Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

KERJASAMA PEMERINTAH KOTA MEDAN DENGAN USU DALAM PEMBANGUNAN KOLAM RETENSI SEBAGAI PENANGGULANGAN BANJIR DI BEBERAPA DAERAH

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 21 Desember 2023
Dokumentasi Kunjungan ke Kolam Retensi USU

Penulis : Ella Andari (210302083), Uliwanda Hitomi Sihotang (210302063), Mey Sarah Grace Situngkir (210302051), Hiskia Pangestu Sinaga (210302076).

JurnalPost.com – Mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara (USU), Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian melaksanakan tugas PBL (Problem Based Learning) mata kuliah Pekerjaan Sosial Internasional dengan Dosen Pengampu Bapak Fajar Utama Ritonga S. Sos., M. Kesos.

Problem Based Learning (PBL) adalah suatu pembelajaran yang berbasis dengan sebuah metode untuk memperkenalkan peserta didik terhadap suatu kasus yang memiliki keterkaitan dengan materi yang dibahas. Peserta didik diminta untuk mencari solusi mengenai bagaimana cara menyelesaikan masalah yang tengah dihadapi dalam proses pembelajaran. Dalam artikel ini akan membahas tentang masalah banjir yang sering terjadi dan bagaimana cara penanggulangan yang diberikan Pemerintah Kota Medan.

Pembangunan Kolam Retensi Universitas Sumatera Utara merupakan program kerja Pemerintah Kota Medan yang bekerjasama dengan Universitas Sumatera Utara dengan harapan agar dapat menjadi solusi untuk mengatasi banjir yang terjadi dengan menampung air yang tergenang. Kolam yang dibangun di USU terdapat 2 kolam dengan masing-masing ukuran yang berbeda.

Wawancara dengan pekerja proyek

Permasalahan Banjir
Masalah banjir yang sering terjadi di beberapa daerah di Kota Medan disebabkan oleh air curah hujan yang berlebih, masyarakat membuang sampah sembarangan menyebabkan saluran air tersumbat, dimensi penampang air yang tidak beraturan dan yang paling utama adalah berdasarkan topografi kawasan kampus Univesitas Sumatera Utara tepatnya jalan Dr. Mansyur merupakan wilayah cekungan di seputaran Medan Baru sehingga air luapan dari sungai Babura dan jalan Sei Padang akan mengalir ke arah depan USU. Artinya secara operasional, kolam retensi ini nantinya akan menampung air di seputaran drainase yang berada di kawasan USU, Jalan Jamin Ginting hingga Pajak Sore. Selain itu kolam retensi USU nantinya dapat menyelamatkan lebih kurang 400 KK yang terdampak banjir selama ini. Permasalahan banjir ini kerap sering terjadi pada saat intensitas hujan yang tinggi.

“Mekanisme pengggunaan kolam retensi ini sebagai tempat penampungan sementara air jika saluran drainase yang ada sudah penuh akibat debit air hujan yang tinggi. Jika kolam retensi ini sudah mencapai daya tampungnya akan kita alirkan air ke sungai. Yang pasti air dari saluran drainase sebelum dialirkan ke sungai akan dialirkan ke kolam retensi, ketika debit air di sungai sudah normal maka akan kita alirkan kesana” terang Pak Yono.

Proses Penanggulangan Banjir pada Kolam Retensi
Curah air hujan yang tinggi akan mengalir pada drainase, apabila air yang berada drainase penuh maka akan ditampung sementara di kolam retensi ini, ketika debit air pada kolam sudah mencapai batas maksimalnya yakni pada ketinggian 1,3 m dengan daya tampung air ditampung sebesar 10.000 m3 kemudian akan dialirkan ke sungai. Sampah-sampah dan lumpur yang terikut dalam genangan air akan disaring pada kolam 2. Pada kolam 2 terdapat 2 bagian penyaringan. Apabila pada bagian penyaringan lumpur sudah penuh, maka tempat penyaringan tersebut akan disedot. Air yang sudah tersaring akan berlanjut dialirkan ke sungai.

Foto Bersama dengan Pak Yono sebagai pekerja proyek

Pak Yono menjelaskan bahwa pembangunan ini sudah mulai berjalan sejak bulan Juni 2023 dan proyek ini ditargetkan selesai pada akhir bulan Desember 2023 ini.

Peran Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan
Mahasiswa dapat berperan sebagai agen perubahan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang prinsip-prinsip pengelolaan sumberdaya perairan yang baik. Pendidikan ini dapat membantu masyarakat lebih sadar akan dampak kegiatan manusia terhadap siklus air dan kontribusi mereka dalam pencegahan banjir.

Melalui keterlibatan dalam proyek-proyek lingkungan yang berfokus pada penanganan banjir, mahasiswa dapat memberikan tenaga kerja dan pengetahuan mereka untuk merancang, mengimplementasikan, dan memantau solusi pengelolaan air.

Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan juga dapat berperan sebagai konsultan yang memberikan saran kepada pemerintah dan organisasi terkait mengenai strategi pengelolaan air yang efektif. Mereka juga dapat mengembangkan kemitraan dengan pihak terkait untuk mendukung upaya pencegahan banjir.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/kerjasama-pemerintah-kota-medan-dengan-usu-dalam-pembangunan-kolam-retensi-sebagai-penanggulangan-banjir-di-beberapa-daerah/9669/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 13:47.