Blitar, JurnalPost.com – Tim dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian dan mahasiswa KKN kelompok 27 UPN Veteran Jawa Timur mengadakan pelatihan pembuatan pupuk organik padat dalam rangka pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 16-17 Juni 2023 di kediaman Bapak Pranyoto selaku Ketua Kelompok Tani Setia Kawan V di Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan 20 orang anggota kelompok tani setia kawan V dengan antusias dari awal hingga akhir. Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari hibah Pengabdian Masyarakat LPPM UPN Veteran Jawa Timur Tahun 2023 yang berjudul “Pemanfaatan Limbah Organik untuk Pupuk berdasarkan Kearifan Lokal di Kelurahan Ngadirejo, Kota Blitar”.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat (PIHAT), Dr. Ir. Maroeto, M.P., turut hadir dan memberikan penjelasan secara langsung tentang proses pembuatan pupuk organik padat. Kegiatan pembuatan pupuk diawali dengan mencacah daun-daun agar proses pembusukan semakin cepat. Kemudian, membuat larutan aktivasi dengan melarutkan molase dan ditambahkan EM4. Larutan aktivasi yang sudah jadi dicampurkan dengan dengan bahan – bahan yang sudah dicacah. Semua bahan yang sudah dicampurkan difermentasi dan ditutup selama 20 hari dengan terus diaduk. Untuk mengetahui kualitas pupuk organik yang diproses, perlu dilakukan pengambilan sampel pupuk organik setiap 7 hari sekali. Sampel tersebut akan diuji di laboratorium untuk mengetahui kadar pH, persentase C – org , N- total, P – total dan K – total sehingga pupuk yang dihasilkan memiliki kualitas baik.
Pada kegiatan ini, Anggota Tim Pengabdian Masyarakat (PIHAT), Dr. Ir. Rossyda Priyadarshini, M.P. dan Dr. Agung Winarno, M.M., turut menyampaikan cara memilih bahan – bahan yang dapat digunakan sebagai pupuk organik dengan kandungan nutrisi yang baik bagi tanaman. Bahan – bahan yang digunakan juga mudah ditemukan di sekitar wilayah Kelurahan Ngadirejo, sehingga diharapkan kelompok tani dapat memproses pupuk organik sendiri untuk dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk kimia dalam kegiatan bercocok tanam.
Anggota Tim Pengabdian Masyarakat (PIHAT) lainnya, Dewi Puspa Arum, S.Pd., M.Pd., dan Wahyu Santoso, S.P., M.P., berharap bahwa kegiatan pelatihan ini membawa manfaat kepada Kelompok Tani Setia Kawan V agar dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia pada lahan pertaniannya, serta dapat menambah pendapatannya dengan cara menjual hasil pengolahan pupuk organik padat tersebut sesuai dengan harga pupuk di pasaran.