Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Kreativitas Dan Inovasi PKH Dalam Mengolah Barang Bekas Menjadi Bermanfaat Di kantor Kelurahan Laucih

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 10 Desember 2023

Penulis : Loise Chisanta Ginting

JurnalPost.com – Loise Chisanta Ginting_ 200902097, Mahasiswa FISIP USU Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial dengan Supervisor Sekolah Bapak Randa Putra Kasea Sinaga S.Sos, M.Kesos. Loise Chisanta Ginting telah melaksanakan Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL 2) di Lingkungan Kelurahan Laucih, Medan Tuntunggan Kegiatan praktikum berlangsung mulai pada tanggal 11 September dan berakhir pada 8 Desember 2023.

Kreativitas dan inovasi PKH dalam mengolah barang bekas di kantor Lurah Laucih telah memberikan hasil yang positif. Barang-barang bekas seperti botol plastik, pipet, dan kardus bekas dapat dimanfaatkan menjadi berbagai kerajinan tangan yang bernilai estetika dan ekonomis. Kerajinan tangan tersebut kemudian dijual kepada masyarakat, sehingga dapat menambah penghasilan bagi ibu ibu PKH. kegiatan ini juga telah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar. Masyarakat kini lebih menyadari bahwa sampah dapat dimanfaatkan kembali sehingga tidak perlu dibuang ke TPA. Hal ini dapat berdampak positif terhadap lingkungan, karena mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.

Pada bulan Pertama kegiatan yang dilakukan adalah observasi ke lokasi, yaitu Kantor Kelurahan Laucih . Dengan Tujuan mengurus Surat menyurat untuk kegiatan PKL 2 di Lingkungan Kelurahan tersebut. Kemudian saya mengikuti kegiatan di kantor kelurahan Laucih dengan mendampingi Ibu-Ibu lingkungan tersebut untuk melakukan Imunisasi Tumbuh Kembang Anak dan posyandu ibu hamil . di kantor kelurahan laucih memiliki kegiatan yaitu gotong royong bersama ASN, Kepala Lingkungan,p3su,petugas kebersihan dan masyarakat,mengikutin pelatihan pelatihan seperti pelatihan sadar hukum , servis hp. Dan selanjutnya saya berdiskusi dengan ibu lurah yaitu ibu Luke mengenai miniproject yang akan saya jalankan selama pkl 2. Pada Tahap Awal saya melakukan perkenalan pada Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menjalin kedekatan antara praktikan dengan Ibu Ibu PKH di kelurahan laucih.

Di bulan Kedua Praktikan, saya mengajak ibu ibu PKH untuk membuat kotak tisu dari tutup botol atau koran bekas yang dimana untuk meningkatkan kemampuan inovasi ibu ibu PKH dan dapat menjual produk yang ditelah di buat untuk menambah pendapatan perekonomian. Agenda lainnya di bulan Kedua di isi dengan Penempelan Poster dengan Tema: “Menggolah Barang Bekas Menjadi Bermanfaat “ dengan pembuatan poster tersebut dapat memanfaatkan barang bekas akan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap sampah yang sudah tidak terpakai lagi kemudian bisa di olah menjadi barang yang bernilai dan bermanfaat .

Pada bulan ketiga, adanya agenda mini project dengan Ibu-ibu PKH di keluraha laucih yang dipilih menjadi klien pada proses intervensi mezzo atau group work, yang berguna untuk memberikan hasil atau output dari adanya agenda ini. Saya merancang bagaimana cara membuat agar Ibu-Ibu PKH di kantor kelurahan laucih untuk mengasah kemampuan dengan kreativitas agar para Ibu-Ibu PKH yang dapat menghasilkan tambahan perekonomian.

Setelah melakukan pendekatan pada klien, Loise sudah mengetahui permasalahan pokok dari klien. Metode yang lakukan oleh saya di dalam menyelesaikan masalah klien adalah menggunakan metode group work yang bersifat general, diantaranya sebagai berikut:

1. Assessment adalah suatu proses pemahaman tentang masalah sebagai dasar untuk melakukan tindakan pertolongan dan pemecahan masalah pada klien. Menggali masalah menggunakan metode FGD (Focus Group Discussion). Setelah memfokuskan diskusi dalam kelompok saya mendapat masalah yang dialami oleh mereka yaitu mengalami kebosanan ketika hanya berada dirumah saja dan ibu-ibu Pkh merasa sedih meskipun menerima bantuan terkadang tidak tepat waktu. Dalam upaya memahami masalah yang dihadapi klien Lois menggunakan teknik diskusi kelompok dengan klien dan teman klien untuk mengetahui permasalahan apa yang sedang mereka alami. Setelah mendapatkan permasalahannya, menggunakan satu tools yaitu Ecomap untuk menggambarkan permasalahan klien

2. Planning atau perencanaan adalah proses penyusunan strategi dalam penyelesaian masalah pada klien. Berikut ini adalah perencanaan yang disusun oleh praktikan dalam menyelesaikan masalah klien
– Mengajak klien untuk membuat Kreativitas agar dapat meningkatkan skill wirausaha ibu-ibu PKH dengan membuat bunga dari pipet , tempat tisu dari Koran bekas
– Memberi motivasi yang positif agar mereka termotivasi untuk membuat kreativitas tangan.

3. Intervensi adalah tahap dalam pelaksanaan program pertolongan yang diberikan pekerja sosial dalam menyelesaikan masalah klien. Pada tahap ini Lois memberikan support system untuk membangkitkan semangat dan mengedukasi Ibu-ibu PKH bahwa mengambil ide melalui youtube dapat membuat kreativitas & berpenghasilan yaitu dengan mengasah skill kreativitas tangan.

4. Evaluasi: Dampak dan hasil Mini Project. Setelah rangkaian groupwork yang telah diberikan telah membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Klien Loise saat ini tidak merasa bosan, dan mampu menambah ekonomi keluarga meskipun berkreativitas hanya dalam rumah saja.

5. Terminasi adalah tahap pemutusan hubungan dengan klien ketika tujuan diinginkan sudah tercapai. Pada tahap ini Loise melakukan pemutusan hubungan dengan klien dan memberi reward kepada klien.

Saya Loise Chisanta Ginting selaku mahasiswi Kesejahteraan Sosial FISIP USU mengucapkan banyak terimakasih kepada Ibu Lurah Laucih yaitu Ibu LUKE DUMARIA LUMBANGAOL, S.H ,Ibu Sekretaris Kelurahan Laucih , Anggota ASN Kantor Kelurahan Laucih , Bapak Ibu kepling Lingkungan 1,2,3 di Kelurahan Laucih, Medan Tuntunggan, Kota Medan yang sudah berpartisipasi dan juga telah mengizinkan dan menerima saya dengan baik untuk melaksanakan kegiatan PKL II di Kantor Kelurahan Laucih Kota Medan. Saya juga mengucapkan terimakasih kepada Dosen Pembimbing Lapangan Bapak Randa Putra Kasea Sinaga S.Sos, M.Kesos dan Dosen PKL II Bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos., M.Kesos
.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/kreativitas-dan-inovasi-pkh-dalam-mengolah-barang-bekas-menjadi-bermanfaat-di-kantor-kelurahan-laucih/8386/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 16:44.