Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Ketika Kebijakan Dibuat Jauh dari Realita Rakyat

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 7 Mei 2026

Oleh: Ahmad Rafiq Ramadani

JurnalPost.com – Suatu pemerintahan yang kita ketahui itu seharusnya punya peran besar dalam membuat kebijakan yang tujuannya sudah jelas, yaitu menyejahterakan masyarakat. Tapi kenyataannya, tidak semua kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan rakyat. Ada juga yang justru menimbulkan keresahan, entah karena dibuat terlalu terburu-buru, kurang dipersiapkan dengan matang, atau tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Seperti yang sedang ramai akhir-akhir ini. Mengkritik kebijakan pemerintah bukan berarti tidak cinta negara. Bukan berarti juga menentang kebijakan negara. Justru sebaliknya, itu adalah bentuk kepedulian agar setiap keputusan yang diambil benar-benar berpihak pada masyarakat.

Salah satu masalah yang sering muncul itu karena kebijakan yang dibuat oleh pemerintah terasa minim melibatkan suara publik. Banyak keputusan penting yang tiba-tiba diumumkan tanpa sosialisasi yang cukup. Akibatnya, masyarakat merasa hanya dijadikan objek, bukan bagian aktif dalam proses pembangunan. Padahal, kebijakan yang baik seharusnya lahir dari dialog yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat luas. Dengan begitu, keputusan yang diambil bisa lebih realistis dan tidak mudah menuai penolakan.

Selain itu, pemerintah juga sering dinilai kurang konsisten oleh masyarakat. Ada kebijakan yang baru saja diterapkan, tapi dalam waktu singkat sudah direvisi karena banyak kritik atau dianggap tidak efektif. Perubahan yang terlalu cepat seperti ini membuat masyarakat bingung dan lama-lama bisa mengikis kepercayaan. Padahal, yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian, bukan aturan yang terus berubah tanpa arah yang jelas.

Yang paling membuat masyarakat semakin tidak percaya terhadap pemerintah, yaitu perihal untuk siapa kepentingan dibuatnya suatu kebijakan. Kebijakan yang dibuat oleh pemerintah terkadang tidak bertujuan untuk kepentingan masyarakat. Parahnya kebijakan yang dibuat itu bahkan hanya mementingkan pihak tertentu saja.

Kritik juga penting disampaikan ketika kebijakan terlalu fokus pada angka pertumbuhan ekonomi, tapi mengabaikan dampak sosial. Pembangunan infrastruktur memang penting, tapi jangan sampai harus menggusur masyarakat kecil tanpa solusi yang adil. Investasi juga diperlukan, tapi bukan berarti hak pekerja boleh dikorbankan. Kemajuan seharusnya tidak hanya terlihat dari gedung-gedung tinggi atau jalan tol, tapi juga dari meningkatnya kesejahteraan rakyat kecil.

Di lain sisi, pemerintah juga perlu melihat kritik dengan cara yang lebih terbuka. Dalam negara demokrasi, kritik itu wajar, bahkan penting. Masyarakat yang berani menyampaikan pendapat justru menunjukkan bahwa mereka peduli. Kalau kritik malah dianggap ancaman atau diabaikan, jarak antara pemerintah dan rakyat bisa semakin jauh.

Pada akhirnya, kebijakan pemerintah seharusnya tidak berhenti sebagai keputusan di atas kertas, tapi benar-benar jadi solusi nyata bagi masyarakat. Pemerintah perlu lebih terbuka, lebih konsisten, dan lebih peka terhadap kondisi rakyat. Karena ukuran keberhasilan sebuah kebijakan bukan hanya dari bagaimana ia dirancang, tapi dari seberapa besar manfaatnya benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/ketika-kebijakan-dibuat-jauh-dari-realita-rakyat/25180/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 13:15.