Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Komunikasi Di Media Sosial Dalam Jangkauan Anak-anak

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 26 Februari 2024

Oleh: Analiya Putri Rachman (Mahasiswa SV IPB University)

JurnalPost.com – Komunikasi adalah proses menyampaikan informasi, pesan, ide atau gagasan dari pihak satu (komunikator) ke pihak lainnya (komunikan). Komunikasi merupakan suatu hal yang penting dalam menyampaikan pesan terhadap pihak lain. Komunikasi bergantung pada kemampuan seseorang untuk bisa memahami satu dengan yang lainnya. Melalui proses komunikasi, sikap dan perasaan seseorang dapat dipahami oleh pihak lain. Komunikasi dapat terjadi ketika adanya suatu kesamaan pesan yang ingin disampaikan dengan pihak lain sehingga adanya ketertarikan dalam melanjutkan isi pesan yang disampaikannya. Komunikasi tidak hanya sekedar mengirimkan suatu pesan saja, akan tetapi adanya kesan yang didapat oleh komunikan.

Dalam berkomunikasi, ada kalanya seseorang tidak bisa melakukannya secara langsung atau tatap muka karena satu dan lain hal. Saat ini, melakukan proses komunikasi bisa dilakukan dimana saja. Salah satunya adalah media sosial. Kebanyakan masyarakat lebih memilih cara yang lebih simple. Mereka memilih menggunakan media sosial sebagai alat untuk berkomunikasi secara online. Dikutip dari jurnal unm, Media sosial adalah sebuah media online, dimana para penggunanya bisa dengan mudah memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan komunikasinya (Widada, 2018). Artinya, media sosial hadir untuk para pengguna melakukan komunikasi berbasis online tanpa adanya batasan ruang dan waktu. Saat ini, media sosial yang sedang popular digunakan sebagai media untuk berkomunikasi oleh masyarakat adalah WhatsApp, Instagram, facebook dan masih banyak lagi.

Dengan menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi, maka terjalinnya suatu interaksi dengan siapapun, kapanpun dan dimanapun. Dikutip dari jurnal Universitas Muslim Indonesia berjudul “Komunikasi dan Media Sosial”, hubungan antara komunikasi dengan media sosial adalah sangat erat karena dengan adanya media sosial maka komunikasi menjadi semakin cepat dan mudah untuk dilakukan, baik dengan komunikasi lewat chat, telepon, ataupun video call. Disadari atau tidak, kehadiran media sosial telah memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan manusia sebagai seorang individu maupun masyarakat secara umum

PENGARUH MEDIA SOSIAL
Di era digital yang semakin maju ini, seperti yang kita tahu bahwa hampir seluruh masyarakat telah mempunyai akun media sosialnya masing-masing. Mulai dari usia muda hingga tua. Tidak pandang umur, anak-anak pun banyak yang sudah mahir dalam bermedia sosial. Dikutip dari hasil riset Neurosensum Indonesia Consumers Trend 2021: Social Media Impact on Kids menunjukkan bahwa 87% anak-anak di Indonesia sudah dikenalkan media sosial sebelum menginjak usia 13 tahun. Media sosial menjadi hal yang eksis bagi kalangan anak-anak. Sehinigga banyak dari mereka ingin menyesuaikan perkembangan zaman yang semakin modern. Mereka sudah mengerti dalam bermedia sosial karena melihat kebiasaan orang sekitar sering menggunakannya. Terlebih bagaimana mereka berkomunikasi dengan temannya melalui media sosial.

Memang, pada dasarnya manusia akan mengikuti perkebangan teknologi. Namun, penggunaaan media sosial bagi anak-anak sebagai media untuk berkomunikasi merupakan hal yang perlu kita waspadai. Banyak anak-anak yang paham akan bermedia sosial namun tidak mengetahui apa saja yang perlu di hindari. Mereka merasa sudah selayaknya seperti orang dewasa yang bermain gadget di laman media sosial. Padahal, penggunaaan media sosial bagi anak-anak wajib dibatasi waktunya.

DAMPAK BAGI ANAK- ANAK
Dampak negatif yang dialami oleh anak ketika dibebaskan penuh dalam komunikasi di media sosial tidak lah sedikit. Banyaknya dari mereka yang terlalu sering atau bahkan menjadikan hal tersebut kegemaran yang berlebih membuatnya merasa kurang bersosialisasi terhadap teman-temannya sehingga dapat menghambat kemampuan kecerdasan emosional. Seperti, pada saat kerja sama dengan teman hingga kurangnya rasa ingin berkumpul bersama teman untuk sekedar berbincang. Lain halnya dengan dampak positif yang diterima oleh anak tersebut. Dengan berkomunikasi di media sosial, anak-anak akan lebih mudah ketika ingin berkomunikasi dengan teman yang berjarak jauh. Selain itu, melatih kemampuan mereka untuk menemukan berbagai interaksi yang bisa memuaskan ekspresi dirinya, karena banyak dari mereka yang merasa dirinya kurang bisa berbaur secara langsung terhadap teman-temannya. Hal ini sangat membantu anak dalam proses bersosialisasi.
Ketika melakukan komunikasi lewat media sosial, mereka juga harus mengetahui etika apa saja yang harus dilakukan. Ketikan kata demi kata perlu di jaga. Tidak boleh asal dalam mengirimkan sebuah pesan kepada sesama teman. Pergunakanlah kata yang baik. Mencoba untuk menjaga sikap agar tidak menimbulkan suatu keributan di usia nya. Tidak boleh mengumbar informasi yang berlebih. Saling menghormati dan menghargai sesama juga perlu dilakukan agar terciptanya hubungan yang harmonis dalam pertemanan ataupun keluarga.

UPAYA DALAM PENANGANAN
Dalam mengoptimalkan kegiatan komunikasi di media sosial pada anak, perlu adanya batasan waktu yang dikelola dengan baik. Tidak boleh terlalu sering atau mengandalkan komunikasi di media sosial sebagai suatu hal yang wajib dilakukan sehingga melupakan bersosialisasi secara tatap muka. Selain itu, Menjadikan media sosial sebagai alat komunikasi yang bermanfaat seperti diskusi dengan teman kelompok belajar. Belajar untuk berfikir terhadap pesan yang ingin disampaikan sebelum mengirimkannya pada pihak lain agar mengetahui konsekuensinya.

Oleh karena itu, upaya anak dalam menjalani komunikasi yang baik di media sosial adalah perlunya membatasi akses anak dalam menggunakan media sosial di smarthphone agar terhindar dari konten yang tidak baik dan juga mengindari efek kecanduan berlebih. Beri stimulus positif kepada anak agar sikap selalu dijaga dalam mengirim suatu pesan. Tidak lupa untuk selalu ajari anak untuk akses hal-hal positif, sebagai contoh yaitu mengakses aplikasi youtube untuk belajar matematika. Dan, selalu terbuka kepada orang tua, tidak mem-privasi smarthphone serta pantau selalu anak agar mengetahui perilakunya dalam melakukakn komunikasi di media sosial.

Mengelola komunikasi yang baik di media sosial pastinya akan terciptanya hubungan yang baik juga. Maka dari itu, sebagai anak perlu adanya wawasan yang lebih paham secara mendalam bagaimana cara menggunakan komunikasi di media sosial dengan bijak dan benar atas dasar bimbingan dari yang lebih dewasa. Belajar kembali mengenai etika, sikap dan perilaku yang tidak dibolehkan dalam berkomunikasi sehingga tahu apa saja yang perlu dilakukannya.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/komunikasi-di-media-sosial-dalam-jangkauan-anak-anak/11956/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 12:49.