Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Literasi Keuangan & Pembelian Impulsif

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 10 Desember 2025

Penulis :
Kyara Nathashia (Mahasiswa Fakultas Psikologi – UNTAR)
Shafira Anggun Aulia (Mahasiswa Fakultas Psikologi – UNTAR)
Marisah (Mahasiswa Fakultas Psikologi – UNTAR)
Meike Kurniawati (Dosen Fakultas Psikologi – UNTAR)

JurnalPost.com – Pembelian impulsif adalah kebiasaan membeli barang secara spontan tanpa pertimbangan matang. Sikap pembelian yang muncul secara tiba-tiba, spontan, seketika. Pembelian impulsif terkadang dianggap sebagai “self reward” atas nama kesehatan mental. Namun ketika perilaku pembelian ini dibiarkan berkepanjangan maka akan membawa dampak negative baik dalam hal keuangan seperti : hutang, pengeluaran tidak terkendali, tidak memiliki tabungan dan dana darurat. Belum lagi masalah social dan pada akhirnya berdampak pada Kesehatan mental juga.

Menurut Soocial (2025), Kelompok usia 18 hingga 24 tahun menunjukkan kecenderungan tertinggi dalam melakukan pembelian impulsif, dengan 49% dari pembelian mereka yang bersifat impulsif. Laki-laki cenderung lebih sering melakukan pembelian impulsif secara online dibandingkan perempuan, dengan 67,2% pria Amerika melaporkan melakukan pembelian impulsif online setidaknya sekali sebulan, dibandingkan dengan 62,6% wanita.

Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi seseorang berperilaku impulsive antara lain :

(1). Kondisi emosi seseorang
Faktor emosi dapat mempengaruhi kecenderungan untuk melakukan pembelian impulsif. Perasaan senang, stres, atau mengalami kebosanan dapat mendorong seseorang untuk melakukan pembelian tanpa perencanaan. Rook & Gardner (1993) menyatakan bahwa emosi yang kuat dapat menjadi pendorong utama dalam perilaku ini, di mana seseorang cenderung mencari kepuasan yang instan melalui pembelian.

(2). Literasi Keuangan
Rendahnya literasi keuangan juga merupakan satu faktor yang dapat mempengaruhi individu dalam melakukan pembelian impulsif. Literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku individu dalam pengambilan keputusan serta pengelolaan keuangan untuk mencapai kesejahteraan finansial (Otoritas Jasa Keuangan [OJK], 2024).

Literasi keuangan juga merupakan sarana edukasi perihal pemahaman cara mengelola keuangan (Latifiana, 2017). Sumarno et al., (2024) mendefinisikan literasi keuangan sebagai suatu kemampuan untuk memahami dan mengelola uang secara efektif`dan efisien. Literasi keuangan merupakan suatu ilmu penting bagi individu untuk dapat menghindari permasalahan terkait keuangan. (Arianti, 2022)

Literasi keuangan memungkinkan seseorang memiliki kemampuan dalam memahami dan menggunakan berbagai kemampuan keuangan secara efektif, mengatur keuangan, membuat anggaran dan investasi. Termasuk kemampuan membuat pilihan tentang apa yang harus seseorang lakukan dengan uang yang dimilikinya. Bagaimana menambah atau mengurangi uang yang diperoleh, bagaimana berbelanja, menabung, dan keterampilan yang lebih kompleks, seperti perhitungan dan risiko.

Ada tiga komponen penting dalam literasi keuangan antara lain : (1). Pengetahuan Keuangan : kemampuan membandingkan antara produk dan layanan keuangan untuk dapat membuat keputusan keuangan yang tepat; (2). Perilaku Keuangan : Perilaku yang mempengaruhi kondisi dan kesejahteraan keuangan seseorang dan (3). Sikap Keuangan : terkait dengan tindakan apa yang dilakukan jika dihadapkan pada pilihan-pilihan keuangan. Misalnya, keputusan untuk berbelanja atau menabung, beli sekarang atau besok dan sebagainya

Penelitian yang dilakukan Nathashia, Aulia, et al. pada tahun 2025 tentang hubungan literasi keuangan dan pembelian impulsif pada Gen Z menemukan bahwa semakin gen Z paham akan literasi keuangan maka semakin rendah perilaku pembelian impulsif. Dalam hal ini, literasi keuangan berperan dalam memperkuat kontrol diri seseorang saat menghadapi dorongan pembelian impulsif. Baumeister & Newman, (1994) menekankan bahwa perilaku impulsif cenderung muncul ketika individu memiliki pengendalian diri yang lemah, dan literasi keuangan yang baik dipercaya mampu memperkuat kontrol tersebut.

Literasi keuangan adalah proses belajar sepanjang hidup. Dengan literasi keuangan yang baik, seseorang akan memiliki pengetahuan keuangan yang baik dan berimbas pada sikap serta perilakunya dalam menggunakan uang. Memahami bagaimana cara menggunakan uangnya dengan bijaksana. Termasuk tidak akan mudah tergoda melakukan pembelian impulsive.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/literasi-keuangan-pembelian-impulsif/21483/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 11:48.