Oleh : Saima Wanita
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
JurnalPost.com – Artificial intelligence(AI) telah hadir dan membawa perubahan serta terobosan yang besar bagi seluruh aspek kehidupan yang ada didunia. Dari teknologi yang mempermudah setiap kegiatan ataupun aktivitas manusia hingga transformasi industri secara global, AI kini menjadi pusat inovasi modern. Namun ternyata, teknologi unik ini juga membawa tantangan baru, yang paling penting ialah adanya keterampilan digital dan literasi. Kepentingan keterampilan ini diperlukan bukan hanya untuk melengkapi tetapi juga untuk menopang kemampuan beradaptasi dan survival di masa depan.
Literasi digital telah menjadi keterampilan yang sangat penting di era kecerdasan buatan yang sedang marak saat ini. Dalam hal tersebut, Literasi Digital dapat dipahami sebagai sebuah jawaban dari bagaimana memahami, menggunakan dan mengevaluasi sebuah teknologi dengan bebagai informasi yang ada secara etis dan efektif dari berbagai sumber dalam bentuk digital. Sehingga literasi digital kini mencakup tentang keterampilan teknis, pemahaman kritis terhadap media serta kesadaran akan keamanan dan privasi dalam dunia digital.
Semakin tidak terbatasnya kemudahan dalam menggunakan AI, manusia kini dihadapkan dengan berbagai pilihan-pilihan akses yang menimbulkan dua kemungkinan yaitu adanya peluang dan ancaman yang harus dipahami dengan baik. AI telah mengubah beberapa sistem dalam lapangan pekerjaan, dengan otomasi yang beberapa keadaan menggantikan kemampuan kerja manusia. Selain itu, muncul kekhawatiran tentang privasi dan keamanan data karena kecerdasan buatan dapat mengumpulkan, menganalisis, dan memahami jumlah data yang sangat besar. Oleh karena itu, kebijakan perlindungan data dan privasi sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan atau pelanggaran data pribadi yang tidak diinginkan.
Sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya bahwa Penggunaan AI membawa peluang dalam menjalankan aktifitas bagi manusia. Misalnya, AI bisa digunakan dalam bidang peningkatan sumber daya manusia (HR) untuk membantu proses rekrutmen dengan menyaring CV, menilai seberapa cocok kandidat dengan pekerjaan, dan mengawasi kinerja karyawan. AI juga dapat membantu industri manufaktur membuat produk lebih efisien dan kualitasnya lebih baik. Dalam dunia pendidikan AI digunakan untuk menyuguhkan berbagai aplikasi yang memudahkan proses dari kegiatan pembelajaran sehingga para pendidik dapat dengan mudah memberikan penjelasan materi yang memudahkan peserta didik untuk memahaminya. Menurut penelitian sebelumnya beberapa kemudahan yang didapatkan dari AI dalam bidang pendidikan ialah seperti adanya Sistem Pembelajaran Cerdas (SPC) yang membantu memberikan informasi pembelajaran yang disesuaikan dengan pelajar, kemudian Voice Assistant yang memberikan kemudahan dengan memberikan penjelasan melalui suara sehingga dapat memberikan kemudahan pelajar dalam memahami materi yang disuguhkan.
Dengan berbagai kemudahan yang diberikan oleh AI tentu menjadi pendorong terciptanya kemajuan yang signifikan dimasa depan. Namun hal tersebut tentu tidak terlepas dari beberapa kemungkinan-kemungkinan dampak negatif yang juga disebabkan dengan lumrahnya kecerdasan buatan tersebut. AI sering memproses dan menganalisis banyak data pribadi. Salah satu contoh pengumpulan data besar, atau big data, adalah aplikasi berbasis AI yang mengawasi perilaku pengguna atau perangkat pengenal wajah yang digunakan tanpa persetujuan. Kesalahan dalam penggunaan data pribadi tentu akan menimbulkan kerugian bagi pemilik data, salah satu contoh nya ialah oknum melakukan transaksi judi online (Judol) yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab dengan menggunakan data pribadi seseorang.
Baru-baru ini publik digegerkan oleh berita yang sangat mengejutkan dari Los Angeles yang berada di California, Amerika serikat. Dikutip dari Sindonews.com kebakaran Los angeles itu dimulai sejak 7 januari 2025 yang kembali menyita perhatian seluruh dunia setelah Donald Trump sebagai presiden terpilih usai memberikan ancaman akan membuat neraka di tanah palestina apabila sandera mereka tidak dikembalikan. Tentu ini menyebabkan berita yang sangat menggemparkan dunia dan media. Dari banyak nya postingan-postingan tentang kebakaran di Los Angeles yang tersebar, salah satu yang menonjol ialah kondisi ikon kultural di Amerika Serikat yaitu Mount Lee yang bertuliskan “Hollywood” ini terbakar sangat dahsyat dan sudah menjadi trending di aplikasi Tiktok serta media sosial lainnya sejak adanya kebakaran tersebut. Ternyata berita yang beredar dengan postingan berisi foto dan video dimedia ini merupakan hasil dari penggunaan AI yang sangat terlihat seperti nyata, hal inilah yang menyebabkan banyaknya masyarakat pengguna media sosial sangat percaya akan postingan tersebut. Setelah menggemparkan jagat media sosial dengan video kebakaran “Hollywood” tersebut, ternyata beberapa masyarakat yang berdomisili di California memberikan klarifikasi lewat video yang diunggahnya di media sosial pribadinya dengan menunjukkan keadaan yang sebenarnya terjadi pada Mount Lee bertuliskan “Hollywood” memperlihatkan bahwa sangat berbanding terbalik dengan berita huru hara yang telah tersebar, dalam unggahannya tersebut memperlihatkan bahwa tidak ada api besar yang membakar “Hollywood” dengan dahsyat disekitarnya sebagaimana video yang sudah beredar dimedia. Tentu hal ini menjadi gambaran yang sangat nyata bahwa penggunaan AI dapat melancarkan aksi oknum yang membawa sebuah konflik untuk menyebarkan informasi yang tidak benar atau disebut dengan Hoax sehingga sangat mudah untuk disebarluaskan dan dipercaya oleh orang-orang yang tidak paham dengan literasi digital.
Kehidupan yang sudah dipengaruhi dengan era AI di zaman sekarang bukan hanya marak pada media digital saja, melainkan memberikan fokus baru terhadap ancaman pada dunia pekerjaan. Mendapatkan pekerjaan yang layak adalah impian dan tujuan masa depan setiap individu. Namun, dengan adanya AI ternyata pada Studi yang dilakukan oleh Frey dan Osborne (2017) menemukan beberapa jenis pekerjaan yang mungkin akan digantikan oleh AI. Studi tersebut juga menekankan bahwa kemampuan AI untuk melakukan tugas secara terus menerus dapat mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja manusia di beberapa industri seperti pekerjaan secara berkala dan terstruktur, pengolahan data dan dokumen, dan produksi yang biasa terhubung dengan operasi penggunaan mesin yang repetitif, Robotika dan otomatisasi yang didukung oleh kecerdasan buatan dapat menggantikan suatu pekerjaan dengan lebih cepat dan efisien tanpa memerlukan adanya keterlibatan manusia lagi. Tak menutup kemungkinan dengan munculnya teknologi dari perkembangan AI yang semakin canggih nantinya juga mampu menciptakan mesin-mesin pembantu yang dapat digunakan pada sektor pertanian sehingga mendorong faktor tergantinya peran manusia. Pasar tenaga kerja manusia dapat dipengaruhi oleh penggantian pekerjaan oleh Kecerdasan buatan, hal ini tentu menjadi fokus yang sangat intens untuk menanggulangi akan adanya dampak buruk yang bersifat jangka panjang terhadap kebutuhan kerja bagi manusia sehingga dapat menyebabkan angka pengangguran yang semakin meningkat dan akan berpengaruh pada perekonomian. Kemungkinan akan didominasi nya penggunaan AI ini biasanya pada pekerjaan yang sifatnya konsisten atau terus menerus. Namun begitu, adapun dampak positif yang bersifat jangka panjang dari penggunaan AI pada pasar tenaga kerja tentu menciptakan adanya peluang baru sebagaimana menurut penelitian yang dilakukan oleh Frey dan Osborne (2017), pekerjaan yang membutuhkan kreativitas, keterampilan yang kompleks, dan interaksi manusia tetap lebih aman dari pengaruh AI, Pekerjaan yang menggunakan adanya kemampuan mendalam terkait emosional, penyelesaian suatu masalah yang bersifat sosial, serta kemampuan dalam beradaptasi dengan kondisi tertentu dapat menjadi lebih penting di tempat kerja. Hal semacam ini tentu diperlukan sebuah inovasi-inovasi terbaru untuk mencapai kemampuan pekerja secara profesional dengan memanfaatkan adanya artificial intelligency (AI).
Melihat adanya peluang dan ancaman dari hadirnya perkembangan AI dapat kita simpulkan bahwa manusia harus memiliki keterampilan terhadap literasi digital melihat pengaruh besar yang muncul ditengah perkembangan era AI menjadi kunci kompetensi yang ada dimasa depan. Literasi digital mencakup kemampuan untuk menggunakan teknologi digital secara efektif, memahami informasi digital, dan beradaptasi dengan perubahan yang cepat. Dengan memiliki literasi digital, orang dapat memahami cara teknologi ini bekerja dan menggunakannya untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hidup mereka. Meskipun AI dapat menyajikan informasi dengan cepat, tidak semua informasi akurat atau bebas bias, Literasi digital membantu pengguna memverifikasi sumber, mengevaluasi keandalan informasi, dan menghindari penyebaran berita palsu (hoaks). Selain itu karena AI telah mengotomatisasi banyak pekerjaan, keterampilan digital semakin penting sebab literasi digital membantu orang memahami tren teknologi dan beradaptasi dengan perubahan di tempat kerja, seperti belajar menggunakan alat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang disediakan. Dengan adanya literasi digital akan memberikan peranan penting bagi manusia untuk dapat bertahan dari kemungkinan penggunaan AI yang semakin lumrah disetiap aspek aktivitas manusia, hal ini menjadi sebuah acuan penting yang harus diperhatikan manusia agar siap menghadapi tantangan dimasa depan.