi tinggi yang menghambat atau membunuh bakteri dengan harga yang terjangkau. kedalaman luka bakar ditentukan oleh tingginya suhu dan lamanya pajanan suhu tinggi. terdapat 3 derajat pada luka bakar. luka bakar derajat I hanya mengenai lapis luar epidermis, kulit merah, sedikit edema dan nyeri. tanpa terapi sembuh dalam 2-7 hari. luka bakar derajat II mengenai epidermis dan sebagian dermis, terbentuk bula, edema nyeri hebat. bila bula pecah tampak daerah merah yang mengandung banyak eksudat. sembuh dalam 3- 4 minggu.
Luka bakar derajat III mengenai seluruh lapisan kulit dan kadang-kadang mencapai jaringan di bawahnya,kerusakan kulit akibat luka bakar menyebabkan kehilangan cairan akibat penguapan yang berlebihan, masuknya cairan ke bula yang terbentuk pada luka bakar derajat dua, dan pengeluaran cairan dari keropeng luka bakar derajat tiga. bila luas luka bakar kurang dari 20% akan terjadi syok hipovolemik dengan gejala yang khas, seperti gelisah, pucat, dingin, berkeringat, nadi kecil dan cepat, tekanan darah menurun dan produksi urin berkurang.
Pembengkakan terjadi pelan- pelan, maksimal terjadi setelah delapan jam. Penggunaan obat medis yang terus- menerus akan menimbulkan efek samping bahkan dapat menimbulkan penyakit baru dan alternatif lain untuk mengurangi resiko tersebut adalah dengan cara tradisional. pengobatan tradisional menggunakan tanaman telah berkembang karena besarnya potensi kesembuhan dan beban keuangan yang lebih ringan.salah satu tanaman yang memiliki khasiat dalam mengobati luka bakar derajat II adalah binahong binahong adalah tanaman yang berasal dari daratan Tiongkok (Cina) dan dikenal dengan nama asli Dheng Shan Chi, memiliki nama lain, yaitu:
Boussingaultia gracilis Miers, Boussingaultia cordifolia, Boussingaultia baselloides, Cina Daun Binahong merupakan salah satu tanaman yang berdaun tunggal, bertangkai sangat pendek, tulangnya menyirip, tersusun berseling, warna hijau muda, berbentuk jantung memiliki panjang sekitar 5-10 cm dan lebar sekitar 3-7 cm, helaian daun tipis lemas, ujungnya runcing, pangkal berbelah, tepi rata atau bergelombang, permukaan halus dan licin. binahong memiliki berbagai macam manfaat yaitu membantu menyembuhkan diabetes, pembengkakan jantung, muntah darah, radang oleanolik yang mempunyai khasiat anti inflamasi dan bisa mengurangi rasa nyeri pada luka bakar. binahong memiliki efek antibakteri yang membantu mengurangi resiko infeksi pada luka bakar. Binahong tidak mempunyai efek.
Mengenal Derajat Luka Bakar dan Gejalanya
Derajat luka bakar dapat diklasifikasikan menjadi tiga tingkat, yakni tingkat 1, 2, dan 3. Setiap derajat luka bakar dinilai berdasarkan tingkat keparahan dan kerusakan yang terjadi pada kulit. berikut ini adalah derajat luka bakar berdasarkan tingkat keparahannya :
Derajat luka bakar tingkat 1 (superficial burn)
Pada luka bakar tingkat 1, kerusakan hanya terjadi di epidermis atau lapisan kulit luar. Ciri-ciri yang ditimbulkan pada derajat luka bakar tingkat 1 adalah kulit tampak merah, kering, dan terasa sakit. Luka bakar tingkat 1 dapat disebabkan oleh paparan sinar matahari. Luka bakar ini tidak terlalu mengkhawatirkan dan bisa sembuh dengan sendirinya.
Derajat luka bakar tingkat 2 (superficial partial-thickness burn)
Derajat luka bakar tingkat 2 terjadi pada epidermis dan sebagian lapisan dermis (lapisan kulit yang lebih dalam). Ketika mengalami luka bakar tingkat 2, kulit tampak merah, lecet, melepuh, bengkak, dan menimbulkan nyeri hebat. Luka bakar tingkat 2 dapat terjadi ketika kulit bersentuhan sebentar dengan benda panas. Luka bakar ini bisa ditangani dengan beberapa metode pengobatan tanpa operasi atau bedah, termasuk mengoleskan salep antibiotik sesuai anjuran dokter.
Derajat luka bakar tingkat 3 (full thickness burn)
Kerusakan jaringan pada derajat luka bakar tingkat 3 mengenai seluruh lapisan epidermis dan dermis, atau lebih dalam lagi. Kulit yang mengalami luka bakar tingkat 3 tampak putih, tetapi juga dapat terlihat hangus, kasar, dan mati rasa. Operasi atau bedah menjadi pilihan utama untuk menangani luka bakar ini.
Penangan pertolongan pertama pada luka bakar
Tingkat Pertama
Kompres basah dingin di area tersebut. Anda juga bisa meletakkan area yang terkena luka bakar di bawah air dingin secepat mungkin untuk menurunkan panas. Proses mendinginkan luka bakar ini bisa dilakukan sekitar 10 menit atau sampai rasa sakitnya berkurang, Hindari memakai semprotan, mentega, atau salep pada luka bakar, karena dapat menahan panas,Tutupi area tersebut dengan perban bersih, jika perlu. Ganti berkala dan lindungi dari sinar matahari untuk menghindari luka menjadi parah, Jika luka bakar menyebabkan rasa sakit, konsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan.
Tingkat Kedua
Lepaskan perhiasan atau pakaian yang bisa menjadi terlalu ketat jika area tersebut membengkak. Jangan mengoleskan minyak, mentega, salep, atau bedak pada luka bakar. Sebelum melakukan perawatan, cuci tangan. Kemudian bilas luka bakar dengan lembut, keringkan dengan kain bersih dan lembut.
Ketiga
Luka bakar tingkat tiga, yang mencapai lapisan lemak dan struktur lain di bawah kulit, dapat mengancam jiwa Jika seseorang mengalami luka bakar parah dengan kulit yang terlihat hangus atau putih, hubungi 112 atau segera dapatkan perawatan medis. Ingat, luka bakar tingkat tiga mungkin tidak menyakitkan karena ujung saraf telah rusak. Bahkan jika tidak ada rasa sakit, perawatan medis segera untuk luka bakar yang parah sangat penting. Kesimpulannya adalah Luka bakar dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan tubuh, termasuk kulit, otot, saraf, dan organ dalam Pemberian asupan nutrisi yang bergizi sangat mempengaruhi dalam proses penyembuhan luka bakar Penanganan luka bakar dapat dilakukan di mana saja, selama menjaga kebersihan dan menggunakan peralatan yang sterilDalam penanganan luka bakar, penting untuk memberikan edukasi kepada keluarga pasien tentang perawatan luka yang baik dan mengawas kebutuhan cairan tubuh serta asupan nutrisi Selain itu, perawat harus selalu memberikan dukungan emosional dan moral kepada pasien untuk membantu mereka mengatasi rasa sakit dan kecemasan yang mungkin dialami selama proses penanganan