Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Kelompok KKN UNTAG Surabaya Memperkenalkan Alat Pengaduk Kotoran Hewan Untuk Membantu Memunculkan Ide Bisnis di Desa Candiwatu Pacet

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 14 Januari 2026

MOJOKERTO, JurnalPost.com – Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, memiliki potensi besar di sektor peternakan rakyat, khususnya peternakan kambing yang dikelola secara mandiri oleh warga desa. Salah satu peternak yang aktif menjalankan usaha tersebut adalah Bapak Ridwan, warga Dusun Sumber Bendo, Desa Candiwatu. Seperti kebanyakan peternak skala kecil lainnya, Bapak Ridwan menghadapi persoalan klasik dalam pengelolaan limbah ternak, yakni kotoran kambing yang belum diolah secara optimal dan cenderung dianggap sebagai beban.

Melihat realitas tersebut, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya hadir membawa inovasi berupa alat pengaduk kotoran hewan. Inovasi ini diperkenalkan sebagai teknologi tepat guna yang sederhana, murah, dan mudah dioperasikan oleh peternak desa. Tujuan utamanya bukan sekadar membantu pekerjaan fisik, tetapi juga membuka ruang lahirnya ide-ide bisnis baru berbasis potensi lokal.

Selama ini, pengolahan kotoran kambing di Desa Candiwatu masih dilakukan secara manual. Proses pengadukan yang memerlukan tenaga besar membuat peternak enggan mengolah limbah secara berkelanjutan. Akibatnya, kotoran ternak hanya ditumpuk atau dibuang, tanpa nilai tambah ekonomi. Padahal, jika dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat diolah menjadi pupuk organik padat maupun cair yang bernilai jual.

Melalui kerja sama dengan Bapak Ridwan sebagai mitra, kelompok KKN UNTAG Surabaya melakukan praktik langsung penggunaan alat pengaduk kotoran hewan. Pendekatan ini dinilai efektif karena masyarakat dapat melihat secara nyata manfaat alat tersebut dalam mempercepat proses pengolahan, meningkatkan kebersihan, serta menghasilkan pupuk yang lebih merata dan siap digunakan. Dari proses inilah, muncul kesadaran baru bahwa limbah ternak bukan lagi masalah, melainkan peluang usaha.

Lebih dari sekadar memperkenalkan alat, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai potensi ekonomi dari pupuk organik. Peternak didorong untuk berpikir produktif, mulai dari pemanfaatan pupuk untuk lahan sendiri hingga kemungkinan pengembangan usaha kecil berbasis pupuk organik yang dapat dipasarkan ke petani sekitar. Inisiatif ini menjadi langkah awal dalam membangun jiwa kewirausahaan di tingkat desa.

Apa yang dilakukan Kelompok KKN UNTAG Surabaya menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat tidak harus selalu berbentuk program besar dan kompleks. Justru melalui inovasi sederhana yang menyentuh kebutuhan riil masyarakat, dampak yang dihasilkan bisa lebih nyata dan berkelanjutan. Keterlibatan langsung mitra seperti Bapak Ridwan juga memperkuat relevansi program, karena solusi yang ditawarkan lahir dari persoalan lapangan.

Ke depan, program semacam ini patut mendapat dukungan lebih luas dari pemerintah desa maupun pemangku kepentingan lainnya. Dengan pengembangan yang konsisten, alat pengaduk kotoran hewan dapat menjadi pintu masuk bagi terbentuknya usaha desa berbasis peternakan ramah lingkungan. Dari Dusun Sumber Bendo, Desa Candiwatu, diharapkan lahir contoh bahwa inovasi kecil mampu mendorong perubahan besar.

Inilah esensi kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa: mengubah keterbatasan menjadi peluang, serta menjadikan limbah sebagai sumber kesejahteraan.

Oleh : Dewa Wahyu Aryanta

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/kelompok-kkn-untag-surabaya-memperkenalkan-alat-pengaduk-kotoran-hewan-untuk-membantu-memunculkan-ide-bisnis-di-desa-candiwatu-pacet/23292/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 23:22.