Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Konservasi Berbasis Masyarakat, Solusi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 26 Desember 2023

JurnalPost.com – Pembangunan berkelanjutan atau sustainable development adalah strategi pembangunan demi kesejahteraan generasi masa sekarang tanpa mengurangi perhatian akan generasi yang akan datang. Pembangunan berkelanjutan menentang anggapan bahwa sumber daya alam dapat digunakan terus menerus. Sumber daya alam merupakan warisan bagi generasi mendatang yang harus dijaga kelestariannya. Oleh karena itu, pembangunan berkelanjutan harus dilakukan dengan cara yang lestari, yaitu dengan cara yang tidak akan menghabiskan sumber daya alam tersebut.

Sebagai Pembangunan berkelanjutan didefinisikan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pembangunan berkelanjutan adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi, demi keberlanjutan tatanan kehidupan manusia dan alam. Oleh karena itu, pembangunan berkelanjutan merupakan tantangan besar bagi dunia dan menjadi tanggung jawab kita bersama.

Konservasi merupakan bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. Tanpa konservasi, pembangunan berkelanjutan tidak akan dapat tercapai. Konservasi penting untuk menjaga kelestarian alam dan sumber daya alam, yang merupakan dasar bagi pembangunan ekonomi dan sosial. Salah satu upaya pendekatan yang dapat dilakukan adalah melakukan konservasi berbasis pada masyarakat.

Konservasi berbasis masyarakat adalah upaya konservasi yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Dengan melibatkan masyarakat setempat, konservasi dapat lebih efektif karena masyarakat setempat memiliki pengetahuan dan pengalaman yang dapat menjadi aset penting dalam upaya menjaga kelestarian alam dan sumber daya alam. Ditambah lagi, masyarakat lokal juga memiliki keterikatan emosional dengan lingkungan mereka, sehingga mereka akan lebih termotivasi untuk menjaganya. Selain itu dengan memberdayakan masyarakat Selain itu, dengan pemberdayaan masyarakat juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Konservasi berbasis masyarakat digiatkan dengan melakukan beberapa langkah, yaitu pemetaan potensi dan permasalahan dengan tujuan untuk mengetahui apa saja sumber daya alam dan keanekaragaman hayati yang ada di kawasan tersebut, serta apa saja permasalahan yang mengancam kelestariannya. Kemudian dibentuk kelompok masyarakat, bisa berdasarkan kesamaan wilayah, kesamaan profesi, atau kesamaan minat. Dalam melakukan pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan berbagai kegiatan, seperti pelatihan, penyuluhan, dan pendampingan sebagai upaya mempersiapkan masyarakat sebelum melakukan upaya konservasi nantinya. Rencana kerja upaya konservasi berbasis masyarakat harus disusun secara partisipatif dengan melibatkan semua pihak yang terkait, termasuk masyarakat, pemerintah, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Kawasan ekosistem Lueser di Aceh dan Sumatera Utara merupakan salah satu kawasan konservasi yang melibatkan peran masyarakat dalam melakukan konservasi. Ada banyak kegiatan yang dilakukan, antara lain penanamann pohon, masyarakat di Leuser telah melakukan penanaman pohon secara mandiri dan berkelompok. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga kelestarian hutan dan mencegah terjadinya erosi.

Masyarakat di Leuser membentuk kelompok patroli hutan dengan tujuan untuk menjaga kelestarian kawasannya. Kelompok yang dibentuk bertugas untuk melakukan patroli demi menjaga serta mencegah terjadinya penebangan liar, perburuan liar, dan kebakaran hutan. Adapun pengembangan ekowisata oleh masyarakat sekitar. Masyarakat di Leuser telah mengembangkan ekowisata sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kesejahteraan dan menjaga kelestarian kawasan ini. Ekowisata yang dikelola masyarakat ini juga memberikan kesempatan kepada wisatawan untuk belajar tentang konservasi serta menikmati keindahan alam Leuser.

Kegiatan konservasi berbasis masyarakat di Leuser telah memberikan dampak positif terhadap upaya konservasi dan pembangunan berkelanjutan. Konservasi berbasis masyarakat membantu menjaga kelestarian lingkungan di Leuser, seperti hutan, air, dan keanekaragaman hayati. Hal ini dapat dilihat dari menurunnya tingkat penebangan liar, perburuan liar, dan kebakaran hutan di kawasan ini. Hal ini dapat berdampak positif terhadap pembangunan berkelanjutan, karena lingkungan yang lestari dapat mendukung berbagai aspek pembangunan, seperti ekonomi, sosial, dan budaya.

Dengan adanya dampak positif konservasi berbasis masyarakat telah menjadi bukti di berbagai tempat, termasuk di Indonesia. Konservasi berbasis masyarakat telah berhasil menjaga kelestarian hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Kegiatan ini juga dapat menjadi contoh bagi masyarakat di tempat lain. Oleh karena itu, konservasi berbasis masyarakat perlu terus didorong dan dikembangkan sebagai salah satu solusi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.

Oleh: Nesha Fadhilah Luvena
Mahasiswa Biologi Universitas Andalas

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/konservasi-berbasis-masyarakat-solusi-untuk-pembangunan-berkelanjutan/9949/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 13:20.