Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

KOTA TERCEPAT TENGGELAM, SEMARANG MENDUDUKI PERINGKAT 2

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 11 Mei 2024

JurnalPost.com – Menurut Geophysical Research Letter Semarang, Jawa Tengah (Jateng), menempati urutan kedua dalam daftar kota tercepat tenggelam di dunia. Hal tersebut didasarkan pada data penurunan permukaan tanah di Kota Semarang yang setiap tahunnya mencapai 3,96 cm per tahun dalam kurun 2015 – 2020.

Menurut para pakar penelitian faktor terbesar penyebab penurunan tanah di Semarang diakibatkan penggunaan air tanah yang massif. Selain itu, wilayah kota tersebut menjadi tempat dengan jumlah penduduk yang besar atau area industry.

“Lapisan tanah dataran rendah di Semarang itu alluvial, tanah lunak, dan gampang turun. Kemudian, sedimentasinya justru membuat permukaan air laut gampang masuk daratan dibandingkan membuang air daratan ke laut,” ujar Benny, Selasa (6/6/2023).

Ahli hukum lingkungan dari Universitas Katolik Soegijapranata, Benny, menilai kekhawatiran itu bisa saja terjadi. Pemerintah juga turut terlibat dalam persoalan penurunan tanah, mereka kurang bijak dalam mengatasi persoalan tersebut. Hal tersebut diperparah dengan pengambilan air bawah tanah yang massif. Pengambilan air tanah yang masih longgar ini disinyalir milik Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM). Namun disisi lain, kebutuhan air bersih yang disediakan oleh PDAM selama ini belum mencukupi kebutuhan industry.
Selain pengambilan air bawah tanah yang massif berkurangnya daerah resapan juga menyumbang percepatan penurunan tanah.

Dampak yang dapat ditimbulkan antara lain:
– Banjir atau rob pada wilayah Kota Semarang, dikarenakan Kota Semarang termasuk kedalam wilayah yang rawan terjadi banjir
– Banyaknya air yang menggenang di jalan raya, dikarenakan penyerapan dan juga irigasi yang kurang baik di Kota Semarang
– Jika terkena banjir akan berdampak lanjutan ke pelemahan ekonomi yang terjadi di Kota Semarang, Orang-orang akan sulit untuk ke tempat kerja, Orang-orang akan sulit untuk memenuhi kebutuhan mereka

Permasalahan-permasalahan tersebut menyebabkan kerugian bagi masyarakat baik secara ekonomi maupun sosial masyarakat harus mengeluarkan biaya untuk menyesuaikan tinggi bangunan atau bendungan kecil karena tempat tinggalnya kerap dilanda banjir rob.
Solusi yang bisa diberikan agar mengurangi resiko Kota Semarang banjir/ terendam air antara lain ; membuat polder atau kolam penampungan air untuk antisipasi jangka pendek agar air yang mengalir tidak merambat ke jalanan atau ke pemukiman , lalu hal yang bisa dilakukan lagi adalah dengan menciptakan/ memulihkan tata ruang hijau untuk pengendalian

air dari hulu, bisa dengan reboisasi atau membuat daerah resapan air di daerah hulu, lalu memanfaatkan teknologi untuk menanggulangi banjir atau air yang menggenang misal menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk memperkirakan cuaca dan upaya pencegahan dan respon terhadap cuaca yang sedang terjadi , dan juga yang terpenting adalah dengan meningkatkan kesadaran Masyarakat untuk menjaga dan merawat lingkungan melalui program penanaman kembali, penanaman mangrove serta sosialisasi tentang pengelolaan sampah rumah tangga.

Penulis :
– Daru Saputra
– Sesi Aulia
– Muhammad Bahrul Alam

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/kota-tercepat-tenggelam-semarang-menduduki-peringkat-2/14198/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 06:23.