Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

KIAT-KIAT MENGATASI ACADEMIC BURNOUT

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 1 Juni 2026

BURNOUT

Oleh: Chandra Arya Arifin, Ozora Zoe Ivenna, Audrey Orlantha Alveria, Damarrasyid Nugroho

Pernah nggak sih kalian lagi duduk di depan laptop, niatnya mau ngerjain tugas, tapi malah bengong lama karena nggak tahu harus mulai dari mana?

Tugas numpuk, deadline makin dekat, tapi bukannya semakin semangat, justru makin capek bahkan sebelum mulai.

Kalau kalian pernah ngerasain itu, bisa jadi kalian sedang mengalami academic burnout.

Fenomena ini ternyata bukan hal sepele. Data dari kemendikbudristek (2024) menunjukkan bahwa sekitar 58% mahasiswa di Indonesia mengalami gejala burnout, mulai dari kehilangan motivasi, sulit fokus, sampai kelelahan dalam belajar. Bahkan, penelitian lain menunjukkan bahwa lebih dari setengah mahasiswi berada pada tingkat burnout yang cukup tinggi, terutama mereka yang sedang menghadapi skripsi.

Artinya, kondisi ini bukan cuma “hal biasa”. Ini adalah masalah yang nyata dan dialami banyak mahasiswa.

Sebenarnya apa itu Academic Burnout?

Secara sederhana, academic burnout adalah kondisi kelelahan emosional, fisik, dan mental yang berkepanjangan akibat tuntutan akademik yang dirasa terlalu tinggi dan berlebihan. Istilah ini menggambarkan situasi di mana mahasiswa merasa kewalahan dan gagal mengelola tekanan belajar secara efektif.

Biasanya, kondisi ini ditandai sama tiga tanda bahaya:

  1. Kelelahan emosional (emotional exhaustion): Perasaan terkuras, lelah, dan hampa secara emosional akibat tumpukan tugas yang tak kunjung usai.
  2. Sikap sinis (cynicism): Munculnya rasa acuh tak acuh, tidak bersemangat, atau bahkan merasa bahwa kuliah tidak lagi bermakna.
  3. Penurunan pencapaian akademik (reduced academic efficacy): Mahasiswa merasa tidak mampu, kurang percaya diri, dan merasa gagal sebagai mahasiswa karena penurunan nilai atau produktivitas.

Mengapa mahasiswa bisa mengalami Academic Burnout?

Berikut merupakan faktor-faktor utama mengapa mahasiswa mengalami kondisi academic burnout:

  1. Ketidakseimbangan beban kerja

Tuntutan berupa tugas yang menumpuk, serta jadwal perkuliahan yang padat dapat menguras energi secara fisik maupun mental mahasiswa. Ketika waktu istirahat yang dibutuhkan oleh mahasiswa tidak sebanding dengan energi yang dikeluarkan, dapat mengakibatkan munculnya kelelahan kronis pada mahasiswa.

  1. Kurangnya kontrol dan reward

Mahasiswa terkadang kesulitan dalam mengendalikan diri terkait tugas perkuliahan yang dipengaruhi oleh teman, dosen, atau peraturan kampus. Selain itu, kurangnya apresiasi dari lingkungan sosial terhadap pencapaian akademik seorang mahasiswa juga berpengaruh.

  1. Rendahnya self-efficacy dan self-awareness

Ketidakmampuan seorang mahasiswa dalam mengenali batasan diri serta kurangnya keyakinan pada kemampuannya sendiri dalam mengerjakan tugas dapat membuat setiap hambatan akademik menjadi sebuah ancaman. Hal tersebut dapat memicu terjadinya stres berkepanjangan. Keyakinan diri yang baik akan membantu melawan stres dan mempertahankan prestasi pembelajaran meskipun dalam keadaan tertekan.

  1. Kurangnya dukungan sosial

Lingkungan kampus yang sangat kompetitif tanpa dukungan sosial yang cukup dapat rentan mengalami burnout. Setiap orang, harus memiliki support system yang dapat memberikan dukungan sosial dan emosional agar dapat terhindar dari kelelahan akademik.

Apa ciri-ciri dari Academic Burnout?

Academic burnout ditandai dengan beberapa ciri-ciri. Pertama, adanya kelelahan emosional, Leiter & Maslach (2000) menyatakan bahwa kelelahan emosional seperti terkuras secara emosional dalam mengerjakan tugas. Individu juga merasa kekurangan energi untuk melalui kesehariannya. Kedua, sikap sinis terhadap tugas seperti munculnya sikap tidak peduli terhadap proses perkuliahan dan menjadi hilang minat. Ketiga, mahasiswa merasakan tidak mampu untuk mengerjakan tugas atau merasa tidak berdaya dalam mengemban tugas.

Kapan mahasiswa mengalami Academic Burnout?

Academic burnout umumnya muncul ketika mahasiswa menghadapi tekanan yang berlebihan, terus menerus, dan tidak diimbangi dengan istirahat serta strategi koping yang baik. Situasi situasi yang sering memicu academic burnout antara lain:

  1. Tugas menumpuk dan beban akademik berat

Saat jadwal kuliah padat, banyak tugas harian, makalah, dan proyek kecil, mahasiswa mudah merasa kewalahan sehingga kelelahan emosional meningkat.

  1. Masa UTS/UAS dan tenggat akhir

Periode ujian membuat mahasiswa memaksa diri belajar berjam jam tanpa istirahat yang cukup.

  1. Menyusun skripsi atau tugas akhir

Mahasiswa yang sedang menempuh program lanjutan (misalnya skripsi atau tugas akhir) sering mengalami tekanan tinggi karena deadline, bimbingan, revisi, dan keterlambatan pengumpulan, sehingga sinisme dan kecenderungan putus asa menjadi lebih tinggi.

  1. Tekanan organisasi dan aktivitas non akademik

Mahasiswa yang aktif di organisasi, UKM, atau kegiatan kampus sering kesulitan membagi waktu antara tugas akademik, kepanitiaan, dan kegiatan sosial.

  1. Tuntutan IPK dan prestasi tinggi

Harapan tinggi dari orang tua, beasiswa, atau program tertentu yang mewajibkan IPK minimum dapat menambah stres.

  1. Kurang istirahat dan gaya hidup tidak sehat

Kebiasaan tidur larut, konsumsi kafein berlebih, makan tidak teratur, serta kurang aktivitas fisik.

  1. Konflik pribadi dan masalah sosial

Masalah keluarga, hubungan sosial, konflik antar teman, atau masalah ekonomi dapat mengganggu fokus belajar dan memperkuat emosi negatif.

Lalu, gimana cara mengatasinya?

  1. Melatih teknik pernapasan 4-4-4, yaitu menarik napas selama 4 detik, menahan 4 detik, lalu menghembuskan napas 4 detik. Teknik ini membantu tubuh lebih rileks dan meningkatkan kesadaran terhadap kondisi diri saat ini.
  2. Jangan menghadapi tekanan sendiri. Mencari dukungan sosial dengan berbicara kepada teman, keluarga, atau lingkungan terdekat dapat membantu mengurangi beban pikiran dan memberikan sudut pandang baru terhadap masalah yang dihadapi.
  3. Penting untuk membangun keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan menetapkan target kecil yang realistis, menghargai progres yang sudah dicapai, dan mengingat kembali pengalaman ketika berhasil melewati tantangan sebelumnya.
  4. Apabila Kelelahan mulai mengganggu aktivitas sehari hari, berlangsung dalam waktu lama atau disertai penurunan kondisi psikologis yang signifikan, maka mencari bantuan profesional seperti psikologi atau konselor dapat menjadi langkah yang tepat.

Daftar Pustaka

Agustina, A. F. (2023, October 17). Pengaruh Dukungan sosial terhadap academic Burnout Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik Yang Aktif Bekerja Dengan Kuliah. UMG REPOSITORY. http://eprints.umg.ac.id/8871/

Breathing Practices for relaxation | Embrace mindfulness. (2025, November 16). Embrace Mindfulness. https://embracemindfulness.org/breathing-practices/

Christina Maslach, C., & Leiter, M. P. (2016). Understanding the burnout experience: Recent research and its implications. World Psychiatry, 15(2), 103–111.

Dira, A. (2025, October 8). Fenomena Academic Burnout di Kalangan Mahasiswa Indonesia, Bahaya yang Sering Diremehkan – ProJabar. Fenomena Academic Burnout Di Kalangan Mahasiswa Indonesia, Bahaya Yang Sering Diremehkan – ProJabar; ProJabar.
https://www.projabar.com/pendidikan/amp/35416041446/fenomena-academic-burnout-di-kalangan-mahasiswa-indonesia-bahaya-yang-sering-diremehkan

Juanda, D. A., & Rosiana, D. (2024). Kajian mengenai academic burnout pada mahasiswa fakultas kedokteran. Bandung Conference Series: Psychology Science, 4(2), 1046–1053.

Marchella, F., Matulessy, A., & Pratitis, N. (2023). Academic burnout pada mahasiswa tingkat akhir: Bagaimana peranan prokrastinasi akademik. INNER: Journal of Psychological Research, 3(1), 28–37.

Laviosa, C., Sulastri, A., & Sanjaya, B. O. (2025). ACADEMIC BURNOUT DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG BEKERJA PART-TIME. Proyeksi, 20(2), 85. https://doi.org/10.30659/jp.20.2.85-101

Riana Rosmawati, & Merida, S. C. (2025). Academic Burnout Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Esa Unggul. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 16927–16933. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.28507

Putri, T. H., Masitoh, Z., & Khalid, F. (2023). Faktor yang Mempengaruhi Academic Burnout pada Mahasiswa Keperawatan. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(2), 379–386. https://doi.org/10.26714/jkj.11.2.2023.379-386

Putri, T. H., Masitoh, Z., & Khalid, F. (2023). Faktor yang mempengaruhi academic burnout pada mahasiswa keperawatan. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(2), 379–384.

Siska, D., & Mardikantoro, S. (2023). Kecenderungan academic burnout pada mahasiswa Bimbingan dan Konseling Universitas Pendidikan Indonesia. Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(2), 115–128. https://journal.upy.ac.id/index.php/bk/article/download/4477/2912

Wilmar B. Schaufeli, W. B., Martínez, I. M., Pinto, A. M., Salanova, M., & Bakker, A. B. (2002). Burnout and engagement in university students: A cross-national study. Journal of Cross-Cultural Psychology, 33(5), 464–481.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/kiat-kiat-mengatasi-academic-burnout/25719/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 06 November 2026 08:18.