
Tanjungpinang, JurnalPost.com Selasa 10 Februari 2026 — Bertempat di meeting room Hotel CK Tanjungpinang, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sebagai salah satu new partner Universitas Pendidikan Indonesia Bandung menjadi tuan rumah pelaksanaan LUPIC Consortium Semi-Annual Meeting and report of 3rd year goal yang diselenggarakan pada 10 Februari 2026 di Hotel CK Tanjungpinang, Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Kegiatan ini mempertemukan para mitra yang tergabung dalam LUPIC yaitu Sogang University Korea dengan mitra dari Indonesia yaitu Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Unversitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) beserta mitra baru dari ketiga institusi. Agenda kegiatan semi-annual meeting ini selain sebagai ajang laporan kinerja, evaluasi, dan refleksi kegiatan tahun 2025, juga dalam rangka memperkuat kerja sama akademik lintas negara.
Pertemuan strategis ini dihadiri oleh tim dari Sogang University (Korea Selatan) yaitu Dr. Sun Yeoul Lee dan Mr. Sung Min Kim, tim Universitas Negeri Semarang (UNNES) yaitu Prof. Dr. Woro Sumarni, M. Si., Cepi Kurniawan, Ph. D., dan Dr. Dimas Gilang Ramadhani, M. Pd, tim Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yaitu Prof. Dr. R. Asep Kadarohman, M. Si., Dr. Trianisa Rahmawati, dan Rosi Oktiani, tim Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) yaitu Prof. Dr. I Wayan Muderawan, Ni Putu Sri Ayuni, Rahmadhani, serta mitra baru dari ketiga institusi tersebut yaitu UMRAH sebagai tuan rumah, Universitas Negeri Lampung, Universitas Mataram Lombok, Universitas Nusa Cendana Kupang, Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, dan Universitas Negeri Manado. Kehadiran para mitra baru ini menandai perluasan jejaring kolaborasi akademik yang semakin solid dan berkelanjutan.
Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMRAH, Dr. Drs. Encik Abduhajar, M.M., selaku tuan rumah. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UMRAH sebagai lokasi penyelenggaraan pertemuan serta menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. “Kolaborasi global seperti LUPIC menjadi wadah strategis untuk berbagi praktik baik, memperkuat kapasitas kelembagaan, serta mendorong inovasi pembelajaran yang relevan dengan tantangan abad ke-21,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan laporan capaian program LUPIC sepanjang tahun 2025. Dalam laporan tersebut disampaikan berbagai aktivitas kolaboratif yang telah dilaksanakan dan capaian kinerja sepanjang tahun 2025. Dr. Sunny dan Dr. Kim memberikan evaluasi terhadap capaian kinerja ketiga institusi. Forum ini juga menjadi momentum evaluasi program yang telah berjalan sekaligus perumusan rencana strategis untuk tahun 2026, termasuk penguatan jejaring kerjasama dengan universitas mitra baru dan pengembangan program mobilitas akademik yang lebih inklusif. Melalui Semi-Annual Meeting ini, para mitra berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan memperluas dampak kerja sama internasional, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga dalam pengembangan kapasitas kelembagaan dan kontribusi terhadap pembangunan pendidikan berkelanjutan.
Penyelenggaraan kegiatan di Pulau Bintan juga memberikan pengalaman kultural tersendiri bagi para peserta, sekaligus memperkenalkan potensi daerah Kepulauan Riau sebagai bagian dari ekosistem pendidikan maritim dan kawasan strategis internasional. Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, LUPIC diharapkan semakin menjadi model kemitraan internasional yang produktif dan berdampak nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia dan tingkat global.