Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Lestarikan Lingkungan Rusunawa dengan Menanam Bersama

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 27 Februari 2024
Memasukkan tanah kedalam botol untuk di tanami bibit

JurnalPost.com – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dengan tema “Lestarikan lingkungan Rusunawa dengan menanam bersama” lingkungan yang bersih dan sehat mencermikan keberadaan warga Rusunawa. Jadi sangatlah tepat, himbauan yang mengatakan bahwa tanggung jawab penciptaan lingkungan yang bersih dan sehat merupakan kewajiban dan tanggung jawab bersama. Pengelolaan sampah di Indonesia masih menjadi kasus yang belum bisa ditangani dengan baik. Dilansir situs resmi Kementerian LHK (http://ppid.menlhk.go.id) sebanyak 65.71% (13.9 juta ton) dapat terkelola, sedangkan sisanya 34,29% (7,2 juta ton) belum terkelola dengan baik. Sedangkan lahan TPA sangat terbatas.

Dikutip dari Tempo.co, studi yang dilakukan Travis P. Wagner (2017) memperkirakan masyarakat dunia membuang 5 triliun sampah kantong plastik setiap tahunnya. Padahal, secara rata-rata, kita hanya menggunakan kantong plastik selama 12 menit sebelum dibuang. Di Indonesia, kantong plastik juga masih jadi barang konsumsi sehari-hari. Jika rata-rata berat badan seseorang 60 kg, maka berat sampah kantong plastik per tahunnya di Indonesia sama dengan berat badan 21.315.000 orang. Masih dari data yang sama, dikatakan bahwa sampah kantong plastik menyumbang setidaknya 40 persen dari keseluruhan limbah plastik di Indonesia. Per tahunnya, 511.560 ton kantong plastik yang digunakan masyarakat Indonesia berakhir ke lautan. Sehingga ini menjadi pemicu rusaknya lingkungan kita.

Salah satu perihal yang dapat membantu lingkungan sekolah dikala ini ialah dengan menggunakan benda sisa dengan memakai prisnsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) selaku media untuk menanam tumbuhan semacam yang dilakukan oleh Mahasiswa UMM dari kelompok 11 gelombang 05 yang sedang melakukan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini terjun langsung kepada masyarakat dalam membantu dalam bidang pendidikan yaitu dengan menggali potensi sejak dini anak Rusunawa Buring 1 Kota Malang dengan memupuk soft skill dan membentuk karakter untuk generasi yang gemilang untuk anak-anak Rusunawa Buring 1 Kota Malang yang beralamat di Jl. Mayjen Sungkono, Buring Kec. Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur. Hafis Rahman selaku ketua dari kelompok PMM, menjelaskan bahwa kelompok ini beranggotakan “Afra Nur Afifah, Hernando Yoga Pratama, Nurizzah Amelia Indah Puspitasari, Aurelia Bintang Marshanda di bawah bimbingan Dosen Pengampu ibu Widiya Yutanti, M.A (Hons”, jelasnya.

Menyirami tanaman yang sudah diberi bibit

Di tengah kota yang padat dan sibuk, hidup sekelompok orang yang tinggal di Rusunawa. Mereka adalah orang-orang yang memilih untuk tinggal di rusun yang terletak di tengah tengah kota. Di sana, mereka hidup dalam kebersamaan dan saling membantu satu sama lain. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh warga Rusunawa adalah menanam bersama. Kami sebagai mahasiswa yang bertugas PMM di Rusunawa Buring 1 memiliki keinginan yang sama yaitu adanya kegiatan menanam bersama karena dengan adanya kegiatan ini taman bermain Rusunawa menjadi lebih cantik dan asri. Kami memanfaatkan tembok kosong di samping Rusunawa atau lebih tepatnya di taman bermain anak-anak untuk menanam tanaman hias. Kegiatan menanam ini tidak hanya dilakukan oleh anggota PMM saja, tetapi juga melibatkan anak-anak Rusunawa dan perwakilan dari komunitas Laskar Belajar.

Anak-anak Rusunawa sangat antusias dalam kegiatan menanam bersama ini. Mereka belajar bagaimana cara menanam, merawat, dan memanam tanaman. Mereka juga belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan tembok kosong untuk kegiatan yang bermanfaat. Dalam kegiatan menanam ini salah satu anak Rusunawa yang senang adalah Icha. Icha adalah seorang anak perempuan yang berusia 8 tahun dan yang mempunyai ide untuk menanam bersama. Ia sangat senang bermain di taman dan merawat tanaman. Setiap hari, ia selalu menyempatkan waktu untuk merawat tanaman di taman bermain Rusunawa. Suatu hari, Icha dan teman-temannya mendapat ide untuk menanam tanaman yang berbeda biasanya. Dan kami sebagai anggota pengabdian juga turut andil dalam pengembangan ide-ide Icha. Dengan itu kami memilih menanam tanaman hias karena tanaman hias terlihat paling bagus jika diletakkan di samping area bermain. Kami juga mengajarkan cara menanam bibit tanaman hias, mulai dari persiapan tanah, menanam bibit hingga merawat tanaman.

Selain itu, kami juga mengajarkan cara mendaur ulang sampah yang ada disekitar sehingga bisa digunakan kembali. Pengolahan sampah yang dilakukan menggunakan metode 3R yaitu Reduce, Reuse, dan Reycle. Daur ulang yang dilakukan memanfaatkan botol plastik yang sudah tidak digunakan yang kemudian dirangkai kembali menjadi sebuah pot dengan cara mengecatnya agar lebih berwarna dan tidak monoton. Karena kami setuju dengan pendapat yang diberikan oleh Icha, maka kami membentuk kelompok yang terdiri dari 3 kelompok. Kami juga memberikan masing-masing anak botol bekas dan kuas untuk melukis dengan cat akrilik sesuai kreativitasnya. Melalui kegiatan ini, anak-anak Rusunawa tidak hanya belajar penghijauan, tapi juga belajar keterampilan teknis, khususnya melukis. Ketika semua botol yang mereka buat sudah tidak basah lagi, kami mengajak mereka untuk memasukkan tanah, pupuk dan bibit tanaman hias ke dalam botol bekas yang telah mereka cat. Tak hanya diam, kami juga membantu anak-anak menggantung tanaman tersebut dengan tali dan menempelkannya pada kawat yang ditempel pada dinding di samping area bermain anak.

Anak-anak Rusunawa sangat senang melihat tanaman mereka tumbuh dengan subur. Kami pun juga merasa bangga dan senang karena telah berhasil menanam tanaman hias sendiri. Kegiatan menanam bersama anak Rusunawa dan komunitas Laskar Belajar tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan dan lingkungan, tetapi juga untuk membangun kebersamaan dan rasa saling peduli antara warga Rusunawa. Dengan menanam bersama, mereka belajar untuk saling membantu dan bekerja sama dalam mencapai tujuan yang sama. Taman Rusunawa menjadi sebuah taman yang menyegarkan. Di sana, anak-anak Rusunawa belajar tentang kehidupan dan kebersamaan. Mereka belajar untuk menghargai alam dan memanfaatkannya dengan bijak. Menanam bersama anak Rusunawa adalah sebuah cerita tentang kebersamaan, kepedulian, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.

“Kegiatan ini menjadi salah satu upaya kami untuk memberikan edukasi kepada adik-adik rusnawa buring agar lebih memperhatikan lingkungan. Sama dengan kami yang menumbuhkan bibit tanaman agar lebih asri kami memulai dari anak-anak untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, tidak hanya itu kami juga mengajak adik-adik untuk memanfaatkan sampah menjadi sebuah karya dengan melukis di botol bekas dan dijadikan pot tanaman.” kutip Hafis Rahman selaku koordinator PMM gelombang 5 kelompok 11 Universitas Muhammadiyah Malang.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/lestarikan-lingkungan-rusunawa-dengan-menanam-bersama/12024/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 12:46.