JurnalPost.com – Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) saat ini kembali hadir bersama tim dosen dan beberapa mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, dengan menggelar informasi dan pengetahuan serta pelatihan mengenai inovasi pembuatan pakan ikan lele yang ekonomis dari ampas tahu. Melalui program tersebut yang telah dihadiri oleh peserta dari perwakilan Camat, Lurah, dan para masyarakat sekitar selaku peternak atau pembudidaya lele, dengan total kurang lebih 30 peserta.

Para peserta nampak antusias mendengarkan pemaparan materi dan peragaan pembuatan pakan yang dibawakan oleh tim dosen, diantaranya adalah Ir. Moch. Tutuk Safirin, M.T., Dr. Dira Ernawati, M.T., Kinanti Resmi Hayati M.A., bersama beberapa mahasiswa yang turut andil dan berkontribusi dalam program tersebut yang berlangsung secara offline di kantor Kelurahan Jajar Tunggal.
Pakan adalah salah satu faktor utama yang harus diperhatikan untuk pertumbuhan ikan lele. Ketersediaan pakan dalam proses budidaya harus memperhatikan beberapa hal di antaranya adalah jumlah, tempat, waktu, berkesinambungan, memenuhi syarat gizi, mudah dicerna, dan disukai ikan. Harga pakan ikan lele yang beredar di pasaran saat ini semakin mahal sehingga dapat menambah biaya produksi.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi biaya pakan adalah dengan alternatif mengelola daur ulang ampas tahu untuk pakan ikan lele, dengan adanya alternatif tersebut maka pengelolaan pakan ikan lele bisa menekan biaya pakan yang mahal. penggunaan ampas tahu sebagai bahan utama pakan ikan lele mampu menghemat biaya pakan ikan lele dan dapat mengurangi limbah yang tidak termanfaatkan.

Bahan-bahan yang diperlukan dalam pembuatan alternatif pakan lele ini adalah ampas tahu 2 kg, ikan asin BS ½ kg, dedak 2 ons, gula merah 1 ons, dan tepung sagu ½ kg. Bahan-bahan tersebut dicampur menjadi satu dan kemudian dikukus selama 15 menit. Setelah didinginkan, pakan tersebut sudah dapat diberikan kepada lele yang diternakkan. Dengan alternatif pakan ikan lele ini, para petani lele dapat menghemat biaya pakan, akan tetapi tetap memiliki nilai protein yang tinggi bagi lele.