
JurnalPost.com – Tahun baru merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Hampir semua orang lebih senang merayakan tahun baru bersama-sama, di tengah keramaian. Bagi banyak orang, merayakan tahun baru di tengah keramaian adalah kesempatan untuk menikmati atmosfer yang penuh kegembiraan dan semangat. Mereka menemukan kegembiraan dalam berada di tengah kerumunan orang-orang yang juga merayakan momen yang sama dengan antusiasme yang tinggi. Merayakan tahun baru di tempat-tempat ramai seperti kota besar, pusat perbelanjaan, atau tempat hiburan umumnya menawarkan pengalaman yang menyenangkan dengan kembang api, pertunjukan musik, dan suasana yang meriah.
Namun, banyak orang yang belum tahu bahwa menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kawasan yang ramai seperti dalam perayaan tahun baru memberikan risiko kesehatan yang buruk bagi orang-orang yang berada di kawasan tersebut. Berikut ini adalah beberapa risiko buruk keramaian yang mengancam kesehatan sekaligus pencegahanya :
1. Gangguan Pernapasan : Kawasan yang ramai sering kali dapat menyebabkan gangguan pernapasan karena tingginya tingkat polusi udara yang dihasilkan dari kendaraan bermotor, kerumunan orang, dan aktivitas manusia lainnya. Asap kendaraan, debu, dan zat kimia dari industri serta keramaian sendiri dapat menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas udara di kawasan padat. Hal ini bisa berdampak pada gangguan pernapasan seperti iritasi pada saluran pernapasan, peningkatan risiko penyakit pernapasan, atau bahkan masalah kesehatan yang lebih serius bagi individu yang rentan terhadap polusi udara, seperti anak-anak kecil, lansia, atau individu dengan kondisi medis tertentu. Oleh karena itu, penting untuk mengambil langkah-langkah perlindungan, seperti menggunakan masker atau mengurangi waktu di kawasan yang padat ketika polusi udara sedang tinggi, guna menjaga kesehatan pernapasan.
2. Dehidrasi : Keramaian dapat menjadi pemicu dehidrasi pada individu karena berbagai faktor, seperti kepadatan orang yang menyebabkan peningkatan suhu tubuh akibat berdesak-desakan, serta aktivitas fisik yang tinggi ketika berada di kerumunan. Terutama dalam acara atau tempat keramaian yang berlangsung dalam waktu lama, individu mungkin lupa untuk minum air yang cukup atau sulit untuk mendapatkan akses ke sumber air yang memadai. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi, yang bisa berakibat pada gejala seperti rasa haus berlebihan, pusing, kelelahan, dan dalam kasus yang lebih serius, gangguan kesehatan seperti heatstroke. Penting untuk tetap sadar akan kebutuhan akan cairan dan memastikan diri untuk minum air secara teratur saat berada di kawasan ramai guna mencegah terjadinya dehidrasi.
3. Cedera atau trauma : Kawasan yang ramai juga dapat menjadi tempat di mana risiko cedera fisik atau trauma meningkat. Keramaian yang padat dapat memunculkan berbagai situasi yang berpotensi menyebabkan kecelakaan atau cedera, seperti tertindih oleh kerumunan, tergelincir atau jatuh akibat tekanan massa orang, atau terkena benda tumpukan yang tidak terkendali. Selain itu, situasi keramaian juga bisa menciptakan ketegangan emosional yang meningkat, yang pada gilirannya dapat memicu konflik fisik atau trauma psikologis. Oleh karena itu, penting untuk selalu waspada terhadap keamanan diri saat berada di kawasan ramai, menghindari situasi yang berpotensi membahayakan, serta memahami prosedur evakuasi darurat atau jalur evakuasi dalam situasi darurat untuk mengurangi risiko cedera atau trauma.
4. Infeksi : Risiko tinggi untuk penyebaran infeksi meningkat pada kawasan yang ramai karena kontak yang lebih dekat antara individu, memungkinkan transfer patogen seperti virus atau bakteri dengan lebih mudah. Keramaian meningkatkan kemungkinan kontak langsung dengan individu yang mungkin terinfeksi, serta memperbesar peluang paparan terhadap permukaan yang terkontaminasi. Kondisi ini dapat mempercepat penyebaran penyakit menular, terutama dalam situasi di mana orang-orang berkumpul dalam jangka waktu yang lama, seperti dalam acara publik atau festival. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak langsung dengan individu yang sakit, serta mematuhi protokol kesehatan dan kebersihan seperti menggunakan masker dan menjaga jarak fisik untuk mengurangi risiko infeksi di kawasan ramai.
Meskipun terdapat beberapa dampak buruk keramaian yang mengancam kesehatan, momen tahun baru akan terasa kurang meriah apabila tidak dirayakan di keramaian. Untuk itu, silakan merayakan tahun baru di keramaian dengan tetap memperhatikan kesehatan, yang bisa dilakukan sesuai dengan cara-cara yang sudah disebutkan di atas. Tak lama lagi, momen tahun baru 2024 akan tiba. Mari kita rayakan tahun baru 2024 dengan memperhatikan protokol kesehatan agar momen tersebut bisa membawa kebaikan, bukan keburukan.
Penulis : Luqya Akasyah – Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta