Kembali
Mode hapus aktif. Klik paragraf, foto, judul, tabel, atau bagian lain yang tidak ingin masuk PDF.
JurnalPost.com

Integrasi Teknologi Hijau dan IoT dalam Pengelolaan Air Bersih dan Limbah Industri untuk Mendukung SDGs 6 dan 9

Tim Editor: Redaksi · Tanggal: 21 November 2025

Penulis : Crisanna Gita Sitompul dan Deshane Helga
Teknik Industri, Universitas Airlangga

JurnalPost.com – Pertumbuhan industri di Indonesia yang semakin pesat memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan ekonomi nasional, namun di sisi lain juga menimbulkan tantangan besar terkait ketersediaan air bersih dan pengelolaan limbah industri. Kebutuhan air bersih di wilayah urban meningkat seiring pertumbuhan penduduk, sementara infrastruktur distribusi banyak yang menua dan minim sistem pemantauan. Di saat yang sama, limbah industri berupa cairan, padatan, gas, dan limbah B3 masih banyak dikelola dengan metode konvensional yang kurang efisien dan tidak ramah lingkungan. Hal ini menuntut pengembangan inovasi berbasis teknologi hijau dan digital agar pengelolaan air dan limbah industri dapat lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Untuk mengatasi permasalahan ketersediaan air bersih, mahasiswa Teknik Industri mengembangkan Smart Water Management System berbasis IoT, yang mengintegrasikan sensor kualitas air, sensor aliran, sensor tekanan, dan dashboard analitik real-time. Sistem ini mampu mendeteksi kebocoran pipa, penurunan kualitas air, dan gangguan operasional lainnya secara cepat, sehingga tanggapan dan perbaikan bisa dilakukan secara efisien. Selain itu, pencatatan data secara terus-menerus memungkinkan analisis pola konsumsi, peramalan kebutuhan air, dan optimasi distribusi. Dengan sistem ini, penyedia layanan air dapat menurunkan tingkat Non-Revenue Water (NRW) dan meningkatkan kualitas layanan, sekaligus mendukung pencapaian SDGs 6 (Clean Water and Sanitation) dan SDGs 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure).

Di sektor pengelolaan limbah industri, inovasi berbasis teknologi hijau menjadi sangat relevan. Pendekatan yang digunakan meliputi bioremediasi untuk memecah polutan dengan bantuan mikroorganisme, pemanfaatan sensor IoT untuk memantau limbah secara real-time, dan penerapan waste-to-energy yang mengubah limbah menjadi energi alternatif. Teknologi ini membantu meningkatkan efisiensi pengolahan, mengurangi pencemaran, mempercepat deteksi polutan, serta menekan ketergantungan energi fosil. Dengan demikian, industri dapat menjalankan operasionalnya lebih bersih, aman, dan ramah lingkungan.

Penerapan prinsip ekonomi sirkular juga menjadi elemen penting dalam pengelolaan limbah industri. Pendekatan ini menekankan pengurangan limbah sejak tahap desain produk, pemanfaatan kembali material, serta daur ulang limbah yang masih bernilai. Dengan mengintegrasikan prinsip ini, industri tidak hanya fokus pada pengolahan limbah di akhir proses produksi, tetapi juga mengubah struktur proses produksi agar lebih efisien dan minim residu. Hal ini sejalan dengan konsep keberlanjutan dan meningkatkan kesadaran industri terhadap dampak lingkungannya.

Dari perspektif Teknik Industri, integrasi teknologi digital dan hijau dalam pengelolaan air bersih dan limbah industri merupakan penerapan prinsip manajemen operasi, lean management, perancangan sistem kerja, serta analitik data. IoT dan sensor membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat, tepat, dan terukur, sementara teknologi hijau mendukung proses produksi dan distribusi yang lebih bersih. Kombinasi keduanya memungkinkan industri tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga membangun infrastruktur yang modern, tangguh, dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, implementasi Smart Water Management System berbasis IoT dan sistem manajemen limbah industri berbasis teknologi hijau memberikan berbagai manfaat. Industri dapat menurunkan biaya operasional, mengurangi pencemaran, meningkatkan kualitas layanan air, serta memperkuat kepatuhan terhadap regulasi lingkungan. Selain itu, citra perusahaan meningkat karena dianggap peduli lingkungan, meningkatkan daya saing, dan mendorong modernisasi infrastruktur. Dengan penerapan inovasi ini secara konsisten, keberlanjutan lingkungan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan industri dapat tercapai secara optimal.
 
Daftar Pustaka
Arifin, M. (2020). Pengelolaan Limbah Industri Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Jakarta: Mitra Sains Indonesia.
Suryani, L., & Pratama, D. (2021). “Inovasi Teknologi Hijau untuk Pengolahan Limbah Cair Industri”. Jurnal Teknologi Lingkungan, 12(2), 85–94.
Wibowo, A. (2022). Internet of Things dalam Sistem Monitoring Lingkungan. Bandung: Informatika.
Kurniasih, R., & Hidayat, A. (2023). “Penerapan Ekonomi Sirkular pada Industri Manufaktur di Indonesia”. Jurnal Industri Berkelanjutan, 5(1), 33–45.
Putra, S. (2021). Waste-to-Energy sebagai Solusi Pengelolaan Limbah Padat. Surabaya: Pustaka Teknik Nusantara.
Rahmadani, T. (2022). “Smart Water Management Berbasis IoT untuk Optimalisasi Air Bersih Perkotaan”. Jurnal Infrastruktur & Energi, 4(3), 112–125.
 
Arifin, M. (2020). Pengelolaan Limbah Industri Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Jakarta: PT Mitra Sains Indonesia.
Suryani, L., & Pratama, D. (2021). “Inovasi Teknologi Hijau untuk Pengolahan Limbah Cair Industri”. Jurnal Teknologi Lingkungan, 12(2), 85–94.
Wibowo, A. (2022). Internet of Things dalam Sistem Monitoring Lingkungan. Bandung: Penerbit Informatika.
Kurniasih, R., & Hidayat, A. (2023). “Penerapan Ekonomi Sirkular pada Sektor Industri Manufaktur di Indonesia”. Jurnal Industri Berkelanjutan, 5(1), 33–45.
Putra, S. (2021). Waste-to-Energy sebagai Solusi Pengelolaan Limbah Padat. Surabaya: Pustaka Teknik Nusantara.

Sumber artikel: https://jurnalpost.com/read/integrasi-teknologi-hijau-dan-iot-dalam-pengelolaan-air-bersih-dan-limbah-industri-untuk-mendukung-sdgs-6-dan-9/20932/
Dicetak dari JurnalPost.com pada 08 November 2026 11:32.