Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Kebahagiaan (Sa’adah) Hakiki

Tim Editor: Redaksi ยท Tanggal: 25 November 2025

Penulis :
Ikhwan Kunto Alfarisi

Setiap manusia pada hakikatnya mencari kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), Kebahagiaan adalah suatu keadaan pikiran atau perasaan kesenangan, ketentraman hidup secara lahir dan batin.

Namun dari perspektif psikologi, kebahagiaan adalah kesatuan karakteristik psikologis baik dan positif yang meliputi kepuasan hidup yang tinggi, tingkat afek positif yang tinggi dan tingkat afek negatif yang rendah.

Tentu saja jika ingin mendapatkan kebahagiaan kita harus bisa meraihnya. Adapun cara-cara untuk meraih kebahagiaan antara lain dengan menjaga kesehatan fisik dan mental yaitu salah satunya dengan cara tidur cukup, makan makanan yang bergizi, berolah-raga dan mengelola manajemen stres atau emosi.

Meningkatkan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari yaitu menghargai dan mensyukuri semua karunia yang telah kita miliki juga merupakan salah satu cara mendapatkan kebahagiaan.

Jika kita menjalin hubungan baik dengan teman atau kerabat di sekitar, kita bisa juga mendapatkan kebahagiaan dengan diperkuat melalui interaksi positif dan saling menghargai.

Menemukan makna hidup dengan kemampuan untuk memaknai setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup dapat membantu seseorang merasa bahagia dan damai, bahkan pula dalam situasi sederhana.

Melakukan aktivitas-aktivitas positif yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari dengan terlibat pada kegiatan yang disukai (termasuk hobi) dan memberikan kepuasan batin dapat mendapatkan kebahagiaan secara berkelanjutan.

Pada teori ERG yang dikemukakan oleh Clayton Alderfer, hierarki kebutuhan manusia ada tiga kategori, yaitu: Eksistensi (kebutuhan dasar manusia), Relatedness (keterkaitan sosial) dan Growth (pertumbuhan atau pengembangan diri).

Kebahagiaan bisa juga akan dapat kita raih jika tiga kebutuhan ERG tersebut terpenuhi. Dalam arti lain tidak ada masalah dalam kebutuhan ERG kita sehari-hari.

Namun kebahagiaan dalam pandangan Islam berpusat pada ketenangan hati dan kedekatan dengan sang pencipta yaitu Allah SWT, bukan hanya sekedar kesenangan duniawi.

Hal ini dapat dicapai melalui iman yang kuat, berbuat amal shalih, berakhlakul karimah, rasa syukur (qanaah) dan sikap sabar serta ikhlas dalam menghadapi cobaan-cobaan hidup.

Kebahagiaan hakiki dalam Islam juga mencakup keberuntungan di akhirat bagi mereka yang taat beribadah dan berbudi pekerti luhur karena dalam prinsip Islam yaitu Khairunnas Anfauhum Linnas (sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi oranglain).

Oleh karena itu kebahagiaan bisa diraih jika kita berupaya untuk mendapatkannya bukan menanti atau membayangkan secara tiba-tiba hadir dalam hidup kita seperti menanti durian runtuh.

Penulis :
Ikhwan Kunto Alfarisi
(Jakarta, 21 Nov 2025)

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/kebahagiaan-saadah-hakiki/20981/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 11:47.