Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Kecerdasan Buatan: Ancaman atau Peluang bagi Dunia Kerja?

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 21 Desember 2025

Oleh: Miftakhul Rifky Al Farez

Apakah AI akan mengambil pekerjaan anda?
Alih-alih semata memangkas tenaga kerja,adopsi kecerdasan buatan justru memicu perubahan pada pola perekrutan di sejumlah sektor.sejumlah pimpinan perusahaan global menilai AI dapat mendorong kebutuhan akan tenaga kerja baru,termasuk pada jenjang awal karir.bukan karena menghilangkan pekerjaan lama,melainkan memunculkan jenis tugas baru yang menuntut manusia untuk mengawas ,menafsir,dan mengambil keputusan atas sistem berbasis algoritma.posisi-posisi yang berkaitan dengan pengelolaan data,pengawasan AI,hingga penerjemahan kebutuhan bisnis kedalam sistem teknologi semakin relevan.fenomena ini menunjukan bahwa AI tidak beroperasi secara terpisah ,melainkan relasi yang saling melengkapi dengan tenaga kerja manusia.

Definisi AI (Artificial Intelligence)
AI pada dasarnya adalah kemampuan komputer atau mesin untuk meniru kemampuan kognitif manusia, seperti belajar, berpikir, menyelesaikan masalah, dan menyelesaikan masalah. Tujuannya adalah sistem yang dapat mengambil keputusan, beradaptasi dengan situasi baru, dan beroperasi secara mandiri dan cerdas tanpa program khusus untuk setiap situasi.

Kecerdasan buatan bukan sekedar teknologi masa depan,melainkan sudah menjadi bagian dari rutinitas pekerjaan di dalam organisasi maupun perusahaan,dimana separuh pekerja di berbagai negara sudah menggunakan AI dalam pekerjaan.Sekitar 45% karyawan menggunakan AI di tempat kerja mereka pada kuartal ketiga 2025, dengan 23% menggunakannya setiap minggu atau lebih, menurut survei Gallup. Ini menunjukkan seberapa terintegrasi AI dalam berbagai industri. .

AI Sebagai Peluang dan Pencipta Pekerjaan Baru
Menurut World Economic Forum (WEF) dalam Future of jobs report 2025 mengungkapkan bahwa prediksi perubahan pasar tenaga kerja hingga tahun 2030 diprediksi akan ada 170 juta pekerjaan baru yang akan tercipta.namun,dampak dari kemajuan teknologi diperkirakan akan menghilangkan 92 pekerjaan,menghasilkan kenaikan bersih sebesar 78 juta pekerjaan baru.Perkembangan AI sering dipandang akan menghilangkan banyak pekerjaan lama,tetapi AI juga dapat menciptakan peluang serta profesi baru dalam jumlah besar seperti Data scientist,Machine Learning engineer,AI engineer,AI research,dan lain lain.

Pertumbuhan lapangan pekerjaan di perkirakan terjadi di sektor-sektor strategis seperti teknologi,energi terbarukan,pendidikan,dan perawatan.sementara itu,pekerjaan tradisional seperti asisten administratif dan desain grafis akan mengalami tekanan besar akibat otomatisasi,yang mengubah struktur kebutuhan tenaga kerja secara mendasar.AI menjadi alasan utama dalam pergeseran ini.sebanyak 50 persen perusahaan di seluruh dunia berencana memanfaatkan kecerdasan AI untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru.namun,disisi lain sebanyak 41 persen di prediksi adanya pengurangan tenaga kerja sebagai dampak adanya otomatisasi.

Kesenjangan keterampilan di era kecerdasan buatan
Di tengah perubahan yang cepat ini,WEF menyoroti kesenjangan keterampilan di era kecerdasan buatan,yang dimana hampir 40 persen keterampilan yang dibutuhkan adalah keterampilan baru atau yang sedang berkembang.Karena laju otomatisasi dan kemajuan teknologi yang cepat, permintaan peran AI akan meningkat, tetapi penerapan AI di perusahaan masih belum rata. Banyak karyawan percaya bahwa kegagalan dalam keterampilan AI disebabkan oleh kurangnya pelatihan.perkembangan AI semakin meningkat dikarenakan laju menurut survei randstand tahun 2024,responden mengatakan bahwa perusahaan yang menggunakan teknologi AI masih tertinggal terkait dengan kepelatihan atau peningkatan keterampilan karyawan tentang bagaimana cara menggunakan AI dalam pekerjaan nya. Perusahaan memiliki keterbatasan anggaran dan akses teknologi,alat,dan data sehingga peningkatan keterampilan AI menjadi terhambat,menurut penelitian snaplogic.

Menimbang Ancaman dan Peluang
Perkembangan kecerdasan buatan membawa ancaman sekaligus peluang bagi dunia kerja.ancaman terlihat dari pekerjaan yang berpotensi otomatisasi tugas dan berkurang nya nilai keterampilan terhadap lama,dimana hampir setengah dari para pekerja di sektor tertentu melaporkan keterampilan mereka menjadi berkurang akibat dari kecerdasan buatan dan banyak perusahaan menganggap bahwa penyebab keterampilan terhambat dikarenakan adopsi teknologi kecerdasan buatan(OECD Employment Outlook 2023).disisi lain, AI memiliki dampak positif dalam dunia kerja yaitu, menciptakan peluang besar ,seperti terciptanya lapangan pekerjaan baru serta pemintaan keterampilan AI dan digital,dan pekerja yang memiliki keterampilan tersebut cenderung memperoleh premi upah yang lebih tinggi dan meningkatnya relevansi kerja(PwC 2025 Global Al Jobs Barometer).selain itu,World Economic Forum(WEF) memprediksi bahwa terciptanya pekerjaan baru hingga 78 juta akibat transformasi teknologi hingga 2030,meski 40 persen keterampilan tenaga kerja perlu ditingkatkan melalui pelatihan agar tetap relevan.secara kesuluruhan,walaupun AI mengubah struktur pasar kerja dan meningkatnya kesenjangan keterampilan jika dibarengi dengan upaya upskilling,reskilling,dan pendidikan yang adaptif ,maka peluang kenaikan produktivitas, penciptaan peran baru, dan permintaan keterampilan akan tercipta

Penutup
Perkembangan teknologi AI/kecerdasan buatan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari dalm dunia kerja modern.berbagai penilitian dan survei menunjukkan bahwa AI memang memiliki tantangan yang nyata,terutama berupa otomatisasi pekerjaan rutin dan melebar nya kesenjangan keterampilan.namun,disisi yang lain AI memiliki dampak positif dalam dunia kerja,yaitu terciptanya profesi baru,meingkatnya produktivitas,serta dapat mendorong pekerjaan menuju peran yang lebih kreatif,analitis,dan bernilai tinggi.oleh karena itu,kunci utama dalam menghadapi perkembangan zaman adalah mempersiapkan sumber daya manusia agar mampu berdaptasi dengan perkembangan teknologi terutama AI/kecerdasan buatan.upaya upskilling,reskilling,pembaruan sistem pendidikan,dan kolaborasi antara pemerintah,dunia kerja, dan institusi pendidikan menjadi langkah strategis agar AI tidak menjadi ancaman,melainkan kekuatan pendorong kemajuan dan kesejahteraan bersama.

Referensi:
Rojabi, M. A. (2025). Pengantar Artificial Intelligence (AI).
The real AI training gap? IT leaders believe in it, but many don’t provide it, CIO, 05 September 2024.
AI skills gap widens: 71% of AI talent are men, while only 22% of baby boomers receive training – reveals randstad data, randstad, 12 November 2024.
New Skillsoft research: AI and leadership skills crucial to elevating employee confidence and performance, Skillsoft, 19 September 2024.
The AI skills gap, snapLogic.
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2023). OECD employment outlook 2023: Artificial intelligence and the labour market. OECD Publishing.
PwC. (2025). Global AI jobs barometer 2025: AI boosts productivity, wages, and job growth. PwC Global.
World Economic Forum. (2025). The future of jobs report 2025. World Economic Forum.
Kompas.com. (2025, January 14). WEF: Kecerdasan buatan dorong pertumbuhan 78 juta pekerjaan global.
IBM. (2024). The AI skills gap: Why organizations struggle to build AI-ready workforces. IBM Institute for Business Value.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/kecerdasan-buatan-ancaman-atau-peluang-bagi-dunia-kerja/22101/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 10:22.