Penulis: Latifah siregar
Asal kampus; prodi pendidikan guru madrasah ibtidaiyah Uinsu Sumatra Utara
JurnalPost.com – Donor darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah yang digunakan untuk keperluan transfusi darah. Donor darah adalah salah satu aktivitas yang banyak memberikan manfaat tidak hanya pada diri sendiri, namun juga kepada seluruh orang yang membutuhkan. Darah yang dipindahkan dapat berupa darah lengkap dan komponen darah. Biasanya hal ini sering dilakukan di kalangan remaja sampai kalangan dewasa, perlunya keinginan pendonor dimulai dari usia remaja akhir agar terwujud suatu kebiasaan, dan jiwa sosial karena darah diperoleh dari sumbangan darah para donor darah sukarela maupun donor darah pengganti. Donor darah sukarela merupakan seseorang yang menyumbangkan darahnya secara sukarela untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan tanpa mengetahui untuk siapa.
Darah yang didonorkan akan sangat bermanfaat bagi orang yang mengalami kondisi seperti kecelakaan, transplantasi organ, kanker, anemia, thalasemia, hingga kanker darah. Donor darah secara rutin terbukti memberikan manfaat dan menyehatkan tubuh pendonor.
Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang belum bersedia untuk menjadi pendonor. Mereka belum termotivasi karena belum mengetahui manfaat donor bagi kesehatan. Bila kebutuhan darah telah tercukupi, tidak akan terjadi pasien yang mengalami penundaan operasinya atau meminimalisasi adanya kegagalan operasi sehingga jiwa pasien menjadi tertolong dan meningkatkan nilai-nilai kesetiakawanan dan kepedulian sosial di masyarakat serta memberikan pendidikan nilai-nilai kemanusiaan, moral, dan etika berkehidupan sosial yang saling bantu dan menolong sesama.
Tidak semua individu dapat menjadi pendonor karena harus memenuhi syarat-syarat maupun kriteria seperti calon donor harus berusia 17-60 tahun, berat badan minimal 45 kg, tekanan darah 100-180 (sistole) dan 60-80 (diastole), menandatangani formulir pendaftaran, dan lulus pengujian kondisi berat badan, hemoglobin, golongan darah, dan pemeriksaan oleh dokter.
Apa Saja Manfaat Donor Darah?
Donor darah memiliki manfaat seperti mengetahui golongan darah tanpa dipungut biaya, pemeriksaan kesehatan teratur (tiap kali menjadi donor atau tiap 3 bulan sekali) meliputi : tekanan darah, nadi, suhu, tinggi badan, berat badan, hemoglobin, penyakit dalam, penyakit hepatitis A dan C, penyakit HIV/AIDS, mengurangi kelebihan zat besi dalam tubuh, menurunkan risiko penyakit jantung (jantung koroner dan stroke), menambah nafsu makan, menanamkan jiwa sosial, sekali menjadi donor dapat menolong / menyelamatkan 3 (tiga) orang pasien yang berbeda, menyelamatkan jiwa seseorang secara langsung, meningkatkan produksi sel darah merah, membantu penurunan berat tubuh, mendapatkan kesehatan psikologis, dan lain sebagainya.
Selain hal tersebut di atas manfaat rutin donor darah bagi kesehatan antara lain yaitu :
1.Dapat mendeteksi penyakit serius.
Pada pelaksanaannya, sebelum donor darah, kita wajib memeriksakan kondisi darah yang sekaligus mampu mendeteksi adanya penyakit serius seperti HIV, sifilis, hepatitis B, hepatitis C, hingga malaria. Untuk itu, dengan melakukan pemeriksaan darah rutin, maka berbagai penyakit tersebut dapat dideteksi sedini mungkin.
2.Menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah.
Donor darah secara teratur diketahui dapat menurunkan kekentalan darah, yang menjadi salah satu faktor penyebab dari penyakit jantung.
3.Membantu menurunkan berat badan.
Bagi yang saat ini sedang berfokus untuk menurunkan berat badan donor darah secara rutin dapat menjadi salah cara yang diambil. Alasan donor darah dapat menurunkan berat badan adalah karena rata-rata orang dewasa dapat membakar 650 kalori saat mendonorkan 450 ml darahnya.
Dengan mengetahui beberapa manfaat dari donor darah di atas, diharapkan mampu memberikan rasa percaya diri kepada seluruh pendonor darah untuk bisa melakukannya secara rutin. Sehingga dengan demikian, pasokan darah dapat terus terpenuhi, dan tubuh menjadi sehat.
Ketika melakukan donor darah, sel darah merah kita akan berkurang. Akibatnya, tubuh akan melakukan regenerasi lebih cepat untuk menghasilkan sel darah merah yang baru dan lebih muda untuk mencukupi kebutuhan. Zat besi pada jumlah normal dibutuhkan karena merupakan penyusun sel darah merah. Oleh sebab itu, tidak kalah penting, sebelum melakukan donor darah, pastikan asupan gizi dalam tubuh terutama zat besi telah terpenuhi, istirahat yang cukup, serta minum air yang cukup agar tubuh dalam keadaan prima dan siap melakukan donor.
Keuntungan Donor Darah
Setiap donasi dalam bentuk apapun merupakan hadiah yang sangat berharga bagi penerimanya. Apalagi yang didonasikan adalah organ tubuh termasuk darah, tentunya hal ini sangat berarti bahkan dapat menyelamatkan nyawa penerimanya. Donor darah atau sumbang darah adalah proses pengambilan darah dari seseorang secara sukarela untuk disimpan di bank darah sebagai stok darah untuk kemudian digunakan untuk transfusi darah. Sedangkan orang yang menyumbanhkan darahnya dikatakan pendonor darah. Sumbangan darah sangat dibutuhkan oleh orang-orang yang mengalami kondisi kesehatan seperti: kecelakaan, transplantasi organ, kanker, anemia, thalasemia, hingga kanker darah. Mengacu pada Palang Merah Amerika, sumbangan darah dari satu orang dapat menyelamatkan hingga tiga nyawa, bahkan tiap dua detik akan dibutuhkan satu orang pendonor.
Di Indonesia donor darah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 2/2011 tentang Pelayanan Donor Darah. Setiap tahunnya, PMI menargetkan 4,5 juta kantong darah. Menurut Kementerian Kesehatan, ketersediaan darah untuk donor secara ideal adalah 2,5?ri jumlah penduduk sehingga untuk Indonesia dibutuhkan darah sebanyak 4,9 juta kantong darah. Kementerian Kesehatan juga mencatat sebanyak 7.926.326 jiwa memiliki golongan darah A; 8.036.227 bergolongan darah B; sebanyak 3.175.187 bergolongan darah AB; dan sebanyak 16.878.049 penduduk memiliki golongan darah O.
Kegiatan donor darah adalah kegiatan sosial yang sangat mulia hingga orang-orang mau dengan sukarela menyumbangkan darahnya. Donor darah tidak hanya bermanfaat bagi penerima, namun bermnfaat pula bagi pendonornya. Ternyata ada banyak manfaat dari mendonorkan darah yang perlu Sobat Sehat ketahui, diantaranya adalah:
1. Dapat mendeteksi penyakit, karena sebelum melakukan donor darah pendonor harus melewati sejumlah pemeriksaan seperti: HIV, sifilis, hepatitis B, hepatitis C, hingga malaria. Hal ini merupakan prosedur penting yang dilakukan demi mengantisipasi adanya penularan penyakit melalui transfusi darah. Tentunya hasil pemeriksaan yang dilakukan dapat mengingatkan pendonor agar lebih aware menjaga kesehatannya.
2. Dapat meningkatkan produksi sel darah. Setelah melakukan donor, sel darah memang akan berkurang, namun sumsum tulang belakang akan segera memproduksi sel darah merah baru untuk menggantikan yang hilang. Jadi bukan berarti setelah donor bisa mengurangi kadar darah pendonor, Justru kegiatan ini bisa meningkatkan produksi sel darah merah lho Sobat Sehat.
3. Memperpanjang usia. Menurut banyak penelitian, berbuat baik termasuk menolong orang lain yang sedang membutuhkan dapat membuat seseorang hidup lebih lama sekitar empat tahun. Mental Health Foundation juga menyatakan bahwa melakukan donor darah juga bisa menjaga kesehatan emosi seseorang, bisa mengurangi tingkat stres hingga membantu menghilangkan perasaan negatif.
4.Dapat menjaga kesehatan jantung, karena kegiatan ini juga bermanfaat untuk memperlancar aliran darah hingga mencegah penyumbatan arteri. Rajin mendonorkan darah kira-kira mampu menurunkan risiko serangan jantung hingga 88 persen. Tak hanya itu, mendonorkan darah juga bisa meminimalkan risiko kanker, stroke, dan serangan jantung. Menariknya lagi, donor darah juga bisa membuat kadar zat besi dalam darah jadi stabil.
5.Mencegah obesitas. Mungkin Sobat Sehat belum tau kalau kegiatan ini bisa membakar kalori, karena setiap 450 mililiter darah yang Anda donorkan bisa membakar sampai 650 kalori. Jangan lupa mengonsumsi makanan yang cukup dan bergizi serta minum banyak air sebelum melakukan donor darah, sebab tubuh harus dalam keadaan prima saat melakukan donor darah untuk mencegah efek samping negatif setelahnya.
6.Dapat menurunkan risiko kanker. Pemicu utama sel kanker adalah paparan radikal bebas dalam tubuh, zat ini biasanya menumpuk di dalam peredaran darah. Jadi dengan melakukan donor darah, risiko kanker seperti: kanker hati, paru-paru, usus besar, perut, dan tenggorokan bisa diminimalisir.
7. Ternyata manfaat lain dari mendonorkan darah secara rutin adalah menurunkan kolesterol dalam darah.
Memang kegiatan donor darah adalah kegiatan yang mulia, namun tidak semua orang bisa menjadi pendonor. Selain melewati beberapa prosedur, juga terdapat persyaratan tersendiri untuk dapat mendonorkan darah, seperti: telah berusia 17 tahun dan maksimal 70 tahun, berat badan minimal 45 kg, tekanan darah sistole di bawah 180 dan diastole di bawah 100, untuk orang dengan tekanan darah yang cenderung tinggi. Sedangkan untuk orang yang memiliki tekanan darah rendah, tekanan darah sistole/diastole yang dianggap aman sekitar 90/50. Selain itu, pendonor juga sebaiknya memiliki kadar hemoglobin sekitar 12,5–17 grams (g) of hemoglobin per deciliter (dL), dan tidak lebih dari 20 grams (g) of hemoglobin per deciliter (dL).
Selain itu, ada beberapa kondisi kesehatan tertentu yang tidak diperbolehkan untuk menjadi pendonor darah, diantaranya adalah:
1. Pengidap diabetes militus
2. Pengidap kanker
3. Pengidap penyakit menular
4. Pengidap epilepsi
5. Pengidap kelainan darah
6. Pecandu narkoba dan minuman keras
Sedangkan kondisi yang harus ditunda untuk melakukan donor darah jika:
1. Demam dan influenza: tunda 1 minggu setelah sembuh.
2. Setelah cabut gigi: tunggu 5 hari usai sembuh.
3. Pasca operasi kecil: tunda 6 bulan.
4. Pasca operasi besar: tunda satu tahun.
5. Setelah menerima transfusi: tunda 1 tahun.
6. Setelah melakukan tato, tindik, tusuk jarum dan transplantasi: tunggu 1 tahun.
7. Ibu menyusui: tunggu 3 bulan setelah berhenti menyusui.
8. Setelah sembuh dari malaria: tunda 3 tahun setelah bebas dari gejala malaria.
9. Setelah berkunjung ke daerah endemis malaria: tunda 1 tahun.
10. Tinggal di daerah endemis malaria selama 5 tahun: tunggu 3 tahun setelah ke luar dari daerah tersebut.
11. Setelah sembuh dari tipus: tunda 6 bulan setelah sembuh.
12. Usai menerima vaksin: tunggu 8 bulan setelahnya.
13. Mengalami alergi: tunggu 1 minggu setelah sembuh.
14. Mengalami infeksi kulit: tunda 1 minggu setelah sembuh.
.