
JurnalPost.com – Indonesia, yang dikenal dengan keanekaragaman hayati yang luar biasa, menghadapi masalah karena timbunan sampah yang semakin meningkat. Dilansir dari data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), timbunan sampah nasional pada 2022 mencapai 36,2 juta ton. Dari total produksi sampah nasional tersebut, 64,01% (23,1 juta ton) dapat terkelola, sedangkan sisanya 35,99% (13,1 juta ton) belum terkelola dengan baik.
Degradasi lingkungan disebabkan oleh tempat pembuangan sampah yang melimpah dan praktik pembuangan sampah yang tidak tepat. Bank sampah menjadi akar penyelesaian berdasarkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012, mendorong warga untuk memilah dan mendaur ulang sampah. Menanggapi krisis lingkungan ini, masyarakat RW 01 Kelurahan berkolaborasi untuk mendirikan bank sampah. Di sana, warga dapat menyetor barang-barang yang dapat didaur ulang untuk mendapatkan buku tabungan bank sampah.
“Pada akhir bulan Maret, di lingkungan RW 01 sudah memiliki program sedekah sampah yang hanya diberikan oleh warga.” ujar Bapak Bambang Widjanarko selaku ketua RW 01 (02/09/2023). Melihat adanya peluang ini, kami mahasiswa PKKM Bina Desa UPN “Veteran” Jawa Timur bersama Dosen Pembimbing Lapangan Ira Wikartika, S.E., M.M. memberikan transformasi program sedekah sampah menjadi bank sampah yang lebih terorganisir dengan baik. Ide tersebut juga diterima baik oleh Bapak Bambang Widjanarko dan para warga RW 01. “Bank Sampah menjadi jalan keluar dari permasalahan sampah, dibandingkan pembakaran sampah akan lebih baik dilakukan sistem Bank Sampah yang pendapatannya akan diputar kembali.” ujar beliau dengan menerima ide transformasi bank sampah (03/10/2023).
Upaya dalam perwujudan tersebut diimplementasikan dengan pembuatan data rekapitulasi pendapatan bank sampah melalui penggunaan aplikasi google spreadsheet. Didukung juga dengan pembuatan buku tabungan bank sampah yang diberikan kepada seluruh warga RW 01 sebagai pencatatan pemasukan dan pengeluaran setiap warga yang menyetor sampah ke bank sampah RW 01. “Pencatatan dalam siklus bank sampah memang sangat penting untuk menjaga transparansi pendapatan dan pengeluaran yang dilakukan” kata Ibu Nina Sari Husein Kader KSH RW 01 (09/11/2023).
Pemberian hasil akhir, rekapitulasi pendapatan bank sampah dengan penggunaan aplikasi google spreadsheet dan buku tabungan yang akan diberikan kepada seluruh Kader KHS RW 01 Kelurahan Gunung Anyar. “Pembukuan sederhana yang lebih mudah untuk diakses di manapun dan kapanpun sangatlah membantu proses pencatatan. Tak hanya itu, penggunaan buku tabungan juga menjadi inovasi yang diharapkan membantu perekonomian masyarakat RW 01.” kata Ibu Nina Sari Husein sembari membuka buku tabungan yang kami cetak (24/11/2023).
Dengan demikian, operasional Bank Sampah RW 01 diharapkan menjadi lebih efisien dan akurat. Terutama dengan adanya sistem rekapitulasi pendapatan serta buku tabungan. Kami Mahasiswa Bina Desa Kelurahan Gunung Anyar juga berterima kasih atas keramahan warga RW 01 Kelurahan Gunung Anyar dalam pengerjaan program kerja yang sudah dilaksanakan.
Penulis: (Nelista Rizkiyati, Mochammad Sakti Ramadhana, dan Ugy Soebiantoro)