
JurnalPost,com – Mahasiswa KKN Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya telah melaksanakan kegiatan sosialisasi pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan lilin aromaterapi yang dilakukan pada hari Sabtu 25 Mei 2024 bertempat di Balai Desa Balongdowo. Minyak jelantah sendiri merupakan minyak dari sisa hasil penggorengan yang biasanya dihasilkan dari kegiatan memasak dalam rumah tangga. Limbah minyak ini dapat berasal dari jenis-jenis minyak goreng seperti halnya minyak jagung, minyak sayur, minyak samin dan sebagainya. Minyak jelantah dihasilkan dari proses pengolahan bahan pangan dengan minyak goreng. Pada saat proses penggorengan terjadi tiga reaksi degradasi yaitu hidrolisis yang menghasilkan free fatty acid, oksidasi, dan polimerisasi (Sanli dkk., 2011). Limbah minyak jelantah memberikan ancaman pada manusia jika digunakan kembali untuk mengolah bahan pangan.
Pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi merupakan salah satu bentuk inovasi yang menggabungkan prinsip-prinsip keberlanjutan dan kreativitas. Minyak jelantah, yang seringkali dianggap sebagai limbah rumah tangga atau industri, ternyata memiliki potensi besar untuk didaur ulang menjadi produk bernilai tambah. Selain mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, pengolahan ini juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Minyak jelantah yang dihasilkan dari proses memasak sering kali dibuang begitu saja, mengakibatkan pencemaran lingkungan, terutama pada sumber air dan tanah. Pembuangan minyak ini tanpa pengolahan yang tepat dapat menyebabkan masalah kesehatan dan kerusakan ekosistem. Oleh karena itu, menemukan cara yang efektif untuk mendaur ulang minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat menjadi sangat penting. hal ini dilakukan oleh Mahasiswa KKN Non Reguler Sub Kelompok 1 yang didampingi oleh Bapak Handy Febri Satoto, ST., MT., selaku dosen pendamping lapangan.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Ibu-ibu Kader PKK juga warga sekitar. Acara berlangsung dengan antusiasme dari Ibu-ibu Kader PKK yang turut serta melakukan pembuatan lilin aromaterapi.