
Oleh : Bilqis Sakinah
JurnalPost.com – Kepribadian merupakan ciri khas yang dimiliki oleh setiap orang dalam berpikir, merasakan, dan berperilaku yang dapat membedakan dirinya dari orang lain. Kepribadian juga dipandang sebagai suatu kesatuan yang utuh yang mana prosesnya terbentuk dari pengalaman, lingkungan, serta nilai-nilai yang dimiliki seseorang. Maka dari itu, kepribadian menjadi aspek penting untuk menentukan bagaimana seseorang bersikap dan berinteraksi di kehidupan sehari-harinya.
Pendidikan memiliki definisi yaitu proses membimbing dan membantu seseorang untuk belajar dan berkembang, baik dalam pengetahuan, sikap, ataupun keterampilan. Perlu diketahui pendidikan tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga terjadi dalam keluarga dan lingkungan masyarakat. Tentu saja memperlihatkan bahwa seorang pendidikan memiliki peran penting dalam proses membentuk kualitas diri dan mengembangkan kepribadian seseorang agar mampu menjalani kehidupan dengan baik.
Kualitas pembelajaran merupakan tingkat keberhasilan kegiatan belajar mengajar dalam membantu anak didik untuk memahami materi, mengembangkan keterampilan, dan membentuk sikap yang baik. Pembelajaran yang berkualitas mampu membuat seorang anak didik tidak sekedar tahu, melainkan juga memahami serta mampu untuk menerapkan apa yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini, kualitas pembelajaran dapat dipengaruhi beberapa hal. Pertama, kompetensi pendidik dalam mengelola kelas dan menyampaikan materi secara jelas dan menarik. Kedua, penggunaan metode serta media pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak didik.
Ketiga, keterlibatan aktif anak didik dalam proses belajar, seperti bertanya, berdiskusi, dan mencoba. Keempat, lingkungan belajar yang kondusif, nyaman serta dapat mendukung proses berpikir. Selain itu, pembelajaran berkualitas ditandai dengan adanya umpan balik yang membantu anak didik untuk mengetahui kekurangan dan memperbaiki pemahamannya. Evaluasi tidak hanya digunakan dalam menilai, tetapi juga untuk meningkatkan proses belajar ke arah lebih baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan kualitas pembelajaran adalah ukuran baik atau tidaknya proses dari hasil belajar yang ditandai oleh tercapainya suatu tujuan, keterlibatan aktif anak didik, serta kemampuan anak didik dalam memahami dan menerapkan ilmu yang dipelajari. Pembelajaran yang berkualitas menjadi kunci utama dalam menciptakan pendidikan yang bermakna dan berdaya guna bagi kehidupan.
Pendidik harus memiliki kompetensi kepribadian. Kompetensi kepribadian pendidik merupakan kemampuan pendidik dalam menunjukkan sikap, perilaku, dan karakter baik dalam menjalankan tugasnya. Kompetensi ini bukan hanya soal pengetahuan atau sekedar cara mengajar, tetapi lebih kepada bagaimana pendidik bersikap dan menjadi contoh bagi anak didiknya. Secara sederhana, kompetensi kepribadian dapat berupa jati diri pendidik yang terlihat dari kesehariannya di sekolah. Pendidik tidak hanya mengajar materi, tetapi membentuk karakter anak didik melalui sikap dan tindakannya. Ciri-ciri dari kompetensi kepribadian pendidik di antaranya :
1. Berakhlak baik
Pendidik memiliki sikap sopan, jujur, menghargai orang lain, dan dapat menjadi contoh yang baik bagi anak didik baik dalam perkataan maupun perbuatannya. Sikap ini tentu saja akan ditiru anak didiknya dalam kehidupannya.
2. Sabar dan tidak mudah marah
Dalam menghadapi berbagai karakter dari anak didik, seorang pendidik harus tetap bersikap tenang, tidak cepat emosi, serta mampu mengendalikan diri.
3. Bertanggung jawab
Pendidik harus melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh, mulai dari mengajar, membimbing, hingga menjadi penilaian yang baik untuk anak didiknya.
4. Disiplin
Pendidik disiplin dengan cara datang tepat waktu, tertib dalam mengajar, dan menjadi contoh.
5. Percaya diri
Pendidik harus memiliki keyakinan dengan kemampuan dirinya ketika mengajar sehingga materi dapat disampaikan dengan jelas dan meyakinkan.
6. Mampu menjadi teladan
Pendidik tidak hanya menyampaikan teori, melainkan juga memberi contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dikarenakan segala sikap dan perilaku pendidik akan menjadi contoh langsung bagi anak didik, baik di dalam maupun di luar kelas.
7. Pendidik memiliki integritas
Pendidik yang berintegritas akan berkata dan bertindak sesuai nilai kebenaran. Hal ini membuat anak didik percaya dan menghormati.
Kompetensi kepribadian sangat penting karena pendidik bukan hanya memberikan ilmu, tetapi juga pembentuk karakter. Anak didik cenderung meniru apa yang mereka lihat dari pendidiknya. Jika pendidik memiliki kepribadian baik, maka anak didik juga terdorong untuk memiliki sikap yang baik. Selain itu, kepribadian pendidik yang positif juga menciptakan suasana belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan. Hal ini meningkatkan kualitas pembelajaran anak didik. Maka, kompetensi kepribadian pendidik merupakan kemampuan pendidik dalam menunjukkan karakter baik, stabil, dan menjadi teladan. Selain itu, kompetensi pendidik menjadi dasar penting dalam membentuk anak didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi memiliki akhlak dan kepribadian baik.
Di kelas, pendidik hadir untuk menjelaskan pelajaran. Tetapi, sebenarnya ada hal lain jauh lebih kuat dari sekadar kata-kata, yaitu sikap dan perilaku yang ditunjukkan setiap hari. Dari sinilah peran pendidik sebagai teladan mulai terlihat. Bukan karena diminta, tetapi karena secara alami anak didik akan memperhatikan dan meniru. Sering kali peserta didik tidak hanya mengingat apa yang diajarkan, tetapi bagaimana seorang pendidik bersikap. Cara pendidik menyapa, menghargai pendapat, atau bahkan cara menghadapi kesalahan menjadi pelajaran tersendiri. Misalnya, ketika pendidik tetap tenang saat kelas gaduh, dari sanalah anak didik belajar tentang kesabaran. Ketika pendidik mengakui kesalahan, maka anak didik belajar tentang kejujuran dan kerendahan hati.
Menjadi teladan bukan berarti terlihat sempurna. Justru, keteladanan yang paling kuat muncul dari sikap yang jujur dan konsisten. Pendidik yang berusaha datang tepat waktu, menepati janji, dan memperlakukan anak didik dengan adil sedang menunjukkan nilai tanggung jawab. Hal sederhana ini lebih membekas dibandingkan penjelasan panjang tentang teori.
Di sisi lain, anak didik peka terhadap ketidaksesuaian antara ucapan dan tindakan. Jika pendidik meminta anak didik disiplin tetapi sering terlambat, pesan yang diterima menjadi kabur. Maka, keteladanan menuntut keselarasan. Apa yang dikatakan haruslah sejalan dengan apa yang dilakukan.
Peran pendidik sebagai teladan berpengaruh dalam membentuk suasana belajar. Seorang pendidik yang ramah dan terbuka akan membuat anak didik nyaman untuk bertanya dan berpendapat. Sebaliknya, pendidik kaku dan mudah marah bisa membuat anak didik tidak mau berinteraksi. Dari sini terlihat kepribadian pendidik ikut menentukan kualitas pembelajaran di kelas.
Pada akhirnya, menjadi pendidik haruslah siap dilihat dan dicontoh. Setiap tindakan kecil memiliki arti, dan setiap sikap membawa pengaruh. Keteladanan bukanlah yang dibuat-buat, melainkan tercermin dari kebiasaan sehari-hari. Pendidik yang menjaga sikapnya dengan baik sebenarnya sedang memberikan pelajaran berharga, yaitu pelajaran tentang bagaimana menjadi manusia baik.
Mendidik bukan sekadar mengajar, melainkan membentuk masa depan melalui keteladanan. Kepribadian pendidik yang kuat adalah kunci untuk mengubah ruang kelas menjadi tempat yang penuh inspirasi, di mana setiap anak didik tidak hanya belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga belajar menjadi manusia yang lebih baik