
JurnalPost.com, Ngadirojo, Wonogiri (02/08) – Sampah botol plastik merupakan salah satu bentuk sampah anorganik yang banyak ditemui di kantor, sekolah, dan tempat umum lainnya. Sampah botol plastik biasanya dihasilkan dari sampah konsumsi minuman baik air mineral maupun minuman dengan perisa. Sifatnya yang sukar terurai maka dapat terus menumpuk dan mencemari wilayah disekitarnya, sehingga perlu untuk dikelola kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna. Penumpukan sampah botol plastik juga terjadi di Desa Ngadirojo Kidul terutama Sekolah Dasar di wilayah tersebut yang sebagian besar siswanya masih banyak menghasilkan sampah plastik ketika membeli jajanan diluar sekolah. Sampah plastik ini dapat merusak pemandangan alam sekitar, mencemari tanah dan air, serta menimbulkan potensi penyakit akibat genangan air yang terjebak di dalamnya. Upaya dalam mengatasi dampak buruk sampah plastik ini menjadi semakin mendesak untuk dilakukan.
Oleh karena itu, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro dari program studi Agribisnis Fakultas Peternakan dan Pertanian, Zahwa Auditha Putri mengajak siswa-siswi kelas IV SDN II dan IV Ngadirojo untuk ikut andil dalam pengolahan serta pemanfaatan sampah botol plastik menjadi media tanam hidroponik sederhana. Rangkaian kegiatan sudah terlaksana pada tanggal 20 Juli – 2 Agustus 2023 di kedua SD tersebut secara bergantian. Sosialisasi dilakukan pada 42 siswa di SDN II dan 16 siswa di SDN IV Ngadirojo. Program dimulai dengan memberikan pencerdasan mengenai bahaya sampah anorganik dan dampak apa saja yang akan muncul bila sampah tersebut tidak terolah dengan baik. Setelah itu diberikan pula materi mengenai hidroponik, bahan baku, serta cara pembuatan media hidroponik sederhana menggunakan limbah botol plastik. Pada satu minggu setelahnya baru dilakukan pembuatan media hidroponik sederhana dengan sistem wick / system sumbu.
Sistem wick dipilih karena merupakan sistem budidaya hidroponik sederhana dengan hanya mengandalkan sumbu untuk mengalirkan nutrisi ke akar tanaman. Alat dan bahan yang dibutuhkan juga mudah ditemui dan murah, meliputi botol plastik bekas berukuran 600 ml, cutter, rockwoll (media tanam), bibit tanaman, nutrisi AB mix, dan kain flanel yang berfungsi sebagai penghantar nutrisi. Cara pembuatannya juga sangat sederhana, yaitu dengan memotong botol menjadi dua bagian, membuat lubang ditutup botolnya guna menempatkan sumbu flanel, lalu mempersiapkan media tanam dan bibit, dan isi bagian bawah botol dengan air nutrisi.

Proses pemberian materi dan pelatihan pembuatan terlaksana dengan lancar dan mendapatkan antusias tinggi yang ditunjukkan dengan keinginan siswa-siswi dalam menjawab pertanyaan review yang diberikan. Dengan adanya pencerdasan mengenai pembuatan hidroponik sederhana ini selain dapat mengurangi limbah juga dapat membuat anak ditingkat sekolah dasar lebih mengenal pertanian dan tertarik untuk melanjutkan studinya ke bidang pertanian.
Penulis: Zahwa Auditha Putri
Program Studi: Agribisnis
Lokasi: Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Wonogiri
Dosen Pembimbing Lapangan:
1. Aghus Sofwan, S.T., M.T., Ph.D.
2. Ahmad Ainun Najib, S.H., M.H.
3. Yuni Dwi Hastuti S.Kep., M.Kep.
KKN TIM II Universitas Diponegoro Tahun 2022/2023