Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Ketua Sanggar Seni Getar Pakuan (SSGP) Kota Bogor, Zenzen Djuansyah

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 12 Maret 2024

Oleh: Nafisa Kaila Putri

JurnalPost.com – Zenzen Djuansyah merupakan Ketua Sanggar Seni Getar (Gerak dan Tari) Pakuan, Kota Bogor. Beliau lahir di Tasikmalaya, 8 September 1973. Sempat mendalami Pendidikan di Universitas Pasundan, Fakultas Ekonomi, di kota kelahirannya yaitu Tasikmalaya. Dari tekad dan keinginan kuat yang dimiliki Zenzen Djuansyah, dalam mengembangkan dan melestarikan budaya tradisional Indonesia melalui Sanggar Seni Getar Pakuan (SSGP). SSGP adalah sebuah sanggar seni tari yang berdiri sejak tahun 1992 dan telah melahirkan banyak generasi seniman muda yang sangat berbakat.

Berawal sebagai wadah penyaluran minat putera-puteri KORPRI di Kota Bogor. Awal mula terbentuk Getar Pakuan berasal dari Walikota Bogor yang menjabat pada masa itu, yaitu Drs. Suratman. Namun, ternyata pembinaan yang awal mulanya diperuntukkan bagi putera-puteri KORPRI. Seiring berjalannya waktu, siswa dan siswi SSGP mulai menurun.

“….Tapi seiring berjalannya waktu, pada tahun 1992,1993 hingga 1994. Hampir siswa dan siswi Sanggar Seni Getar Pakuan tidak ada, yang tersisa hanyalah 2 atau 3 orang. Sehingga saya berbincang kepada Bapak Dianis selaku pendiri SSGP, dan memberikan masukkan agar SSGP dibuka untuk umum…”, Kata Zenzen Djuansyah (51), pada Jum’at, 23 Februari 2024.

Kemudian pada tahun 1994, SSGP resmi dibuka bagi masyarakat umum. Pada tahun 1996 Zenzen Djuansyah diberikan kewenangan untuk membentuk sebuah divisi pendidikan sekaligus menjadi tanggung jawab. Sementara, Sobur Anwar yang menjabat sebagi ketua pertama di SSGP (1992-2003) fokus pada kegiatan pertunjukkan dari SSGP. Kemudian, pada tahun 2003, Zenzen Djuansyah mendapat sebuah kepercayaan menjadi ketua SSGP yang menggantikan Sobur Anwar dari tahun 1992 hingga 2003.

Tekad yang dimiliki oleh Zenzen Djuansyah dalam memimpin dan mengelola sanggar sangatlah besar. Beliau rela memilih menjadi ketua SSGP dan keluar dari statusnya sebagai tenaga honorer di lingkungan Pemerintahan Kota Bogor. Tentunya tidak mudah bagi Zenzen Djuansyah selaku ketua, dalam memimpin SSGP. Hingga akhirnya keberadaan GGSP mulai dikenal luas oleh masyarakat. Bahkan tidak hanya di Bogor saja, tetapi hingga tingkat jawa barat dan nasional.

Bahkan, Zenzen Djuansyah bersama dengan SSGP telah meraih banyak sekali penghargaan dan prestasi di bidang seni, baik sebagai individu maupun sebagai kelompok. Beberapa di antaranya adalah meraih rekor MURI sebagai sanggar seni yang menampilkan Pergelaran Rambak Kendang dan Parade Delman terbanyak pada tahun 2007, serta menjadi juara 1 (Penampilan Terbaik) Festival Seni Kemas Pertunjukkan se- kota Bogor pada tahun 2011. Pada tahun 2015 juga mendaptkan penghargaan juara 1 musik terbaik Festval Seni Kemas Pertunjukkan se-kota Bogor. Sanggar ini juga aktif berkolaborasi dengan berbagai lembaga pendidikan seni, seperti ISBI, SMKI, UPI, dan lain-lain.

Sebagai ketua SSGP, Zenzen Djuansyah memiliki tanggung jawab yang besar dalam membina dan mengembangkan potensi para anggota sanggar, yang kebanyakan adalah anak-anak dan remaja. Beliau memberikan bimbingan, motivasi, dan inspirasi bagi mereka untuk mengasah kemampuan dan kreativitas mereka dalam bidang seni. Beliau juga membuka kesempatan bagi mereka untuk tampil dan berprestasi di berbagai ajang seni baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.

Hingga, masa pandemi covid-19 yang berlangsung lebih dari dua tahun dan larangan pemerintah untuk berkumpul, Sanggar Seni Getar Pakuan Kota Bogor harus menghentikan semua aktivitasnya untuk sementara waktu. Namun kini Sanggar Seni Getar Pakuan kembali dibuka. Beliau berharap, dengan dibukanya kembali Sanggar Seni Getar Pakuan, dapat membangkitkan kembali semangat serta rasa cinta tanah air para generasi muda Indonesia.

“ …Harapan saya kepada generasi muda, hargailah potensi budaya Indonesia karena itu merupakan identitas Nasional bagi Bangsa Indonesia…” demikian yang disampaikan oleh Zenzen Djuansyah (51) selaku Ketua Sanggar Seni Getar (Gerak dan Tari) Pakuan, pada Jum’at, 23 Februari 2024.

Zenzen Djuansyah adalah sosok yang patut dijadikan sebagai panutan dan teladan bagi para seniman muda dan generasi penerus bangsa. Ia telah menunjukkan dedikasi, komitmen, dan kontribusi yang besar bagi kemajuan dan pelestarian seni budaya daerah. Ia juga telah membuktikan bahwa seni bukan hanya sebagai hobi atau hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan, pembentukan karakter, pengembangan potensi, dan peningkatan kesejahteraan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/ketua-sanggar-seni-getar-pakuan-ssgp-kota-bogor-zenzen-djuansyah/12675/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 10:02.