
JurnalPost.com – Hubungan antara China dan Djibouti telah ada sejak awal abad ke-20, ketika China memulai hubungan diplomatik dengan negara-negara Afrika. Setelah Djibouti memperoleh kemerdekaan dari Prancis pada tahun 1977, China dengan cepat mengambil langkah untuk mengembangkan hubungan diplomatik antara pemerintah. Hubungan diplomatik tersebut dimulai pada 8 Januari 1979 yang dilakukan oleh duta besar masing-masing negara. Jalinan hubungan diplomatik inis esuai dengan prinsip saling menghormati kedaulatan nasional dan integritas teritorial, non-agresi terhadap negara lain, tidak ikut campur tangan dalam urusan internal negara lain, kesetaraan dan saling menguntungkan serta koeksistensi damai. Pemerintah China mendukung tujuan yang adil dari pemerintah Djibouti untuk menjaga kemerdekaan nasional, kedaulatan negara, dan integritas teritorial negara Djibouti. Pada awal 2000-an, China mulai menginvestasikan sejumlah besar uang di Djibouti,terutama di sektor infrastruktur seperti pelabuhan dan jalan raya. Djibouti menjadi salah satu negara Afrika yang paling banyak menerima investasi China.
Berbagai kerja sama dan pencapaian telah yang dilakukan setelah hubungan diplomatik antara China dan Djibouti mulai terjalin, yaitu pada 1979, China telah memberi Djibouti proyek bantuan termasuk istana rakyat, monumen, stadion, gedung rawat jalan, proyek perumahan, dan gedung kantor Kementerian Luar Negeri. Selanjutnya pada 1980, setelah pembentukan hubungan diplomatik antara China dan Djibouti berhasil, hubungan diplomatik ini dimulai dengan pengiriman tim medis China ke Djibouti. Pada 1982, kedua negara menandatangani perjanjian kerjasama-kerjasama ekonomi dan teknis. Tahun 1986, China dan Djibouti juga telah melakukan kerjasama di bidang budayadan pendidikan serta kesehatan dimana China mulai memberikan beasiswa bagimahasiswa di Djibouti dimana banyak mahasiswa yang mulai belajar di China. Selanjutnya 1991, China telah memberi Djibouti proyek bantuan dan termasuk pusat konferensi “People’s Palace” senilai 10 juta USD dan stadion olahraga senilai 11 juta USD diantaranya ekspor China sebesar 49,81 juta USD dan impor sebesar 20.000 USD.
Manfaat djibouti dalam Geopolitik china :
Dalam memandang manfaat Djoubuti bagi geopolitik China dapat dilihat dari 2 (dua) faktor yaitu faktor geografi dan faktor politiknya. Dalam faktor geografi, negara kecil Djibouti, yang terletak di Tanduk Afrika, berpenduduk kurang dari 1 juta orang. Amerika Serikat, Perancis, China dan Jepang , di antara negara-negara lain, telah mempertahankan pangkalan militer di Djibouti selama beberapa tahun. Saudi dan India akan segera bergabung dalam barisan mereka. Karena Djibouti terletak di pintu masuk Laut Merah dan menjadi salah satu selat paling sensitif dalam perdagangan global. Negara kecil ini memainkan peran besar bagi para pemangku kepentingan secara luas.
Dalam faktor politik yang meliputi negara-negara tetangga Djibouti juga mempunyai permasalahan yang sama. Di Somalia, kelompok teroris al-Shabab terus berperang melawan pemerintah, dan secara rutin melakukan serangan terhadap penduduk sipil. Di Ethiopia, pemerintahan Perdana Menteri Abiy Ahmad terlibat konflik dengan Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), yang telah menyebar ke negara tetangga, Eritrea dan tepat di seberang Selat Bab al-Mandab, Perang saudara di Yaman telah berkecamuk sejak tahun 2014, dengan banyak pemain dari kawasan Teluk terlibat dalam perang proksi dengan Iran. Oleh karena itu, Djibouti telah menjadi pusat komunitas internasional karena sebagian besar wilayahnya terhindar dari segala kerusuhan internal.
Oleh: Elda Safitri
Mahasiswa ilmu hubungan internasional
Universitas teknologi yogyakarta