Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Kampanye Digital dapat Mengurangi Sampah Spanduk dan Poster

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 12 Maret 2024

Ditulis oleh: Engelberg Nur Arifah Mahasiswa Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor

JurnalPost.com – Saat ini Indonesia sedang menghadapi pesta demokrasi pemilihan umum (pemilu) 2024. KPU secara umum melansir proses kampanye dilakukan pada tanggal 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Menanggapi banyaknya poster dan baliho yang bertebaran di jalan, pepohonan dan tempat-tempat umum lainnya, beragam lapisan masyarakat menanggapi dengan berbagai alasan.

Alat peraga kampanye baik berbentuk bilboard, baliho dan non baliho seperti spanduk, poster atau banner, serta bendera terlihat menghiasi sejumlah titik di berbagai sudut Indonesia. Bukan hanya di jalan protokol namun juga di kawasan pemukiman. Karena pemasangan alat peraga kampanye mulai tidak beraturan dan tidak tertib, membuat setiap sudut jalan menjadi berantakan dan tidak sedap dipandang mata.

Penempelan berbagai atribut di pohon-pohon merupakan tindakan sewenang-wenang, pemasangan atau penempelan atribut kampanye tampak kurang mempertimbangkan nilai-nilai etika dan estetika lingkungan. Hal tersebut menunjukan masih rendahnya sebagian anggota tim sukses atau relawan dari para capres tentang kesadaran hukum lingkungan atau aturan pelaksanaan pemilihan umum presiden.

Dampak lingkungan dari pemasangan baliho dapat menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan dan dampak ekologisnya, karena bahan yang digunakan terbuat dari plastik yang sangat lama diurai secara alami. Beberapa tempat mungkin memiliki kebijakan terkait dengan penggunaan bahan ramah lingkungan atau pembuangan baliho yang aman, tapi yang kita ketahui saat in poster-poster tersebut bertebaran di mana-mana yang nantnya akan menjadi sampah yang tidak dapat digunakan lagi.

Iklan politik yang dikemas dalam bentuk verbal maupun visual semestinya menjadi media yang artistik, komunikatif, dan persuasif. Namun karena dilakukan dengan cara yang tidak sesuai maka hal itu menjadi sampah-sampah visual yang berakibat merusak keindahan kota dan menghilangkan nilai-nilai seni visual itu sendiri. Ukuran dari alat peraga setiap calon pun berbeda, mulai dari yang kecil hingga yang besar.

Oleh karena itu disarankan melakukan kampanye secara digital, selain mengurangi sampah plastik, kampanye digital juga dapat menjangkau pemilih secara tepat dan luas sehingga fungsi kampanye untuk mengenalkan para calon dapat tersalurkan. Istilah new media sangat terikat dengan hadirnya internet, pada zaman new media saat ini, internet menjadi media atau alat informasi yang dominan.Internet menciptakan interaksi antar masyarakat satu dengan lainnya diseluruh dunia dan seakan tidak ada batasnya lagi.

Di Inonesia sendiri, media sosial telah menjadi alat yang efektif dalam melaksanakan kampanye politik. Namun, masih ada beberapa kasus yang memang menganggap media sosial belum digunakan optimal untuk kampanye karena kekurangan dari media sosial sendiri yaitu postingan kampanye dengan mudah tenggelam karena postingan-postingan terbaru dari calon yang lain.

Beberapa hal tersebut juga mengakibatkan partai politik atau peserta pemilu enggan menggunakan kampanye dengan new media. Namun, hal tersebut harus lebih diperhatikan mengingat material yang digunakan sebagai alat peraga kampanye saat ini masih didominasi oleh material yang tidak ramah lingkungan seperti MMT/MCMT ataupun bahan polimer sintetis. Penggunaan bahan-bahan tersebut sangat tidak ramah terhadap lingkungan.

Hal tersebut bertujuan untuk menjaga keberlangsungan lingkungan sosial, serta meminimalisir gangguan terhadap tempat-tempat yang bersifat khusus atau sensitif. Dengan adanya media digital, bertujuan untuk merubah gaya kampanye konvensional yang menciptakan sampah visual, menjadi kampanye yang ramah lingkungan.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/kampanye-digital-dapat-mengurangi-sampah-spanduk-dan-poster/12692/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 05 November 2026 10:01.