
Oleh: Lidya Risang Ayu, M.T.
JurnalPost.com – Minyak biji kelor merupakan minyak yang diperoleh dari ekstraksi biji kelor. Menurut Nasir dkk., tahun 2010 dalam publikasinya tanaman kelor masuk ke dalam kingdom Plantae, genus moringa, dan spesies moringa oleifera. Tanaman kelor menjulang tinggi hingga dapat mencapai 7 sampai 11-meter dan tumbuh pada daratan rendah di ketinggian 0-2.000 meter di atas permukaan laut. Minyak biji kelor yang dihasilkan dari tanaman kelor dari bijinya yang sudah tua. Menurut Purbawa tahun 2021 biji kelor mampu menghasilkan minyak kelor sebanyak 35-40% dari berat biji kelor dan dapat menghasilkan 4,41 sampai 108,71 liter minyak kelor dalam satu tahun.
Minyak kelor mengandung banyak sekali manfaat yang sangat baik untuk tubuh. Tanaman kelor sendiri memiliki manfaat pada seluruh bagian tanaman kelor, mulai dari daunnya, yang dapat dikonsumsi langsung atau diolah, kemudian biji kelor yang diekstrak menghasilkan minyak kelor atau dikonsumsi secara langsung dengan cara dikukus seperti kacang tanah atau kacang lain yang umum dipasaran, selain itu juga, ampas dari biji kelor yang telah diekstrak dapat dijadikan pakan ternak yang juga mengandung nutrisi yang baik bagi hewan ternak.
Minyak biji kelor mengandung antioksidan dan mengandung asam lemak baik yang baik untuk tubuh. Minyak kelor mengandung asam lemak oleat hingga 73,57% sebagai asam lemak terbesar yang terkandung dalam minyak kelor. Antioksidan dalam minyak kelor kemungkinan berasal dari vitamin E atau β karoten dan α-tokoferol. Antioksidan ini baik untuk tubuh dalam menjaga imunitas tubuh dan baik untuk mencegah datangnya penyakit di cuaca yang tidak menentu ini.
Minyak kelor biasanya diekstraksi melalui dalam proses pengepresan. Metode ini paling mudah dilakukan dan tidak menggunakan bahan kimia sedikitpun. Metode pengepresan ini adalah metode paling aman dan tidak akan ada bahan kimia yang terkandung dalam ekstrak minyak kelor setelah menjadi produk minyak, sehingga sangat aman dikonsumsi. Minyak kelor yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh baik dikonsumsi atau untuk pemakaian luar, sangatlah menjanjikan. Nilai jual minyak kelor juga dapat bersaing dengan minyak-minyak pangan lainnya.
Sumber:
Leone, A., Spada, A., Battezzati, A., Schiraldi, A., Aristil, J., & Bertoli, S. (2016). Moringa oleifera seeds and oil: Characteristics and uses for human health. International Journal of Molecular Sciences, 17(12).
Nasir, S., Soraya, D. F., & Pratiwi, D. (2010). Pemanfaatan Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera) Untuk Pembuatan Bahan Bakar Nabati. Jurnal teknik Kimia, 17(3), 29–34.
Prabawa, S. B. (2021). Produk Biji Kelor Pada Tanaman Kelor Umur Tujuh Tahun Dari Desa Tua Batan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (Moringa Seed Products in Seven Years Old Moringa Plants from Tua Batan Village, North Central Timor Regency, East Nusa Tenggara). Journal of Agribusiness and Agrotechnology, 2(2), 89–94.