
JurnalPost.com, Sragen (10/08/2023) – Desa Ngepringan merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Mayoritas warga yang ada di desa ini memiliki mata pencaharian sebagai petani ladang, beberapa warga juga memiliki ternak seperti kambing dan sapi. Hewan-hewan ternak tersebut setiap harinya mengeluarkan kotoran yang dapat menjadi limbah. Kotoran sapi termasuk dalam salah satu limbah yang menyebabkan peningkatan gas metana di alam dan menjadi faktor penyebab meningkatnya emisi gas rumah kaca jika tidak dimanfaatkan atau diolah dengan baik.
Salah satu upaya pengolahan kotoran sapi menjadi barang yang lebih bermanfaat adalah dengan mengubahnya menjadi pupuk kompos. Selain dapat mengurangi limbah kotoran sapi, pupuk kompos juga dapat dimanfaatkan oleh petani sebagai pupuk di ladang sehingga mengurangi pengeluaran untuk pembelian pupuk kimia. Hal ini tentu sangat membantu warga karena mayoritas warga di Desa Ngepringan ini bekerja sebagai petani ladang.
Berkaitan dengan pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos, kelompok mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2022/2023 dengan anggota Aqila Fahra, Ihsan Kautsar, Torry Fajriansyah, Istiqomah Mun’amah, Maria Angeline, Fahira El Sahra, Gabriele Marcelina, Wahyu Dini, dan Ana Maria melakukan demonstrasi pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos. Program kerja ini dilaksanakan di rumah Ketua RT. 08 Desa Ngepringan, dengan sasaran Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bersama sejumlah 20 orang. Kegiatan diawali dengan pemaparan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dari mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2022/2023 mengenai manfaat, kelebihan pupuk kompos, dan langkah pembuatan pupuk kompos, diakiri dengan demonstrasi pembuatan pupuk kompos.
Pembuatan pupuk kompos tergolong mudah dan terjangkau, karena bahan-bahan yang digunakan mudah ditemui di sekitar. Bahan yang perlu disiapkan berupa kotoran sapi, sekam padi, daun kering, kapur dolomit, aktivator EM4, dan air. Kotoran sapi yang sudah berubah menjadi seperti tanah dimasukkan ke dalam wadah bersamaan dengan sekam padi, daun kering, serta kapur dolomit sesuai dengan takaran masing-masing. EM4 yang akan dimasukkan dilarutkan ke dalam air kemudian disiramkan ke dalam campuran kotoran. Usahakan aduk hingga semua bahan pupuk tercampur rata. Terakhir tutup wadah dengan rapat lalu tunggu hingga kurang lebih 4 minggu atau hingga bahan-bahan campuran berubah menjadi remahan.
Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 10 Agustus 2023 ini berlangsung dengan lancar. Selain memberikan penjelasan mengenai pupuk kompos dan melakukan demonstrasi, mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2022/2023 juga memberikan contoh desain kemasan yang dapat digunakan jika masyarakat setempat berkenan mengolah pupuk kompos untuk keperluan produksi. Dengan adanya demonstrasi pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos ini diharapkan masyarakat Desa Ngepringan dapat mengurangi limbah kotoran sapi yang dapat menyebabkan peningkatan gas metana dan turut serta dalam mengurangi angka emisi gas rumah kaca.
Penulis : KKN TIM II UNDIP 2022/2023
Dosen Pembimbing : Hendrik Anggi Setyawan, S.Pi., M.Si.