Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

KURIKULUM YANG TUMBUH BERSAMAN UNTUK MENDORONG DAYA SAING GENERASI ALPHA DI ERA GLOBAL

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 3 Desember 2025
Oleh: AMELIA KRISTANTI
Mahasiswa Program Studi-PGSD-FKIP-UKSW Salatiga
Email: [email protected]JurnalPost.com – Kurikulum adalah salah satu komponen yang memegang peranan penting dalam system Pendidikan. Kurikulum akan memberikan arah dan menjadi pedoman dalam melaksanakan proses Pendidikan dan pengajar, khususnya di Lembaga Pendidikan formal. Kurikulum pada Masyarakat primitive amat menonjol kompetensi sebagai tujuan Pendidikan. Tanpa kurikulum proses Pendidikan tidak akan berjalan terarah dengan baik. Bahkan secara ekstrim bisa dikatakan,jika tidak ada kurikulum maka sekolah tidak akan ada proses Pendidikan dan pengajaran.

Pengembangan kurikulum berdasarkan mata Pelajaran asal-usulnya juga dari pengembangan kurikulum berdasarkan kompetensinya. Menurut Beauchamp ada lima tahapan dalam mengembangkan suatu kurikulum yang pertama menetapkan lingkup wilayah yang akan di cakup oleh kurikulum tersebut (sekolah, kecamatan, kabupaten, propinsi, negara). Tahapan lingkup wilayah ini ditentukan oleh pihak yang memiliki wewenang untuk mengambil kebijakan dalam pengembangan kurikulum. Setelah menetapkan lingkup wilayah kemudian menetapkan personalia yaitu pihak yang ikut dalam proses pengembangan kurikulum. Menurut Beauchamp pihak tersebut antara lain, para ahli pendidikan ataupun ahli kurikulum yang berada di tingkat pusat, perguruan tinggi dan sekolah. Selain itu juga para profesional dalam sistem pendidikan serta tokoh-tokoh masyarakat yang berpengaruh dalam Pendidikan.

Generasi Alpha , yang merupakan kelompok individu yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, tumbuh dan berkomunikasi dalam lingkungan yang dipenuhi dengan kemajuan teknologi informasi dan globalisasi media. Generasi yang tumbuh pada dekade ini (sering disebut Generasi Alpha, yang lahir setelah Generasi Alpha) adalah kelompok anak-anak pertama yang sepenuhnya terbenam dalam gelombang revolusi digital. Jean Twenge, seorang psikolog dan penulis buku “iGen”: Generasi Alpha adalah generasi yang tumbuh dan berinteraksi di era smartphone dan media sosial. Mereka cenderung memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi pada perangkat digital dan memiliki karakteristik yang berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka lahir di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, di mana smartphone, tablet, dan asisten virtual bukan lagi inovasi, melainkan bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Berbeda dengan Generasi Milenial atau bahkan Gen Alpha yang masih mengalami masa transisi teknologi, generasi termuda ini menunjukkan tingkat keakraban dan adaptasi yang luar biasa terhadap gawai sejak usia sangat dini. Ciri khas mereka sering kali mencakup kemampuan belajar yang cepat, preferensi pada konten visual dan interaktif, serta potensi alami dalam hal multitasking dan navigasi di dunia maya. Namun, keunikan ini juga membawa tantangan tersendiri, khususnya bagi keluarga dan lingkungan pendidikan, yang dituntut untuk menemukan cara menyeimbangkan potensi digital mereka dengan kebutuhan perkembangan sosial, emosional, dan kesehatan mental di dunia nyata.

Kita semua kini hidup di era digital, sebuah panggung tak terbatas di mana narasi kebahagiaan dan kesuksesan dapat dengan mudah dipamerkan melalui media sosial dan layar gawai. Sayangnya, fenomena ini menciptakan tekanan yang luar biasa, terutama bagi generasi remaja. Mereka dipaksa tumbuh di tengah arus dunia yang serba cepat, di mana standar hidup seringkali terasa mustahil dicapai, dan kesedihan atau kerentanan emosional terpaksa harus disembunyikan. Remaja hari ini merasakan beban untuk selalu terlihat baik-baik saja, menciptakan jurang yang lebar antara realitas kehidupan pribadi mereka dengan citra sempurna yang mereka tampilkan di dunia maya. Di sisi lain, generasi ini adalah kelompok yang benar-benar akrab dengan teknologi. Mereka adalah “penduduk asli” dunia digital, terbiasa menggunakan ponsel pintar dan komputer bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai perpanjangan dari diri mereka. Mereka mahir mencari informasi dan solusi secara intuitif, menjadikan mereka generasi yang sangat cerdas teknologi dan adaptif. Namun, kemampuan mencari solusi secara instan ini juga bisa menjadi pedang bermata dua, berpotensi mengurangi kesabaran mereka dalam menghadapi proses yang lambat, serta tantangan di dunia nyata yang memerlukan kerja keras dan ketekunan di luar layar.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/kurikulum-yang-tumbuh-bersaman-untuk-mendorong-daya-saing-generasi-alpha-di-era-global/21302/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 12:25.