
Kendari, JurnalPost.com – Dugaan penyimpangan perilaku yang menyeret seorang aparatur sipil negara (ASN) tenaga kesehatan di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara, kembali mencuat ke publik. Sejumlah pihak yang mengaku sebagai korban meminta pemerintah daerah hingga aparat terkait segera turun tangan menindaklanjuti persoalan tersebut.
Kasus ini disebut-sebut sudah mulai beredar sejak pertengahan 2023. Namun hingga kini, belum ada langkah resmi maupun tanggapan terbuka dari pihak pemerintah daerah terkait dugaan tersebut.
Salah satu terduga pelaku berinisial U, yang diketahui berprofesi sebagai dokter umum sekaligus menjabat sebagai direktur di salah satu rumah sakit daerah di Konkep, disebut oleh sejumlah pihak telah melakukan tindakan tidak pantas terhadap beberapa korban.
Seorang pria yang mengaku korban mengatakan dugaan tindakan itu dialami oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMA, mahasiswa, hingga orang dewasa.
“Kasus ini sebenarnya sudah lama kami suarakan, tapi seperti tidak ada perhatian. Kami hanya ingin ada tindakan agar tidak semakin banyak korban,” ujar salah satu korban yang meminta identitasnya dirahasiakan, Jumat (16/5/2026).
Korban mengaku sempat menyimpan rapat pengalaman yang dialaminya. Namun ia akhirnya memberanikan diri berbicara karena mengklaim jumlah korban terus bertambah, termasuk di Kota Kendari.
Menurutnya, persoalan tersebut juga pernah dibahas di media sosial, termasuk melalui grup Facebook komunitas masyarakat Konawe Kepulauan. Namun upaya itu disebut belum membuahkan respons berarti dari pihak terkait.
“Kami bukan ingin menjatuhkan siapa pun. Kami hanya ingin masyarakat terlindungi dan ada perhatian serius dari pemerintah,” katanya.
Mereka juga mengaku khawatir dugaan perilaku menyimpang tersebut berpotensi menimbulkan dampak sosial maupun kesehatan di tengah masyarakat apabila tidak segera ditangani secara serius.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak RSUD Konawe Kepulauan maupun Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan terkait tudingan tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak terkait masih terus dilakukan.