
JurnalPost.com, Pogung, Cawas, Klaten (18/07/2023) – Salah satu produk teknologi yang sangat digemari anak saat ini adalah game online. Di Indonesia, fenomena bermain game online banyak melibatkan anak dan remaja. Berdasarkan observasi pada anak dan remaja di Desa Pogung serta informasi dari perangkat desa terkait, didapatkan bahwa anak usia sekolah dasar sudah banyak menggunakan smartphone dan bermain game online. Game online memiliki banyak dampak negatif bagi penggunanya seperti menimbulkan kecanduan, pemborosan, mengganggu kesehatan, sulit berkonsentrasi dan bersosialisasi. Menghabiskan banyak waktu untuk bermain game online akan menyebabkan kecanduan bagi anak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir 2017 menetapkan dalam Internasional Classification Of Diseases (ICD) bahwa kecanduan game online merupakan salah satu penyakit gangguan jiwa.
Berdasarkan hal tersebut, Aulia Kusuma Dewi, Mahasiswa Tim II KKN UNDIP 2022/2023, pada hari Selasa 18 Juli 2023 melaksanakan kegiatan “Penyuluhan Bahaya Kecanduan Game Online Terhadap Perkembangan Emosional, Motorik, dan Kognitif Anak”. Sasaran dalam penyuluhan ini adalah anak- anak usia sekolah dasar sehingga penyuluhan dilakukan di SDN 1 Pogung dan SDN 2 Pogung.
Penyuluhan ini dilakukan melalui kerja sama antara mahasiswa KKN dan guru SD dengan penayangan video terkait dengan bahaya kecanduan game online. Setelah dilakukan penayangan video, dilanjutkan dengan pemberian materi singkat terkait dengan isi video oleh mahasiswa KKN dengan didampingi oleh guru SD. Penyuluhan ini diakhiri dengan sesi pemberian pertanyaan dan hadiah kepada siswa yang mampu menjawab pertanyaan yang telah diberikan. Penyuluhan ini merupakan kegiatan lanjutan yang mana tidak hanya dilakukan di sekolah dasar namun juga dilakukan secara “door to door” ke rumah – rumah warga di Desa Pogung. Sasaran untuk penyuluhan “door to door” ini adalah orang tua dengan materi terkait dengan peranan orang tua dalam upaya pencegahan dampak buruk dari kecanduan game online.

Penyuluhan ini dilakukan dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh anak usia sekolah dasar dan orang tua. Video edukasi yang ditayangkan saat penyuluhan membuat anak- anak tidak bosan dan lebih kondusif serta mudah mengerti isi dari penyuluhan yang disampaikan. Penyuluhan berjalan dengan lancar dan antusiasme dari anak maupun orang tua cukup baik. Dengan adanya kegiatan penyuluhan yang dilakukan secara berkelanjutan ini, diharapkan baik dari diri anak sendiri dan orang tua mampu mengetahui bahaya kecanduan game online bagi perkembangan emosional, motorik, dan kognitif. Selain itu, harapannya anak-anak di Desa Pogung memiliki kesadaran untuk bijak dalam bermain game online serta mengetahui cara mencegah kecanduan game online bagi dirinya sendiri dan teman di sekitarnya. Dengan penyuluhan ini juga harapannya orang tua dapat terlibat aktif dalam mengontrol kegiatan anak demi mencegah kecanduan game online terhadap anaknya.
Penulis : Aulia Kusuma Dewi (Kedokteran-Fakultas Kedokteran)
Dosen Pembimbing Lapangan : Dr. Sunarno, S.Si., M.Si
Lokasi KKN : Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten