JurnalPost.com, Sragen, Jembangan – Senin (24/07) Mahasiswa KKN Undip Tim II Universitas Diponegoro 2022/2023 berkesempatan untuk berbagi pengetahuannya mengenai komposter dari barang bekas. Warga Desa Jembangan memiliki perkumpulan kelompok tani yang setiap bulan rutin mengadakan pertemuan dan saling berbagi pendapat.
Tim II KKN Undip ikut bergabung dalam pertemuan yang diadakan setiap tanggal 24 tersebut di rumah Pak Hartono selaku ketua kelompok tani. Selain itu dari sudut pandang lain, warga Desa Jembangan juga masih memusnahkan sampah dengan cara dibakar. Hal ini tentu dapat menyebabkan pencemaran udara dan sampah yang dibakar tentu tidak bisa benar-benar musnah. Contohnya sampah plastik yang sulit dibakar akan tersisa dan mencemari tanah. Maka dari itu Bagus Ardjuna (20) mahasiswa KKN Undip Jurusan Teknik Mesin mengenalkan komposter sampah organik dari ember bekas sebagai satu di antara alternatif solusi sampah di Desa Jembangan. Komposter ini nantinya dapat menghasilkan pupuk kompos yang dapat digunakan setelah 3 – 4 bulan.

Mekanisme kerja komposter ini yaitu dengan memanfaatkan udara sebagai komposter aerob. Ember diberi pipa PVC melintang ukuran ¾ dengan lubang-lubang kecil sebagai inlet udara, kemudian di tengah pipa diberi sambungan Tee sehingga dapat dipasang juga sebuah pipa mendatar di dalam ember. Pada kedua ujung pipa melintang diberikan dop yang dilubangi sebagai inlet udara. Semua lubang tersebut diukur sehingga tidak ada celah agar lalat masuk dan bertelur di dalam ember berisi sampah. Kemudian di dalam ember diberikan sebuah plat sebagai sekat yang juga dilubangi. Sampah yang berada di posisi paling bawah akan mendapat tekanan dari sampah di atasnya sehingga air yang terkandung mengalir turun melalui lubang pada plat. Kemudian pada bagian bawah ember diberi keran untuk mengalirkan air limbah tersebut. Maka wadah ini memiliki 2 bagian yaitu untuk pupuk kompos padat dan cair.
Bapak-bapak kelompok tani antusias dan semangat dalam mendengarkan penyampaian Tim KKN. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa pertanyaan yang dilontarkan berhubungan dengan komposter tersebut. Harapan dari pengenalan yang disampaikan mengenai komposter dari ember bekas yaitu agar bapak – bapak maupun istrinya nanti dapat menerapkan solusi ini sebagai tindakan pengendalian sampah dan investasi jangka panjang dalam penyediaan pupuk kompos.
Bagus Ardjuna – Teknik Mesin/FT/Universitas Diponegoro