Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Komunikasi Kritis Sejak Dini: Mahasiswa Universitas 17 agustus surabaya memperkuat Bekali Siswa SMPN 41 Surabaya dengan Logika dan Etika

Tim Editor: Redaksi ยท Tanggal: 16 Desember 2025
Sumber : dokumentasi pribadi

Oleh: Moch Rikal Farizy, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Surabaya, JurnalPost.com โ€” SMP Negri 41 Surabaya menyelenggarakan rangkaian kegiatan Day After SAS 2025 sebagai bagian dari penguatan karakter, literasi, dan kesiapan akademik peserta didik pasca pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS). Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut dirancang secara komprehensif melalui pendekatan religius, literasi digital, pengembangan kedisiplinan hingga pembekalan nalar kritis serta etika peserta didik.

Beberapa hal yang lebih utama dalam rangkaian ini adalah pembekalan dasar โ€“ dasar logika dan etika, kreatif menulis, dan desain grafis serta melibatkan partisipasi aktif mahasiswa Universitas 17 agustus 1945 Surabaya (UNTAG) Surabaya. Kehadiran mahasiswa di posisikan sebagai mitra edukatif yang berperan mendampingi siswa dalam memahami cara berpikir rasional, mengenali kesalahan nalar (logical fallacy), serta menanamkan pemahaman etika berbasis norma dan asas dalam keghidupan sehari โ€“ hari.

Kegiatan Day After SAS 2025 tertuju dengan beragam agenda edukatif, mulai dari sholat dhuha berjamaah dan kultum sebagai pembiasaan nilai spiritual, latihan baris-berbaris untuk menumbuhkan disiplin dan tanggung jawab. Selain itu, sekolah juga menyelenggarakan kegiatan refleksi diri, motivasi belajar, serta sosialisasi peningkatan kewaspadaan dan perlindungan anak.

Di tengah padatnya agenda tersebut, sesi pembekalan dasar logika dan etika menjadi ruang strategis untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa. Mahasiswa UNTAG Surabaya berperan sebagai fasilitator diskusi dan pendamping pembelajaran yang mengajak siswa memahami perbedaan antara argumen valid dan keliru atau sesat berfikir. Melalui contoh -contoh kontekstual yang dekat dengan kehidupan remaja, siswa di perkenalkan pada sebagai bentuk Logical Fallacy, seperti generalisasi berlebihan, ad hominem, hingga argumentasi berbasis emosi.

Sumber : dokumentasi pribadi

Tidak hanya pada aspek logika, pembekalan ini juga menekankan dimensi etika yang berlandaskan norma sosial dan asas moral. Mahasiswa mendorong siswa untuk merefleksikan sikap dan perilaku dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat, sehingga kemampuan berpikir rasional berjalan seiring dengan pembentukan karakter yang beretika. Pendekatan dialogis ini dinilai efektif dalam membangun keberanian siswa untuk menyampaikan pendapat secara santun dan bertanggung jawab.

Pihak sekolah menilai kolaborasi dengan mahasiswa perguruan tinggi memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran. Selain memperluas wawasan siswa, kehadiran mahasiswa juga menghadirkan model peran (role model) akademik yang mendorong motivasi belajar dan cita-cita melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Melalui kegiatan Day After SAS 2025, SMPN 41 Surabaya menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, namun pada penguatan nalar kritis dan etika siswa. Pembekalan dasar logika menjadi penting dalam mencegah praktik perundungan (bullying), yang sering muncul akibat prasangka, generalisasi keliru, dan kesalahan nalar dalam menilai perbedaan. Dengan memahami logical fallacy serta etika komunikasi, siswa didorong untuk berpikir rasional, bersikap empatik, dan berkomunikasi secara bertanggung jawab. Sinergi antara sekolah dan mahasiswa UNTAG Surabaya diharapkan melahirkan generasi muda yang cerdas secara logis, matang secara etis, dan adaptif menghadapi dinamika sosial di era informasi.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/komunikasi-kritis-sejak-dini-mahasiswa-universitas-17-agustus-surabaya-memperkuat-bekali-siswa-smpn-41-surabaya-dengan-logika-dan-etika/21822/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 23:59.