JURNALPOST.COM – Media massa sekarang ini merupakan bagian penting bagi seluruh orang didunia dimana dalam segala aktivitas yang dilakukan tidak terlepas dari yang namanya media massa baik itu instagram, faceebok, tiktok dan lain sebagainya, terutama bagi kaum milenial sekarang ini. Media massa ini juga bukan hanya wadah untuk berbagi momen penting tetapi bisa digunakan juga sebagai wadah untuk berbisnis contohnya untuk berdagang atau berjualan secara online melalui berbagai macam platform media massa sehingga memudahkan bagi orang-orang untuk membeli barang atau kebutuhan mereka tanpa harus keluar rumah.
Melihat peluang dari perkembangan pesatnya media massa saat ini, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat (PMM) oleh Mahasiswa kelompok 263 bersama dengan petani milenial Desa Ledug membuat sebuah platform media massa yaitu akun instagram dengan nama “@aslikopi.arjuno”, di dalam media massa tersebut berisikan mengenai profil dari Petani Kopi,Kelompok Tani Kopi,UMKM,dan Produk UMKM yang ada di Desa Ledug ini. Pembuatan media massa ini memiliki beberapa tujuan utama dan juga manfaat jangka panjang.

Pembuatan platform media massa tersebut merupakan rangkaian dari program kerja kelompok 263 di Desa Ledug terkait dengan sosialisasi digitalisasi marketing yang dilakukan kepada beberapa kelompok tani di desa ledug. platform media massa berupa instagram ini dibuat adalah untuk memperkenalkan mengenai Jenis Kopi, Profil Kelompok Tani, Profil Petani itu sendiri,beberapa UMKM, dan termasuk Jenis Produk Kopi dari beberapa UMKM yang ada di Desa Ledug itu sendiri. Bersama dengan petani milenial di Ledug kami mulai untuk menentukan nama dari akun media massa tersebut yang nantinya itu merupakan identitas asli dari media massa sebagai wadah untuk mempromosikan Kopi asli Ledug.
Setelah menemukan nama yang cocok digunakan pada platform media massa tersebut kemudian kelompok 263 melakukan pendataan ke beberapa Kelompok Tani, petani kopi dan beberapa UMKM kopi terkait dengan produk yang mereka jual, data yang kami ambil berupa kapan mulai terbentuknya atau berdirinya kelompok tani tersebut,waktu panen untuk beberapa jenis kopi dalam jangka waktu kapan, produk kopi yang dijual adalah jenis kopi apa,prestasi apa yang sudah diraih oleh beberapa kelompok tani tersebut dan masih banyak lagi. Data yang sudah terkumpul tersebut kami rangkum jadi satu kemudian kami bedah dan mulai kami diskusikan untuk di upload atau memposting informasi tersebut ke platform media massa yang kami buat dan juga mulai membuat etalase khusus untuk berjualan produk kopi dari beberapa UMKM tersebut.

Memang untuk sementara ini Kopi yang menjadi fokus utama kami dalam program kerja kami, guna memperkenalkan produk kopi yang ada di Ledug,tapi tidak menutup kemungkinan jika nantinya media massa tersebut berjangka panjang dan permanen maka, bukan hanya jenis dan produk kopi yang dimasukkan dalam etalase tersebut dan diangkat tetapi beberapa produk lainnya seperti susu dari ternak,sayuran dan lain sebagainya. pada etalase yang tersedia juga bukan hanya menampilkan nama produk saja tetapi siapa yang membuat produk tersebut,nama petani yang mengolah biji kopi tersebut,nama dari UMKM dari produk kopi tersebut dan lain sebagainya.

Harapan kami media massa ini dapat bertahan lama dan memberi manfaat yang baik untuk menunjang peningkatan perekonomian Desa Ledug khususnya para petani kopi dan umkm kopi. dan dapat dikelola dengan baik oleh petani milenial.
Penulis : Isak G Layaba