
JurnalPost.com – Batik ecoprint ialah batik yang memanfaatkan pewarna alami dari tanin atau zat warna tumbuhan yang diletakan pada sehelai kain. Pembuatan batik ecoprint memanfaatkan daun, bunga, batang, dan akar tumbuhan yang ada di sekitar rumah siswa.
Siswa bisa berkreasi sesuai keinginan mereka dalam membuat pola batik ecoprint di atas kain putih yang telah disediakan. Teknik Pounding yakni teknik memukul-mukul daun atau bunga dengan palu kayu di atas kain dipilih pada pembuatan batik ecoprint ini. Selain kegiatan membatik ecoprint, siswa juga diberikan sosialisasi terlebih dahulu mengenai budaya batik asli Indonesia.
Pengabdian masyarakat oleh mahasiswa (PMM) dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelombang 6 kelompok 186 dengan dosen pendamping Febri Arif Cahyo Wibowo, S.Hut., M.Sc. Mengenalkan dan ajak siswa untuk membuat batik ecoprint guna menumbuhkan kreativitas siswa di SD Negeri 2 Ngijo, Kabupaten Malang pada Jum’at 18 Agustus 2023.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). PMM menjadi wadah bagi mahasiswa menyalurkan berbagai macam kegiatan positif pada masyarakat, seperti pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dalam menerapkan aplikasi, desain, teknologi, atau perubahan sosial ke arah yang lebih baik.
Beranggotakan Anggun Dwi Aprilia (koordinator), Dhea Nawang Wulan, Salsabillah Permata Ninda, Priskiela Dwi Jayanty, dan Berliana Dwi Putri. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program PMM dengan tema Menumbuhkan Karakter Siswa Melalui Literasi dan Pengenalan Budaya Daerah.
Kegiatan membatik tersebut dilakukan guna memberikan wawasan dan pengalaman baru kepada dalam pembuatan batik dan mengenalkan budaya batik yang dimiliki Indonesia. Kelompok berharap pembuatan batik ini bermanfaat dan memberikan pengaruh positif pada siswa Selain itu, apa yang telah dipraktikan dalam pembuatan batik ecoprint bersama dapat lebih dikembangkan.