
Penulis: Muhamad Laksmana Rafa
JurnalPost.com– Pemanfaatan teknologi tepat guna mulai memberikan dampak nyata bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah desa Tamiajeng. Di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, UMKM bumbu Hj. Emi berhasil meningkatkan efisiensi produksi melalui penerapan mesin pencuci rempah yang mampu mempercepat proses pengolahan bahan baku.
Inovasi tersebut merupakan hasil pendampingan mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa berupaya membantu UMKM bumbu Hj. Emi mengatasi kendala produksi dengan menghadirkan teknologi sederhana yang mudah dioperasikan dan sesuai dengan skala usaha rumahan.
Selama ini, UMKM bumbu Hj. Emi mengandalkan proses pencucian manual untuk membersihkan berbagai jenis rempah, seperti cabai, kunyit, kencur, lengkuas, dan rempah dapur lainnya. Proses tersebut membutuhkan waktu cukup lama serta tenaga fisik yang tidak sedikit. Kondisi ini kerap menjadi hambatan ketika jumlah pesanan meningkat.
Berdasarkan hasil observasi lapangan, mahasiswa Untag Surabaya menemukan bahwa tahap pencucian menjadi salah satu titik paling krusial dalam alur produksi. Oleh karena itu, diperkenalkan mesin pencuci rempah yang dirancang untuk membersihkan bahan baku secara lebih cepat, merata, dan higienis.
Mesin pencuci rempah tersebut bekerja dengan sistem putaran air yang mampu mengangkat kotoran dari permukaan rempah tanpa merusak kualitas bahan. Dalam satu kali proses, mesin dapat mencuci rempah dalam jumlah lebih banyak dibandingkan metode manual. Dengan demikian, waktu produksi dapat dipangkas secara signifikan.
Sebelum menggunakan mesin, pekerja di UMKM bumbu Hj. Emi harus mencuci rempah secara bertahap menggunakan wadah sederhana. Proses ini tidak hanya memakan waktu, tetapi juga menyebabkan kelelahan kerja. Setelah mesin digunakan, beban kerja menjadi lebih ringan dan alur produksi berjalan lebih efisien.
Selain menyediakan alat, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya juga memberikan pendampingan terkait cara penggunaan dan perawatan mesin. Edukasi tersebut bertujuan agar pemilik dan pekerja UMKM bumbu Hj. Emi dapat mengoperasikan mesin secara mandiri serta menjaga kondisi alat agar tetap optimal dalam jangka panjang.
Pemilik UMKM bumbu Hj. Emi mengungkapkan bahwa kehadiran mesin pencuci rempah sangat membantu kegiatan produksi sehari-hari. Proses pencucian menjadi lebih cepat, waktu kerja lebih teratur, dan kualitas kebersihan bahan baku lebih terjaga. Hal ini berdampak langsung pada konsistensi mutu bumbu yang dihasilkan.
Penerapan teknologi tepat guna ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana dapat memberikan manfaat besar bagi pengembangan UMKM. Dengan dukungan pendampingan dari mahasiswa, UMKM bumbu Hj. Emi mampu meningkatkan produktivitas tanpa harus menambah jumlah tenaga kerja.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Untag Surabaya berharap program ini dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi UMKM setempat. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha menjadi bukti bahwa peran akademisi dapat berkontribusi langsung dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ke depan, keberhasilan UMKM bumbu Hj. Emi dalam menerapkan mesin pencuci rempah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi UMKM lain di wilayah Trawas dan sekitarnya. Pemanfaatan teknologi yang tepat dan sesuai kebutuhan diyakini mampu meningkatkan daya saing usaha kecil di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.