
JurnalPost.com – Secara pemahaman komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami lebih dalam lagi bahwa Ilmu komunikasi adalah Ilmu yang paling banyak diminati saat ini dimana banyak sekali orang-orang yang mulai tertarik pada jurusan yang mempelajari Ilmu Komunikasi, Ilmu komunikasi adalah studi yang membahas tentang proses komunikasi atau penyampaian pesan dengan efektif. Berbicara mengenai Komunikasi tentunya memiliki lingkup yang sangat luas, dalam kehidupan sehari-hari setiap orang tidak akan lepas dari yang namanya komunikasi. Ilmu komunikasi adalah ilmu yang mempelajari tentang berbagai jenis dan tingkatan komunikasi yang berkaitan erat dengan interaksi antar sesama manusia termasuk kedalam memahami emosi dan ekspresi seseorang.
Komunikasi non-verbal adalah komunikasi pesan yang disajikan dalam bentuk non-verbal. komunikasi nonverbal lebih banyak digunakan daripada komunikasi verbal. Komunikasi nonverbal bersifat permanen dan akan selalu ada. Komunikasi nonverbal lebih masuk kedalam mengungkapkan apa yang ingin dikatakan karena bersifat spontan. Nonverbal juga dapat dipahami sebagai tindakan manusia yang mampu menimbulkan respons dari penerima. Komunikasi nonverbal dapat berupa simbol-simbol seperti gerak tubuh, warna, ekspresi wajah, dan lainlain. Bentuk komunikasi nonverbal itu sendiri meliputi bahasa isyarat, ekspresi wajah, kata sandi, tanda, seragam, nada suara, dan intonasi.
Mark L. Knapp (dalam Jalaludin, 199 ), menyebutkan lima fungsi pesan nonverbal yang berhubungan dengan pesan verbal: a) Pengulangan,.Misalnya, setelah mengatakan tidak, saya menggelengkan kepala. b) Ganti, ganti simbol kata. Misalnya, tanpa mengucapkan sepatah kata pun, kami menunjukkan persetujuan kami dengan mengangguk. c) Bertentangan, menolak pesan verbal atau memberi arti berbeda pada pesan verbal. Misalnya, Anda dapat “memuji” pencapaian teman dengan cemberut dan berkata, “Hebat, kamu hebat.” d) Melengkapi, melengkapi, dan memperkaya makna pesan nonverbal. Misalnya, wajah Anda menunjukkan tingkat penderitaan yang tidak dapat diungkapkan dengan katakata. Menekankan, menekankan atau menekankan pesan verbal. Misalnya, Anda mengungkapkan ketidaksenangan Anda ketika Anda menghancurkan meja.
komunikasi nonverbal jauh lebih banyak digunakan dari pada bentuk verbal karena dalam proses komunikasi dan kehidupan sehari-hari non verbal lebih banyak digunakan, komunikasi nonverbal sifatnya tetap dan selalu ada. Dibanding bentuk verbal, komunikasi nonverbal sifatnya lebih jujur dalam mengungkapkan suatu hal. Dari buku Komunikasi Bisnis Edisi Ketiga (2006) karya Djoko Purwanto, berikut beberapa contoh komunikasi nonverbal:
1. Gambar pria dan wanita yang dipasang di pintu toilet menandakan kamar mandi sesuai jenis kelaminnya.
2. Seseorang mengirimkan karangan bunga kepada teman yang sedang merintis usaha bisnis dalam rangka memberi selamat dan mendoakan kesuksesannya.
3. Asbak di di atas meja berarti orang diperbolehkan merokok. Menganggukkan kepala sering kali diartikan sebagai tanda setuju.
4. Berjabat tangan sambil tersenyum memperlihatkan rasa senang dan hormat.
5. Ruang tunggu sebuah bank tanpa tempat duduk menunjukkan bahwa para nasabah akan dilayani dengan cepat tanpa harus menunggu lama.
pada tahun 1960-an hasil penelitian mulai dipublikasikan secara luas oleh L. A. Camras, L. Lambrecht dan G.F. Michel. Pada puncaknya pada tahun 1970, Julius Fast menerbitkan sebuah buku tentang bahasa tubuh, yang merupakan rangkuman dari hasil penelitian beberapa pakar komunikasi nonverbal saat itu. Sejak itu, studi tentang bahasa tubuh berkembang pesat. Mempelajari bahasa tubuh tidaklah sulit. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin membaca bahasa tubuh orang lain:
– Perhatikan ekspresi wajah
Ekspresi wajah adalah bagian dari bahasa tubuh. Anda dapat mengetahui perasaan seseorang hanya dengan melihat ekspresinya. Apa yang dikatakan seseorang bisa salah atau salah. Namun, ekspresi yang dia tunjukkan lebih menunjukkan situasi yang sebenarnya. Contoh emosi yang dapat diekspresikan melalui ekspresi wajah adalah senang, sedih, marah, kaget, bingung, takut, tersinggung, kaget dan lain-lain.
– Amati gerakan matanya
mata memiliki kemampuan untuk menunjukkan apa yang sedang dirasakan atau dipikirkan seseorang. Mulut bisa berbohong tapi mata tidak bisa berbohong. Contohnya : Seseorang yang menjaga kontak mata saat berbicara dengan Anda berarti mereka tertarik dengan topik yang sedang dibahas.Namun, jika kontak mata lama dan tajam, itu bisa mengintimidasi.
– Pehatikan gerak geriknya
Gesture atau gerak tubuh adalah bahasa tubuh yang paling jelas dan paling mudah dipahami. Misalnya melambai, mengepal, menunjuk, atau membuat huruf V dengan jari. Meski begitu, membaca bahasa tubuh berdasarkan gerak tubuh tidak sama di semua negara.
– Mengamati posisi tangan dan kaki
Mengamati posisi lengan dan kaki juga dapat digunakan sebagai sarana membaca bahasa tubuh orang lain. Misalnya, seseorang menyilangkan tangan berarti membela diri atau membela diri. Menyilangkan tangan di depan dada menunjukkan sikap berkuasa, bosan, atau marah. menyilangkan kaki diindikasikan ketika seseorang membutuhkan keintiman. Gerakan jari atau gerakan kaki yang cepat menunjukkan perasaan gelisah, bosan, tidak sabar, atau tegang.
– Lihat posturnya Postur
Tubuh bisa menjadi cara membaca bahasa tubuh. Ternyata bisa menunjukkan kepribadian seseorang. Orang dengan postur tegak menunjukkan bahwa dia fokus dan memperhatikan apa yang dia lakukan. Saat orang tersebut duduk dengan tubuh condong ke depan atau ke sisi lain, perhatikan kebosanan dan kelesuan.
Oleh karena itu komunikasi nonverbal merupakan bagian yang sangat penting dari interaksi manusia yang sering kali lebih kuat daripada komunikasi verbal dalam menyampaikan pesan, emosi, dan maksud. Dalam setiap interaksi, seseorang secara otomatis menggunakan berbagai elemen nonverbal seperti bahasa tubuh, ekspresi wajah, intonasi suara, dan bahasa tubuh untuk melengkapi atau bahkan menggantikan pesan verbal yang disampaikan.
Oleh: Devi Nurfitriani
Mahasiswa Jurusan Komunikasi Digital dan Media,
Sekolah Vokasi IPB University.