Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Ketimpangan Status Gizi Masyarakat: kenyataan implementasi Nilai Pancasila di lapangan

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 28 Maret 2026

Oleh: Nadia Larasati

Mahasiswa.co.id – Indonesia adalah negara yang luas,kaya akan sda dan banyak penduduk yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, karena saking banyaknya tersebut ketidak merataan dan ketimpangan banyak terjadi di Indonesia salah satu contohnya pada masalah gizi. Masalah gizi merupakan salah satu masalah dan tantangan Pembangunan SDM yang paling krusial di indonesia. Ketimpangan gizi di Indonesia tak hanya dalam konteks jenis masalah gizi,tetapi juga disparitas geografis dan social ekonomi yang tajam.  Dalam konteks ini peran Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa sangat diperlukan dalam menangani dan mendasari kebijakan-kebijakan dalam pembangunan negara yang berkaitan erat dengan permasalahan gizi di Indonesia.

Dalam kasus ini penerapan nilai-nilai Pancasila pun perlu diimplementasikan untuk mengantisipasi dan meningkatkan angka pemerataan gizi di selurruh Indonesia,seperti hal nya Memastikan intervensi gizi (seperti penanganan stunting) dilakukan tanpa diskriminasi, menghormati hak setiap anak untuk tumbuh sehat dan cerdas,implementasi sila ke 2 pancasila.  Mewujudkan pemerataan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok miskin adalah hal yang dapat dilakukan dalam mengimplementasikan sila ke 5 pancasila dalam menghadapi kasus ini.

Dalam implementasinya tentu saja tak selalu berjalan dengan mulus,tantangan utama yang dihadapi adalah akurasi data penerima bantuan dan distribusi logistik ke daerah terpencil, sehingga diperlukan verifikasi data yang kuat,karena banyak sekali kasus adanya oknum-oknum yang tak bertanggung jawab memanipulasi dan bermain curang sehingga bantuan tersebut tidak sampai ke penerima bantuan dan tentunya menjadi penghambat terlaksanakannya program tersebut.

Beberapa data menunjukkan bahwa perbedaan/ ketimpangan status gizi di Masyarakat sangat signifikan,Dimana daerah-daerah terpencil menduduki posisi yang buruk akan gizi buruk ini.kesenjangan ini sangat amat mencerminkan ketidaksetaraan akan akses terhadap pangan yang bergizi bahkan akses ke fasilitas Kesehatan. Dalam hal ini Anak-anak lah yang menjadi focus utamanya,karena tidak hanya menganggu pertumbuhan fisik dan kognitifnya saja melainkan juga dapat menurunkan potensi Sumber daya manusia di Indonesia.

Tak hanya ketidaksetaraan akan akses pangan dan akses fasilitas Kesehatan saja yang menjadi factor penyebab ketimpangan status gizi ini,melainkan kondisi social ekonomi juga menjadi salah satu factor terbesar banyak kasus kekurangan gizi di Indonesia. “Kalau berdasar data statistik itu hampir lebih 60 persen bahwa anak-anak kita itu hidup di garis kemiskinan karena orang tuanya miskin. Jadi itu tentu membuat asupan gizinya tidak bisa seperti yang diharapkan atau kurang dari yang diharapkan,” katanya dalam BGN Talks disiarkan melalui kanal Youtube Badan Gizi Nasional, Minggu (22/6).

Hasil survei status gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan menunjukkan, terdapat empat permasalahan gizi balita di Indonesia.Di antaranya stunting, wasting, underweight, dan overweight. Stunting atau ukuran badan pendek merupakan salah satu masalah gizi yang menjadi perhatian pemerintah dan publik karena prevalensinya kini masih cukup tinggi, mencapai 21,6% pada 2022.

Selain itu banyak juga fakta dilapangan bahwasannya terkadang anak-anak juga tidak menerapkan pola makan bergizi dan mereka kebanyakan hanya membeli jajanan pinggir jalan yang mungkin tidak terlalu sehat karena risiko kontaminasi debu,asab,dan bakteri serta berisiko menggunakan bahan tambahan merbahaya dan gizi dalam makanannya pun pasti tidak mencukupi untuk kebutuhan gizi hariannya. Hal ini menunjukkan bahwa masih kurangnya kesadaran atas pentingnya gizi dan dapat mempengaruhi kesehatan dan perlindungan anak-anak.

Maka dari itu untuk menekan angka kekurangan gizi dan ketimpangan gizi anak di Indonesia diperlukan peran serta seluruh lapisan masyarakat meliputi kesadaran anak itu sendiri,orang tuanya,maupun lembaga pemerintah terkait.

Penerapan nilai-nilai Pancasila yang bisa diimplementasikan untuk mengantisipasi dan meningkatkan angka pemerataan gizi di selurruh Indonesia,seperti hal nya Mewujudkan pemerataan gizi melalui program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan oleh pemerintah serta wajib memastikan distribusi pangan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dimanapun berada tanpa terkecuali dan serta  khususnya masyarakat menengah kebawah, lalu diadakannya program pelayanan Kesehatan yang bertujuan mengatasi gizi buruk seperti imunisasi,konsultasi gizi serta kegiatan posyandu.

Banyak hal yang dapat dilakukan dan beberapa sudah mulai terlaksanakan,maka dari itu agar program-program tersebut terus berlanjut dan membawa dampak positif untuk kedepannya serta dapat memberantas kasus kekurangan gizi serta ketimpangan gizi di Indonesia maka program-program yang disusun harus disesuaikan dengan keadaan dan kondisi baik sosial maupun ekonomi. Keikut sertaan seluruh lapisan Masyarakat juga sangat amat dibutuhkan dalam mewujudkan pemerataan Kesehatan khususnya gizi bagi anak-anak di Indonesia. Dengan upaya ini mari wujudkan generasi penerus bangsa yang unggul,sehat dan sejahtera.

Sumber:
Badan Gizi Nasional. (2024, 21 Oktober). Mayoritas anak Indonesia rentan gizi karena hidup di garis kemiskinan. https://www.bgn.go.id/news/siaran-pers/mayoritas-anak-indonesia-rentan-gizi-karena-hidup-di-garis-kemiskinan

Hidayat, A. (2024). Analisis kebijakan program makan bergizi gratis dalam meningkatkan status gizi anak sekolah. Garuda: Garba Rujukan Digital. https://garuda.kemdiktisaintek.go.id/documents/detail/5315277

Mahasiswa Indonesia. (2024, 15 Mei). Pancasila dan pemerataan gizi balita: Mengambil tindakan konkret dari segala sisi. https://mahasiswaindonesia.id/pancasila-dan-pemerataan-gizi-balita-mengambil-tindakan-konkret-dari-segala-sisi/

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/ketimpangan-status-gizi-masyarakat-kenyataan-implementasi-nilai-pancasila-di-lapangan/24308/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 20:18.